Minggu, 17 Januari 2010

Bioteknologi Modern

Bioteknologi Modern Bisa Perkuat Perekonomian Negara
KIRIM EMAIL KE TEMAN
Informasikan ke teman-teman Anda mengenai berita di bawah melalui email.

NEWSLETTER KAPANLAGI.COM

Dapatkan berita terbaru di email Anda setiap hari.

Nama:
Email:


Kategori berita yang diinginkan:

Selebriti
Film
Musik
Televisi
Hollywood
Bollywood
Asian Star
Sinetron
Bola Internasional
Bola Nasional
Seleb-OR
Olahraga Lain-lain
Hukum-Kriminal
Kasus Narkoba
Politik Nasional
Politik Internasional
Ekonomi Nasional
Ekonomi Internasional


Selasa, 26 September 2006 21:15
BERI KOMENTAR CETAK BERITA INI KIRIM KE TEMAN Ikuti Kuis Berhadiah, Revenge Movies
Kuis Berhadiah Jam Tangan Keren Chronoforce
Kapanlagi.com - Indonesia akan mampu memperkuat perekonomiannya dengan memprioritaskan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berorientasi pada pengembangan bioteknologi modern dengan memanfaatkan sumber daya alam hayati yang tersebar luas di daratan dan lautan secara optimal.

Guru Besar Biokimia FMIPA Universitas Negeri Medan, Prof. Dr. Albinus Silalahi, MS mengatakan itu dalam suatu penjelasan khusus kepada ANTARA Medan, Selasa (26/09).

Ia mengatakan, kekuatan perekonomian negara dalam era yang semakin global akan sangat tergantung pada pengembangan ipteknya dan keanekaragaman hayati merupakan dasar peluang besar pengembangan bioteknologi modern (transfer gen/rekayasa genetika).

Menurut dia, lemahnya perekonomian Indonesia yang terjadi hingga sekarang ini merupakan suatu kesenjangan bila melihat besarnya sumber daya alam daerah/negara.

Lahan daratan dan lautan serta kehidupan makhluk hidup hayatinya sangat potensial untuk membangun perekonomian.

Jika salah satu prioritas pengembangan iptek di daerah/negara berorientasi pada pengembangan bioteknologi modern dengan memanfaatkan keanekaragaman hayati sebagai sumber daya alam lokal yang memiliki keunggulan secara teknis dan ekonomis, maka Indonesia akan lebih unggul dari sebagian besar negara di dunia dalam persaingan agrobisnis.

Dengan demikian, meskipun Indonesia masih kurang unggul dari sejumlah negara lain dalam pengembangan iptek untuk inovasi dalam pemanfaatan sumber daya alam non hayati, namun untuk pengembangan iptek dalam bidang pertanian dan agrobisnis Indonesia akan bisa berkembang karena didukung oleh faktor biogeografi yang lebih unggul dibandingkan negara-negara lain.

Kenyataan yang lebih ironis, di negara yang sumber daya alam hayatinya memiliki banyak keunggulan justru nama produk unggul pertanian yang sering terdengar selalu berasosiasi pada produk unggul negara lain seperti durian atau pepaya Bangkok dan beras Thailand yang berkonotasi enak, ujar Silalahi.

Ketertinggalan Indonesia dalam pengembangan bioteknologi tidak hanya semata-mata karena ketidakmampuan daerah/negara mengembangkannya, tapi juga karena informasi negatif tentang resiko gangguan kesehatan jika mengkonsumsi produk bioteknologi modern.

Untuk mencegah semakin menyebar luasnya informasi yang salah, kata Silalahi, perlu dibuat peraturan sebagai dasar mengevaluasi pengembangan bioteknologi di negara kita berdasarkan data ilmiah yang tidak hanya melindungi konsumen tapi juga harus memungkinkan konsumen untuk memanfaatkan produk bioteknologi modern secara optimal.

Para ahli juga dinilai perlu meluruskan informasi tentang biotekonologi kepada masyarakat agar tidak menimbulkan kekhawatiran yang berlebihan akan adanya resiko dari rekayasa genetika, katanya.

Sehubungan itu, bioteknologi modern seharusnyalah menjadi agenda utama dalam kebijakan pembangunan di negeri ini baik dalam pengembangan iptek maupun pertanian.

Arah kebijakan pertanian yang kompetitif penting untuk membuat petani kreatif dalam menghadapi era yang semakin kompetitif dan global, katanya. (*/lpk)

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Wah nice posting
thanks buat infonya
kasihan juga ya para petani kecil yang ga punya modal mereka ga bisa mengembangkan lahan pertanian yang di kelolanya.
Kasihan juga para ahli yang diboncengi oleh kepentingan phak lain.
kita berharapa agar para ahli bebas dan bersih dari intervensi luar.
Gimana menurut Anda ?
tolong kasih tanggapan.
thanks.