Obat merupakan sesuatu yang umumnya dikonsumsi saat seseorang sakit. Saat menderita flu, batuk, sakit maag atau sakit kepala (pusing), kebanyakan orang mengobatinya dengan mengkonsumsi obat bebas yang dapat dibeli di warung, toko atau apotik. Hal ini disebabkan karena penyakit tersebut umumnya cepat sembuh dan dianggap tidak berbahaya. Tetapi, ada hal yang perlu diperhatikan saat Anda mengkonsumsi obat bebas atau antibiotik.
Obat Bebas
Obat bebas adalah obat yang dapat dibeli secara bebas atau tidak membutuhkan resep dokter. Obat bebas cukup aman dikonsumsi bila mengikuti aturan pakai dan dosis yang tercantum dalam kemasan. Anda juga harus memastikan apakah obat bebas tersebut benar-benar obat bebas yang aman, bukan obat yang membutuhkan resep dokter tetapi dapat dibeli secara bebas.
Sesuaikan obat yang akan dikonsumsi dengan penyakit yang diderita. Misalnya, saat Anda batuk, perhatikan apakah batuk tersebut termasuk jenis batuk kering atau batuk berdahak. Batuk kering biasanya disebabkan karena adanya iritasi. Sedangkan batuk berdahak karena masuknya virus atau bakteri sehingga tubuh mengeluarkan lendir untuk melawannya.
Atau bila Anda menderita flu, dapat dideteksi apakah flu disebabkan virus atau bakteri. Flu yang disebabkan virus biasanya mengeluarkan cairan encer yang sebenarnya bisa disembuhkan dengan cukup beristirahat, minum banyak air, dan makan makanan bergizi dan mengandung vitamin khususnya vitamin C, tanpa perlu mengkonsumsi obat. Sebaliknya, bila cairan kental berarti flu disebabkan oleh bakteri yang perlu diatasi dengan mengkonsumsi obat atau dengan pergi ke dokter untuk mendapatkan antibiotik.
Anda perlu mengetahui apa kandungan yang terdapat dalam obat bebas dan memastikan agar Anda atau orang yang akan mengkonsumsi obat tersebut tidak memiliki alergi terhadap kandungan obat. Hindari mengkonsumsi kandungan tertentu dari obat dikonsumsi dengan dosis dua kali lipat atau lebih. Hal ini dimungkinkan apabila seseorang mengkonsumsi obat flu dan obat sakit kepala bersamaan sehingga kandungan parasetamol yang terdapat dalam kedua obat tersebut masuk ke tubuh dengan dosis ganda.
Berikut ini tabel kandungan yang umumnya terdapat dalam obat bebas dan kegunaannya.
Obat untuk Penyakit Kandungan dalam Obat Manfaat
Flu atau Pilek Parasetamol
(Asetaminofen) Penurun panas (antipiretik) dan meredakan nyeri otot dan sendi (amalgesik)
Klorpeniramin atau Difenhidramin atau Feniramin atau Tripolidin
(Antihistamin) Mengatasi alergi dan meredakan bersin.
Pseudoefedrin atau Efedrin atau Fenilefrin atau Fenilpropanolamin
(Dekongestan) Melegakan tenggorokan dan melonggarkan saluran pernapasan dengan cara mengurangi lendir.
Batuk Kering Dextromethorpan
(DMP) Meredakan batuk kering.
Parasetamol Menurunkan panas dan meredakan nyeri otot dan sendi.
Dextromethorphan
(Antitusif) Meredakan refleks batuk secara langsung dengan cara menekan pusat batuk baik yang berada di sumsum sambungan (medulla) atau pada pusat saraf (otak).
Batuk Berdahak Guaifenesin dan garam ammonium guaicol
(Ekspetoran) Mengeluarkan cairan encer sehingga dahak menjadi lebih encer dan mudah dikeluarkan.
Ambroxol dan Bromexin
(Mukolitik) Mengurangi kekentalan cairan lendir.
Sakit Kepala atau Pusing Parasetamol atau Asam Mefenamat atau Asam Asetil Salisilat Menurunkan panas dan meredakan nyeri otot dan sendi.
Sakit Lambung atau Sakit Maag Aluminium hidroksida dan Magnesium Hidroksida Mengurangi nyeri lambung dengan menetralkan asam lambung.
Diare Attapulgite dan Pectin Mengurangi pergerakan usus.
Efek samping yang dapat terjadi bila kelebihan dosis (over dosis) obat adalah nyeri lambung, jantung berdebar, gelisah, kejang atau hilang kesadaran. Dampak terburuknya dapat mengakibatkan kematian.
Kapan Saat yang Tepat untuk Minum Obat?
Mengkonsumsi obat, baik obat bebas atau obat dengan resep dokter termasuk antibiotik sebaiknya tidak dilakukan saat perut dalam keadaan kosong karena dapat menyebabkan efek yang buruk. Selalu gunakan air putih bukan kopi, susu atau teh saat minum obat. Dan yang terpenting selalu ikuti anjuran pemakaian agar terhindar dari efek samping yang berbahaya.
Antibiotik
Bila Anda tidak kunjung sembuh setelah mengkonsumsi obat bebas, sebaiknya Anda segera pergi ke dokter agar dapat diberikan obat yang tepat. Untuk penyakit yang menyangkut infeksi, umumnya dokter akan memberikan antibiotik, walaupun dalam banyak kasus ada yang dapat disembuhkan tanpa mengkonsumsi antibiotik. Maka, tidak ada salahnya Anda menanyakan jenis serta kegunaan obat yang diberikan dokter.
Antibiotik yang dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka pendek dapat menyebabkan alergi seperti gatal-gatal, nyeri lambung, mual atau bengkak pada bibir, kelopak mata, dan bagian tubuh lainnya. Dampak lainnya adalah bakteri menjadi kebal, sehingga apabila bakteri yang sama menyerang tubuh diperlukan antibiotik dengan dosis yang lebih banyak atau antibiotik yang lebih berat untuk melawannya.
Karena itu jika Anda sakit tidak terlalu parah, sebaiknya hindari penggunaan antibiotik, karena dapat membuat bakteri dalam tubuh lebih kebal. Di negara-negara maju, penggunaan antibiotik dibatasi dan tidak mudah diberikan kepada pasien. Dokter biasanya akan memberikan resep dengan obat non antibiotik kecuali kondisi infeksi atau penyakit pada pasien sudah tergolong parah.
Gunakan obat dengan bijak, dan rasakan manfaatnya. Sebaiknya Anda menjaga kondisi kesehatan tubuh Anda. Namun jika Anda sakit, gunakan dan pilihlah obat dengan tepat. Semoga cepat sembuh!
Informasi seputar Biologi, kesehatan, Gizi keluarga dan Tata Boga. Tantanglah diri kita untuk melakukan sesuatu yang selama ini kita tidak mampu melakukannya. Budayakan hidup sehat karena sehat adalah gaya hidup.
Senin, 13 April 2009
Baik buruk kopi
Baik buruk kopi lebih dari secangkiir sehari
Kopi merupakan salah satu minuman yang paling digemari banyak orang. Dari setiap tiga orang di dunia, salah satunya adalah peminum kopi. Kopi memang sungguh nikmat jika diminum baik pagi hari, atau saat malam hari ketika pekerjaan menumpuk. Kopi merupakan salah satu minuman yang paling dinikmati banyak orang, yang tidak sekadar diteguk saja, namun juga dinikmati. Bisnis kopi pun telah menjadi bisnis puluhan milyar dolar, yang hanya mampu disaingi oleh bisnis minyak bumi.
Sejarah Penyebaran Kopi
Biji tanaman kopi dipanggang lalu dihaluskan dan dihidangkan. Metode pemanggangan biji kopi sendiri belum diketahui kapan dimulainya. Namun tanaman kopi berasal dari dataran tinggi di Ethiopia, yang pada saat itu merupakan tanaman liar di Ethiopia. Lalu tanaman kopi dari sini dikembangkan di Semenanjung Arab sekitar abad ke-15, yang terkenal menjadi Kopi Arabika. Kopi Arabika saat ini menjadi jenis kopi yang paling banyak diproduksi di dunia yaitu mencapai lebih dari 60 persen produksi kopi dunia.
Menurut legenda, kopi ditemukan oleh seorang pemuda Arab bernama Kaldi, seorang penggembala kambing. Ia selalu memperhatikan bahwa kambingnya selalu menunjukkan gejala gembira setelah menggigit biji dan daun suatu tanaman hijau. Karena penasaran, ia mencoba biji tanaman tersebut dan merasakan efek semangat serta gembira. Akhirnya penemuan ini menyebar dari mulut ke mulut, sejak itu lahirlah kopi menurut legenda di Arab.
Pada tahun 1610, tanaman kopi pertama ditanam di daerah India. Bangsa Belanda mulai mempelajari pengembangbiakan kopi pada tahun 1614. Lalu pada tahun 1616, mereka berhasil memperoleh bibit dan tanaman kopi yang subur dan langsung mendirikan perkebunan kopi di Srilanka dan tanah Jawa (Indonesia) pada tahun 1699. Kemudian oleh bangsa Belanda, tanaman ini disebar ke koloni Belanda di Amerika Tengah seperti di Suriname dan Kepulauan Karibia. Kemudian bangsa Perancis juga tertarik dengan perdagangan kopi ini. Mereka membeli bibit kopi dari Belanda lalu dikembangkan di Pulau Réunion sebelah timur Madagaskar. Namun mereka gagal mengembangkan kopi di sini. Lalu pada tahun 1723, bangsa Perancis mencoba mengembangkan tanaman kopi di daerah Pulau Martinik. Pada tahun 1800-an, tanaman kopi dikembangkan di Hawaii. Belakangan tanaman ini juga dikembangkan di Brasil dan daerah-daerah lainnya.
Asal Kata Kopi
Kata kopi atau dalam bahasa Inggris coffee berasal dari bahasa Arab qahwah, yang berarti kekuatan. Kemudian kata kopi yang kita kenal saat ini berasal dari bahasa Turki yaitu kahveh yang kemudian belakangan menjadi koffie dalam bahasa Belanda dan coffee dalam bahasa Inggris. Kata tersebut diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kopi.
Kopi pada Zaman Dahulu hingga Sekarang
Awalnya kopi digunakan sebagai produk makanan. Kemudian kopi digunakan sebagai pengganti minuman anggur. Belakangan kopi digunakan juga sebagai obat. Dan saat ini kopi terkenal sebagai minuman yang cukup digemari.
Pada awalnya kopi digunakan sebagai makanan. Seluruh biji kopi dihancurkan, lalu ditambahkan minyak. Lalu adonan ini dibentuk berbentuk bundar dan menjadi makanan. Sampai saat ini, beberapa suku di Afrika masih memakan kopi dalam bentuk seperti itu.
Belakangan, kopi digunakan sebagai pengganti minuman anggur. Biji kopi dibuat sebagai minuman yang mirip dengan anggur. Beberapa orang membuat minuman seperti ini dengan menuangkan air mendidih ke biji kopi yang sudah dikeringkan.
Sebagai obat, kopi dapat bermanfaat untuk mengobati migrain, sakit kepala, gangguan jantung, asma kronis dan gangguan buang air. Meski demikian, untuk konsumsi kopi berlebih bisa berakibat buruk. Jika mengkonsumsi kopi secara belebih dapat meningkatkan asam lambung, menyebabkan ketegangan, dan mempercepat detak jantung. Selain itu, konsumsi kopi secara berlebih, sering dikaitkan dengan sakit maag.
Belakangan, kopi digunakan sebagai minuman yang cukup nikmat. Biji kopi dikeringkan lalu dipanggang dan digiling dalam batok. Hasilnya kemudian bisa menjadi minuman kopi yang nikmat. Belakangan ditemukan mesin penggiling biji kopi yang memudahkan produksi kopi sebagai minuman.
Berbagai Macam Kegunaan Kopi
Berbagai rasa kopi yang khas membuat sensasi menyenangkan di mulut. Misalnya es kopi atau iced coffee yang manis biasanya menyegarkan. Es krim rasa kopi pun juga menjadi favorit bagi banyak orang. Kopi juga menjadi salah satu bahan dasar beberapa jenis kue rasa kopi. Dan yang paling populer adalah kopi polos dan juga kopi susu.
Namun para ilmuwan juga menyelediki manfaat lain dari kopi. Sisa bubuk dari kopi bermanfaat sebagai pupuk yang baik. Selain itu, beberapa produk disinfektan maupun isolasi untuk dinding, lantai dan atap juga dapat dibuat dari kopi. Gliserin yang merupakan produk sampingan dari sabun, dapat dibuat dari minyak kopi. Minyak kopi juga biasa digunakan sebagai bahan pembuat cat, sabun, maupun produk lainnya.
Biji kopi dapat bermanfaat untuk berbagai produk dan kegunaan. Namun yang paling populer tentu saja sebagai minuman yang nikmat yang diminum banyak orang setiap harinya.
Kopi Arabika dan Kopi Robusta
Biji KopiMeski di seluruh dunia ada sekitar 70 spesies pohon kopi, dari yang berukuran seperti semak belukar hingga pohon dengan tinggi 12 meter, namun hanya ada dua spesies pohon kopi yang secara umum dikenal untuk diproduksi sebagai produk kopi. Kedua spesies ini digunakan untuk produksi sekitar 98 persen produksi kopi dunia. Apa sajakah itu? Kopi yang pertama kali dikembangkan di dunia adalah Kopi Arabika yang berasal dari spesies pohon kopi Coffea arabica. Kopi jenis ini yang paling banyak diproduksi, yaitu sekitar lebih dari 60 persen produksi kopi dunia. Kopi arabika dari spesies Coffea arabica menghasilkan jenis kopi yang terbaik. Pohon spesies ini biasanya tumbuh di daerah dataran tinggi. Tinggi pohon kopi ini antara 4 hingga 6 meter. Kopi arabika memiliki kandungan kafein tidak lebih dari 1,5 persen serta memiliki jumlah kromosom sebanyak 44 kromosom.
Pohon kopi spesies lainnya yang juga cukup banyak diproduksi sebagai produk kopi adalah Coffea canephora yang sering dikenal sebagai Kopi Robusta. Tinggi pohon Coffea canephora mencapai 12 meter dan dapat ditanam di daerah yang lebih rendah dibanding kopi arabika. Kopi robusta biasanya digunakan sebagai kopi instant atau cepat saji. Kopi robusta memiliki kandungan kafein yang lebih tinggi, rasanya lebih netral, serta aroma kopi yang lebih kuat. Kandungan kafein pada kopi robusta mencapai 2,8 persen serta memiliki jumlah kromosom sebanyak 22 kromosom. Produksi kopi robusta saat ini mencapai sepertiga produksi kopi seluruh dunia.
Dilema Minum Kopi dan Bahaya Kopi
Meski minum kopi sungguh nikmat, namun minuman ini sering memunculkan berbagai dilema. Beberapa penelitian menunjukkan bahaya dari minum kopi. Bahkan pada jaman dahulu, di Timur Tengah, kopi sempat menjadi minuman yang haram karena sering menimbulkan efek negatif. Apa saja bahaya dari kopi yang nikmat ini?
Konsumsi kopi telah dikenal begitu luas dewasa ini, dan berbagai peringatan dari para ahli telah berulang kali diungkapkan selama bertahun-tahun terhadap banyaknya bahaya yang mengancam para peminum kopi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para penggemar kopi harus mewaspadai bahaya yang bisa timbul dari kebiasaan minum kopi mereka. Bahaya tersebut antara lain penyakit jantung, diabetes dan bahkan beberapa jenis kanker. Meski demikian, banyak orang mengabaikan peringatan ini. Mengapa?
Selama beberapa tahun belakangan ini, para peneliti telah mempublikasikan hasil penelitian mereka mengenai akibat minum kopi. Namun kesimpulan yang dibuat para peneliti ini belum sampai ke kesimpulan yang meyakinkan. Mengapa? Karena biasanya para peneliti hanya meneliti bahaya dari kafein, salah satu dari 500 kandungan kimia alami dalam secangkir kopi. Jadi sebenarnya penelitian terhadap kopi memang masih belum final dan masih jauh lebih kompleks.
Kafein yang terkandung dalam kopi memiliki efek stimulan yang cukup berbahaya. Kafein dapat menyebabkan seseorang sulit tidur. Kafein juga menyebabkan seseorang sulit mengendalikan emosi serta sulit berkonsentrasi. Kafein juga diindikasikan bisa memicu kanker.
Sebuah penelitian di Belanda menunjukkan bahwa kopi dapat meningkatkan kolesterol hingga 10 persen. Khususnya jika kopi yang diminum tanpa disaring dan langsung dipanaskan. Kolesterol sendiri dikenal sebagai penyebab gangguan jantung. Seorang ahli nutrisi dari Inggris merekomendasikan untuk minum kopi yang segar dan bukan kopi yang sudah diolah, dipanaskan dan dididihkan selama beberapa waktu.
Bagi para penggemar kopi, para ahli menyarankan untuk minum kopi secara wajar. Hindari minum lebih dari enam cangkir kopi dalam sehari. Bagi mereka yang mengalami gangguan jantung, gangguan ginjal dan tekanan darah tinggi sebaiknya minum kopi cukup satu cangkir sehari. Untuk wanita hamil dan menyusui, sebaiknya juga minum tidak lebih dari secangkir kopi sehari. Kopi memang nikmat, namun kesehatan jauh lebih penting dibanding menikmati kopi secara berlebih. Selamat menikmati secangkir kopi Anda!
Kopi merupakan salah satu minuman yang paling digemari banyak orang. Dari setiap tiga orang di dunia, salah satunya adalah peminum kopi. Kopi memang sungguh nikmat jika diminum baik pagi hari, atau saat malam hari ketika pekerjaan menumpuk. Kopi merupakan salah satu minuman yang paling dinikmati banyak orang, yang tidak sekadar diteguk saja, namun juga dinikmati. Bisnis kopi pun telah menjadi bisnis puluhan milyar dolar, yang hanya mampu disaingi oleh bisnis minyak bumi.
Sejarah Penyebaran Kopi
Biji tanaman kopi dipanggang lalu dihaluskan dan dihidangkan. Metode pemanggangan biji kopi sendiri belum diketahui kapan dimulainya. Namun tanaman kopi berasal dari dataran tinggi di Ethiopia, yang pada saat itu merupakan tanaman liar di Ethiopia. Lalu tanaman kopi dari sini dikembangkan di Semenanjung Arab sekitar abad ke-15, yang terkenal menjadi Kopi Arabika. Kopi Arabika saat ini menjadi jenis kopi yang paling banyak diproduksi di dunia yaitu mencapai lebih dari 60 persen produksi kopi dunia.
Menurut legenda, kopi ditemukan oleh seorang pemuda Arab bernama Kaldi, seorang penggembala kambing. Ia selalu memperhatikan bahwa kambingnya selalu menunjukkan gejala gembira setelah menggigit biji dan daun suatu tanaman hijau. Karena penasaran, ia mencoba biji tanaman tersebut dan merasakan efek semangat serta gembira. Akhirnya penemuan ini menyebar dari mulut ke mulut, sejak itu lahirlah kopi menurut legenda di Arab.
Pada tahun 1610, tanaman kopi pertama ditanam di daerah India. Bangsa Belanda mulai mempelajari pengembangbiakan kopi pada tahun 1614. Lalu pada tahun 1616, mereka berhasil memperoleh bibit dan tanaman kopi yang subur dan langsung mendirikan perkebunan kopi di Srilanka dan tanah Jawa (Indonesia) pada tahun 1699. Kemudian oleh bangsa Belanda, tanaman ini disebar ke koloni Belanda di Amerika Tengah seperti di Suriname dan Kepulauan Karibia. Kemudian bangsa Perancis juga tertarik dengan perdagangan kopi ini. Mereka membeli bibit kopi dari Belanda lalu dikembangkan di Pulau Réunion sebelah timur Madagaskar. Namun mereka gagal mengembangkan kopi di sini. Lalu pada tahun 1723, bangsa Perancis mencoba mengembangkan tanaman kopi di daerah Pulau Martinik. Pada tahun 1800-an, tanaman kopi dikembangkan di Hawaii. Belakangan tanaman ini juga dikembangkan di Brasil dan daerah-daerah lainnya.
Asal Kata Kopi
Kata kopi atau dalam bahasa Inggris coffee berasal dari bahasa Arab qahwah, yang berarti kekuatan. Kemudian kata kopi yang kita kenal saat ini berasal dari bahasa Turki yaitu kahveh yang kemudian belakangan menjadi koffie dalam bahasa Belanda dan coffee dalam bahasa Inggris. Kata tersebut diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kopi.
Kopi pada Zaman Dahulu hingga Sekarang
Awalnya kopi digunakan sebagai produk makanan. Kemudian kopi digunakan sebagai pengganti minuman anggur. Belakangan kopi digunakan juga sebagai obat. Dan saat ini kopi terkenal sebagai minuman yang cukup digemari.
Pada awalnya kopi digunakan sebagai makanan. Seluruh biji kopi dihancurkan, lalu ditambahkan minyak. Lalu adonan ini dibentuk berbentuk bundar dan menjadi makanan. Sampai saat ini, beberapa suku di Afrika masih memakan kopi dalam bentuk seperti itu.
Belakangan, kopi digunakan sebagai pengganti minuman anggur. Biji kopi dibuat sebagai minuman yang mirip dengan anggur. Beberapa orang membuat minuman seperti ini dengan menuangkan air mendidih ke biji kopi yang sudah dikeringkan.
Sebagai obat, kopi dapat bermanfaat untuk mengobati migrain, sakit kepala, gangguan jantung, asma kronis dan gangguan buang air. Meski demikian, untuk konsumsi kopi berlebih bisa berakibat buruk. Jika mengkonsumsi kopi secara belebih dapat meningkatkan asam lambung, menyebabkan ketegangan, dan mempercepat detak jantung. Selain itu, konsumsi kopi secara berlebih, sering dikaitkan dengan sakit maag.
Belakangan, kopi digunakan sebagai minuman yang cukup nikmat. Biji kopi dikeringkan lalu dipanggang dan digiling dalam batok. Hasilnya kemudian bisa menjadi minuman kopi yang nikmat. Belakangan ditemukan mesin penggiling biji kopi yang memudahkan produksi kopi sebagai minuman.
Berbagai Macam Kegunaan Kopi
Berbagai rasa kopi yang khas membuat sensasi menyenangkan di mulut. Misalnya es kopi atau iced coffee yang manis biasanya menyegarkan. Es krim rasa kopi pun juga menjadi favorit bagi banyak orang. Kopi juga menjadi salah satu bahan dasar beberapa jenis kue rasa kopi. Dan yang paling populer adalah kopi polos dan juga kopi susu.
Namun para ilmuwan juga menyelediki manfaat lain dari kopi. Sisa bubuk dari kopi bermanfaat sebagai pupuk yang baik. Selain itu, beberapa produk disinfektan maupun isolasi untuk dinding, lantai dan atap juga dapat dibuat dari kopi. Gliserin yang merupakan produk sampingan dari sabun, dapat dibuat dari minyak kopi. Minyak kopi juga biasa digunakan sebagai bahan pembuat cat, sabun, maupun produk lainnya.
Biji kopi dapat bermanfaat untuk berbagai produk dan kegunaan. Namun yang paling populer tentu saja sebagai minuman yang nikmat yang diminum banyak orang setiap harinya.
Kopi Arabika dan Kopi Robusta
Biji KopiMeski di seluruh dunia ada sekitar 70 spesies pohon kopi, dari yang berukuran seperti semak belukar hingga pohon dengan tinggi 12 meter, namun hanya ada dua spesies pohon kopi yang secara umum dikenal untuk diproduksi sebagai produk kopi. Kedua spesies ini digunakan untuk produksi sekitar 98 persen produksi kopi dunia. Apa sajakah itu? Kopi yang pertama kali dikembangkan di dunia adalah Kopi Arabika yang berasal dari spesies pohon kopi Coffea arabica. Kopi jenis ini yang paling banyak diproduksi, yaitu sekitar lebih dari 60 persen produksi kopi dunia. Kopi arabika dari spesies Coffea arabica menghasilkan jenis kopi yang terbaik. Pohon spesies ini biasanya tumbuh di daerah dataran tinggi. Tinggi pohon kopi ini antara 4 hingga 6 meter. Kopi arabika memiliki kandungan kafein tidak lebih dari 1,5 persen serta memiliki jumlah kromosom sebanyak 44 kromosom.
Pohon kopi spesies lainnya yang juga cukup banyak diproduksi sebagai produk kopi adalah Coffea canephora yang sering dikenal sebagai Kopi Robusta. Tinggi pohon Coffea canephora mencapai 12 meter dan dapat ditanam di daerah yang lebih rendah dibanding kopi arabika. Kopi robusta biasanya digunakan sebagai kopi instant atau cepat saji. Kopi robusta memiliki kandungan kafein yang lebih tinggi, rasanya lebih netral, serta aroma kopi yang lebih kuat. Kandungan kafein pada kopi robusta mencapai 2,8 persen serta memiliki jumlah kromosom sebanyak 22 kromosom. Produksi kopi robusta saat ini mencapai sepertiga produksi kopi seluruh dunia.
Dilema Minum Kopi dan Bahaya Kopi
Meski minum kopi sungguh nikmat, namun minuman ini sering memunculkan berbagai dilema. Beberapa penelitian menunjukkan bahaya dari minum kopi. Bahkan pada jaman dahulu, di Timur Tengah, kopi sempat menjadi minuman yang haram karena sering menimbulkan efek negatif. Apa saja bahaya dari kopi yang nikmat ini?
Konsumsi kopi telah dikenal begitu luas dewasa ini, dan berbagai peringatan dari para ahli telah berulang kali diungkapkan selama bertahun-tahun terhadap banyaknya bahaya yang mengancam para peminum kopi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para penggemar kopi harus mewaspadai bahaya yang bisa timbul dari kebiasaan minum kopi mereka. Bahaya tersebut antara lain penyakit jantung, diabetes dan bahkan beberapa jenis kanker. Meski demikian, banyak orang mengabaikan peringatan ini. Mengapa?
Selama beberapa tahun belakangan ini, para peneliti telah mempublikasikan hasil penelitian mereka mengenai akibat minum kopi. Namun kesimpulan yang dibuat para peneliti ini belum sampai ke kesimpulan yang meyakinkan. Mengapa? Karena biasanya para peneliti hanya meneliti bahaya dari kafein, salah satu dari 500 kandungan kimia alami dalam secangkir kopi. Jadi sebenarnya penelitian terhadap kopi memang masih belum final dan masih jauh lebih kompleks.
Kafein yang terkandung dalam kopi memiliki efek stimulan yang cukup berbahaya. Kafein dapat menyebabkan seseorang sulit tidur. Kafein juga menyebabkan seseorang sulit mengendalikan emosi serta sulit berkonsentrasi. Kafein juga diindikasikan bisa memicu kanker.
Sebuah penelitian di Belanda menunjukkan bahwa kopi dapat meningkatkan kolesterol hingga 10 persen. Khususnya jika kopi yang diminum tanpa disaring dan langsung dipanaskan. Kolesterol sendiri dikenal sebagai penyebab gangguan jantung. Seorang ahli nutrisi dari Inggris merekomendasikan untuk minum kopi yang segar dan bukan kopi yang sudah diolah, dipanaskan dan dididihkan selama beberapa waktu.
Bagi para penggemar kopi, para ahli menyarankan untuk minum kopi secara wajar. Hindari minum lebih dari enam cangkir kopi dalam sehari. Bagi mereka yang mengalami gangguan jantung, gangguan ginjal dan tekanan darah tinggi sebaiknya minum kopi cukup satu cangkir sehari. Untuk wanita hamil dan menyusui, sebaiknya juga minum tidak lebih dari secangkir kopi sehari. Kopi memang nikmat, namun kesehatan jauh lebih penting dibanding menikmati kopi secara berlebih. Selamat menikmati secangkir kopi Anda!
Jumat, 10 April 2009
Penyakit Defisiensi
Waspadai Penyakit Defisiensi KKP
NAMA internasional dari penyakit kurang kalori dan protein ini adalah calorie protein malnutirition (CPM) dan kemudian diganti dengan protein energy malnutrition (PEM).
Salah satu gejala KKP ini adalah hepatomegali, yaitu hepar yang terlihat oleh ibu-ibu sebagai pembuncitan perut. Anak yang menderita penyakit ini sering pula terkena infestasi cacing dan mengeluarkan cacing dari anusnya. Tetapi banyak anggapan mengatakan bahwa anak yang perut buncit adalah anak yang cacingan. Setelah disosialisasikan bahwa anak yang perutnya buncit adalah kekurangan kalori dan protein, para ibu dan masyarakat pun menerima bahwa anak tersebut manderita penyakit KKP dan bukan cacingan.
Untuk menanggulangi kekurangan konsumsi yang biasanya disebabkan oleh daya beli keluarga rendah, perlu diusahakan peningkatan penghasilan keluarga. Serta dengan penyediaan makanan formula protein dan energi yang tinggi unuk anak-anak yang disapih. Pendidikan dan penerangan maupun penyuluhan gizi harus merupakan salah satu komponen untuk mencegah KKP skala mikro ini. Dalam pendidikan gizi dan pemeliharaan kesehatan yaitu :
_ pemeriksaan pada waktu-waktu tertentu misalnya di BKIA, puskesmas dan posyandu.
- melakukan imunisasi terhadap penyakit-penyakit infeksi yang prevalensinya tinggi.
memperbaiki higiene lingkungan dengan menyediakan air minum, tempat membuang air besar (WC).
- mendidik rakyat untuk membuang air besar di tempat yang sudah disediakan, memasak air minum, memakai sandal atau sepatu untuk menghindari infeksi dari parasit, membersihkan rumah dan memasang jendela-jendela untuk mendapat udara segar.
Pengetahuan ibu sangat sangat mempengaruhi kesehatan balita, karena balita merupakan kelompok yang rawan gizi. Banyak balita mengalami KKP karena penyediaan bahan pangan yang tidak seimbang sehari-hari, dan yang berperan dalam hal itu adalah para ibu.
Mari bersama kita tingkatkan kesehatan masyarakat, karena penyakit ada karena kita tidak memperhatikan kesehatan kita sendiri, lingkungan serta kebutuhan akan zat-zat gizi bagi tubuh kita.
Recky
Mahasiswa POLTEQ
< NAMA internasional dari penyakit kurang kalori dan protein ini adalah calorie protein malnutirition (CPM) dan kemudian diganti dengan protein energy malnutrition (PEM).
Salah satu gejala KKP ini adalah hepatomegali, yaitu hepar yang terlihat oleh ibu-ibu sebagai pembuncitan perut. Anak yang menderita penyakit ini sering pula terkena infestasi cacing dan mengeluarkan cacing dari anusnya. Tetapi banyak anggapan mengatakan bahwa anak yang perut buncit adalah anak yang cacingan. Setelah disosialisasikan bahwa anak yang perutnya buncit adalah kekurangan kalori dan protein, para ibu dan masyarakat pun menerima bahwa anak tersebut manderita penyakit KKP dan bukan cacingan.
Untuk menanggulangi kekurangan konsumsi yang biasanya disebabkan oleh daya beli keluarga rendah, perlu diusahakan peningkatan penghasilan keluarga. Serta dengan penyediaan makanan formula protein dan energi yang tinggi unuk anak-anak yang disapih. Pendidikan dan penerangan maupun penyuluhan gizi harus merupakan salah satu komponen untuk mencegah KKP skala mikro ini. Dalam pendidikan gizi dan pemeliharaan kesehatan yaitu :
- pemeriksaan pada waktu-waktu tertentu misalnya di BKIA, puskesmas dan posyandu.
- melakukan imunisasi terhadap penyakit-penyakit infeksi yang prevalensinya tinggi.
- memperbaiki higiene lingkungan dengan menyediakan air minum, tempat membuang air besar (WC).
- mendidik rakyat untuk membuang air besar di tempat yang sudah disediakan, memasak air minum, memakai sandal atau sepatu untuk menghindari infeksi dari parasit, membersihkan rumah dan memasang jendela-jendela untuk mendapat udara segar.
Pengetahuan ibu sangat sangat mempengaruhi kesehatan balita, karena balita merupakan kelompok yang rawan gizi. Banyak balita mengalami KKP karena penyediaan bahan pangan yang tidak seimbang sehari-hari, dan yang berperan dalam hal itu adalah para ibu.
Mari bersama kita tingkatkan kesehatan masyarakat, karena penyakit ada karena kita tidak memperhatikan kesehatan kita sendiri, lingkungan serta kebutuhan akan zat-zat gizi bagi tubuh kita.
NAMA internasional dari penyakit kurang kalori dan protein ini adalah calorie protein malnutirition (CPM) dan kemudian diganti dengan protein energy malnutrition (PEM).
Salah satu gejala KKP ini adalah hepatomegali, yaitu hepar yang terlihat oleh ibu-ibu sebagai pembuncitan perut. Anak yang menderita penyakit ini sering pula terkena infestasi cacing dan mengeluarkan cacing dari anusnya. Tetapi banyak anggapan mengatakan bahwa anak yang perut buncit adalah anak yang cacingan. Setelah disosialisasikan bahwa anak yang perutnya buncit adalah kekurangan kalori dan protein, para ibu dan masyarakat pun menerima bahwa anak tersebut manderita penyakit KKP dan bukan cacingan.
Untuk menanggulangi kekurangan konsumsi yang biasanya disebabkan oleh daya beli keluarga rendah, perlu diusahakan peningkatan penghasilan keluarga. Serta dengan penyediaan makanan formula protein dan energi yang tinggi unuk anak-anak yang disapih. Pendidikan dan penerangan maupun penyuluhan gizi harus merupakan salah satu komponen untuk mencegah KKP skala mikro ini. Dalam pendidikan gizi dan pemeliharaan kesehatan yaitu :
_ pemeriksaan pada waktu-waktu tertentu misalnya di BKIA, puskesmas dan posyandu.
- melakukan imunisasi terhadap penyakit-penyakit infeksi yang prevalensinya tinggi.
memperbaiki higiene lingkungan dengan menyediakan air minum, tempat membuang air besar (WC).
- mendidik rakyat untuk membuang air besar di tempat yang sudah disediakan, memasak air minum, memakai sandal atau sepatu untuk menghindari infeksi dari parasit, membersihkan rumah dan memasang jendela-jendela untuk mendapat udara segar.
Pengetahuan ibu sangat sangat mempengaruhi kesehatan balita, karena balita merupakan kelompok yang rawan gizi. Banyak balita mengalami KKP karena penyediaan bahan pangan yang tidak seimbang sehari-hari, dan yang berperan dalam hal itu adalah para ibu.
Mari bersama kita tingkatkan kesehatan masyarakat, karena penyakit ada karena kita tidak memperhatikan kesehatan kita sendiri, lingkungan serta kebutuhan akan zat-zat gizi bagi tubuh kita.
Recky
Mahasiswa POLTEQ
< NAMA internasional dari penyakit kurang kalori dan protein ini adalah calorie protein malnutirition (CPM) dan kemudian diganti dengan protein energy malnutrition (PEM).
Salah satu gejala KKP ini adalah hepatomegali, yaitu hepar yang terlihat oleh ibu-ibu sebagai pembuncitan perut. Anak yang menderita penyakit ini sering pula terkena infestasi cacing dan mengeluarkan cacing dari anusnya. Tetapi banyak anggapan mengatakan bahwa anak yang perut buncit adalah anak yang cacingan. Setelah disosialisasikan bahwa anak yang perutnya buncit adalah kekurangan kalori dan protein, para ibu dan masyarakat pun menerima bahwa anak tersebut manderita penyakit KKP dan bukan cacingan.
Untuk menanggulangi kekurangan konsumsi yang biasanya disebabkan oleh daya beli keluarga rendah, perlu diusahakan peningkatan penghasilan keluarga. Serta dengan penyediaan makanan formula protein dan energi yang tinggi unuk anak-anak yang disapih. Pendidikan dan penerangan maupun penyuluhan gizi harus merupakan salah satu komponen untuk mencegah KKP skala mikro ini. Dalam pendidikan gizi dan pemeliharaan kesehatan yaitu :
- pemeriksaan pada waktu-waktu tertentu misalnya di BKIA, puskesmas dan posyandu.
- melakukan imunisasi terhadap penyakit-penyakit infeksi yang prevalensinya tinggi.
- memperbaiki higiene lingkungan dengan menyediakan air minum, tempat membuang air besar (WC).
- mendidik rakyat untuk membuang air besar di tempat yang sudah disediakan, memasak air minum, memakai sandal atau sepatu untuk menghindari infeksi dari parasit, membersihkan rumah dan memasang jendela-jendela untuk mendapat udara segar.
Pengetahuan ibu sangat sangat mempengaruhi kesehatan balita, karena balita merupakan kelompok yang rawan gizi. Banyak balita mengalami KKP karena penyediaan bahan pangan yang tidak seimbang sehari-hari, dan yang berperan dalam hal itu adalah para ibu.
Mari bersama kita tingkatkan kesehatan masyarakat, karena penyakit ada karena kita tidak memperhatikan kesehatan kita sendiri, lingkungan serta kebutuhan akan zat-zat gizi bagi tubuh kita.
Bioteknologi
Bioteknologi, Aplikasi, dan Implikasinya Dalam Kehidupan Manusia
Bioteknologi merupakan pemanfaatan berbagai prinsip ilmiah dan rekayasa terhadap organisme, sistem, atau proses biologis untuk menghasilkan atau meningkatkan potensi organisme maupun menghasilkan produk dan jasa bagi kepentingan hidup manusia. Bioteknologi yang demikian, sebenarnya sudah dipraktikkan oleh nenek moyang manusia sejak berabad-abad yang lalu, yaitu melalui bioteknologi tradisional. Pada awalnya, bioteknologi tradisional ini memang sudah dikenal dan dilakukan oleh masyarakat tradisional, akan tetapi tanpa sebutan bioteknologi. Bioteknologi tradisional merupakan bioteknologi yang memanfaatkan mikroba, proses biokimia, dan proses genetik yang terjadi secara alami. Produk dari bioteknologi tradisional tersebut antara lain: tempe, oncom, yoghurt, dan keju. Bioteknologi tradisional ini terus mengalami perkembangan hingga ditemukannya struktur ADN yang diikuti dengan penemuan lainnya. Dengan ditemukannya struktur ADN dan berkembangnya ilmu pengetahuan tentang ADN, muncullah istilah bioteknologi modern.
Bioteknologi modern merupakan bioteknologi yang didasarkan pada manipulasi atau rekayasa ADN. Bioteknologi yang didasarkan pada manipulasi ADN ini dilakukan dengan memodifikasi gen spesifik dan memindahkannya pada organisme yang berbeda, seperti bakteri, hewan, dan tumbuhan. Produk dari bioteknologi modern, misalnya insulin, kloning domba Dolly, antibodi monoklonal. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa secara umum bioteknologi dikelompokkan menjadi dua, yaitu bioteknologi tradisional dan bioteknologi modern.
Dalam aplikasinya, bioteknologi menerapkan berbagai macam disiplin ilmu. Disiplin ilmu tersebut antara lain: mikrobiologi (tentang mikroba), biologi sel (tentang sel), genetika (tentang pewarisan sifat makhluk hidup), dan biokimia (tentang makhluk hidup dilihat dari aspek kimianya). Aplikasi bioteknologi, baik tradisional maupun modern, meliputi berbagai macam aspek kehidupan manusia, mulai dari bidang pertanian dan peternakan hingga kesehatan dan pengobatan. Beberapa contoh bioteknologi dalam bidang (1) pangan, misalnya tempe, oncom, dan tomat hasil manipulasi genetic; (2) pertanian, misalnya hidroponik dan tanaman jagung transgenic; (3) peternakan, misalnya domba ankon (berkaki pendek dan bengkok) hasil mutasi alami dan ternak unggul hasil manipulasi genetic; (4) kesehatan dan pengobatan, misalnya vaksin dan hormon somatotropin yang dihasilkan oleh E-coli.
Melihat berbagai macam produk dan jasa yang dihasilkan, agaknya tidak salah kalau sementara dapat disimpulkan bahwa bioteknologi memegang peranan penting dalam memenuhi kehidupan dan kebutuhan manusia. Mulai dari kebutuhan mendasar, yaitu makanan dan minuman hingga kesehatan, hampir semuanya terpenuhi oleh produk dan jasa dari bioteknologi. Dengan demikian, bioteknologi memberikan manfaat yang begitu besar bagi kehidupan manusia. Akan tetapi, sebuah sunnatullah juga tidak dapat dipungkiri bahwa segala sesuatu saling silih berganti, kelebihan dan kekurangan, manfaat dan ancaman, keduanya merupakan sebuah keniscayaan karena pada dasarnya tidak ada sesuatu yang sempurna di muka bumi ini.
Tidak semua sesuatu yang dianggap baik akan selamanya baik, kadang hal tersebut juga berpotensi dalam keburukan. Begitu pula teknologi. Di samping mempunyai manfaat yang begitu besar, juga berpotensi menimbulkan ancaman bagi kesejahteraan hidup manusia. Ancaman tersebut muncul apabila digunakan untuk tujuan yang tidak benar sehingga membahayakan kehidupan manusia itu sendiri. Bahaya bioteknologi tersebut misalnya digunakan untuk senjata biologis dan memunculkan organisme strain jahat. Bakteri dan virus berbahaya dapat dikembangbiakkan dalam medium tertentu yang selanjutnya digunakan untuk senjata biologis. Sedangkan munculnya organisme strain jahat berasal dari fenotipe suatu organisme yang diubah menjadi organisme yang berbahaya dengan menyisipkan gen jahat melalui rekayasa genetika. Selain itu, bioteknologi juga mengganggu keseimbangan lingkungan. Hal ini dikarenakan banyaknya organisme yang dimanipulasi genetiknya sehingga mempengaruhi kehidupan organisme lain.
Bioteknologi dengan berbagai produk dan jasa yang dihasilkan, tidak hanya mendatangkan dampak positif, tetapi juga dampak negatif. Untuk itu, tugas kita adalah mencari cara bagaimana mengatasi dampak negatif tersebut. Sebenarnya, dampak negatif yang ditimbulkan dari bioteknologi tergantung dari apa produk dan jasa yang dihasilkan dari bioteknologi itu. Beberapa contoh dampak negatif dari bioteknologi, misalnya alergi, dan hilangnya plasma nutfah/keanekaragaman makhluk hidup. Untuk mencegah terjadinya alergi itu dapat dilakukan dengan pengujian suatu produk bioteknologi dalam jangka waktu yang lama untuk memastikan ada tidaknya efek negatif tersebut terhadap konsumen. Sedangkan plasma nutfah dapat musnah akibat budidaya hewan atau tumbuhan yang unggul saja. Kepunahan plasma nutfah dapat diatasi dengan melakukan pemeliharaan berbagai jenis hewan dan tumbuhan di suatu tempat konservasi tertentu.
Bioteknologi merupakan pemanfaatan berbagai prinsip ilmiah dan rekayasa terhadap organisme, sistem, atau proses biologis untuk menghasilkan atau meningkatkan potensi organisme maupun menghasilkan produk dan jasa bagi kepentingan hidup manusia. Bioteknologi yang demikian, sebenarnya sudah dipraktikkan oleh nenek moyang manusia sejak berabad-abad yang lalu, yaitu melalui bioteknologi tradisional. Pada awalnya, bioteknologi tradisional ini memang sudah dikenal dan dilakukan oleh masyarakat tradisional, akan tetapi tanpa sebutan bioteknologi. Bioteknologi tradisional merupakan bioteknologi yang memanfaatkan mikroba, proses biokimia, dan proses genetik yang terjadi secara alami. Produk dari bioteknologi tradisional tersebut antara lain: tempe, oncom, yoghurt, dan keju. Bioteknologi tradisional ini terus mengalami perkembangan hingga ditemukannya struktur ADN yang diikuti dengan penemuan lainnya. Dengan ditemukannya struktur ADN dan berkembangnya ilmu pengetahuan tentang ADN, muncullah istilah bioteknologi modern.
Bioteknologi modern merupakan bioteknologi yang didasarkan pada manipulasi atau rekayasa ADN. Bioteknologi yang didasarkan pada manipulasi ADN ini dilakukan dengan memodifikasi gen spesifik dan memindahkannya pada organisme yang berbeda, seperti bakteri, hewan, dan tumbuhan. Produk dari bioteknologi modern, misalnya insulin, kloning domba Dolly, antibodi monoklonal. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa secara umum bioteknologi dikelompokkan menjadi dua, yaitu bioteknologi tradisional dan bioteknologi modern.
Dalam aplikasinya, bioteknologi menerapkan berbagai macam disiplin ilmu. Disiplin ilmu tersebut antara lain: mikrobiologi (tentang mikroba), biologi sel (tentang sel), genetika (tentang pewarisan sifat makhluk hidup), dan biokimia (tentang makhluk hidup dilihat dari aspek kimianya). Aplikasi bioteknologi, baik tradisional maupun modern, meliputi berbagai macam aspek kehidupan manusia, mulai dari bidang pertanian dan peternakan hingga kesehatan dan pengobatan. Beberapa contoh bioteknologi dalam bidang (1) pangan, misalnya tempe, oncom, dan tomat hasil manipulasi genetic; (2) pertanian, misalnya hidroponik dan tanaman jagung transgenic; (3) peternakan, misalnya domba ankon (berkaki pendek dan bengkok) hasil mutasi alami dan ternak unggul hasil manipulasi genetic; (4) kesehatan dan pengobatan, misalnya vaksin dan hormon somatotropin yang dihasilkan oleh E-coli.
Melihat berbagai macam produk dan jasa yang dihasilkan, agaknya tidak salah kalau sementara dapat disimpulkan bahwa bioteknologi memegang peranan penting dalam memenuhi kehidupan dan kebutuhan manusia. Mulai dari kebutuhan mendasar, yaitu makanan dan minuman hingga kesehatan, hampir semuanya terpenuhi oleh produk dan jasa dari bioteknologi. Dengan demikian, bioteknologi memberikan manfaat yang begitu besar bagi kehidupan manusia. Akan tetapi, sebuah sunnatullah juga tidak dapat dipungkiri bahwa segala sesuatu saling silih berganti, kelebihan dan kekurangan, manfaat dan ancaman, keduanya merupakan sebuah keniscayaan karena pada dasarnya tidak ada sesuatu yang sempurna di muka bumi ini.
Tidak semua sesuatu yang dianggap baik akan selamanya baik, kadang hal tersebut juga berpotensi dalam keburukan. Begitu pula teknologi. Di samping mempunyai manfaat yang begitu besar, juga berpotensi menimbulkan ancaman bagi kesejahteraan hidup manusia. Ancaman tersebut muncul apabila digunakan untuk tujuan yang tidak benar sehingga membahayakan kehidupan manusia itu sendiri. Bahaya bioteknologi tersebut misalnya digunakan untuk senjata biologis dan memunculkan organisme strain jahat. Bakteri dan virus berbahaya dapat dikembangbiakkan dalam medium tertentu yang selanjutnya digunakan untuk senjata biologis. Sedangkan munculnya organisme strain jahat berasal dari fenotipe suatu organisme yang diubah menjadi organisme yang berbahaya dengan menyisipkan gen jahat melalui rekayasa genetika. Selain itu, bioteknologi juga mengganggu keseimbangan lingkungan. Hal ini dikarenakan banyaknya organisme yang dimanipulasi genetiknya sehingga mempengaruhi kehidupan organisme lain.
Bioteknologi dengan berbagai produk dan jasa yang dihasilkan, tidak hanya mendatangkan dampak positif, tetapi juga dampak negatif. Untuk itu, tugas kita adalah mencari cara bagaimana mengatasi dampak negatif tersebut. Sebenarnya, dampak negatif yang ditimbulkan dari bioteknologi tergantung dari apa produk dan jasa yang dihasilkan dari bioteknologi itu. Beberapa contoh dampak negatif dari bioteknologi, misalnya alergi, dan hilangnya plasma nutfah/keanekaragaman makhluk hidup. Untuk mencegah terjadinya alergi itu dapat dilakukan dengan pengujian suatu produk bioteknologi dalam jangka waktu yang lama untuk memastikan ada tidaknya efek negatif tersebut terhadap konsumen. Sedangkan plasma nutfah dapat musnah akibat budidaya hewan atau tumbuhan yang unggul saja. Kepunahan plasma nutfah dapat diatasi dengan melakukan pemeliharaan berbagai jenis hewan dan tumbuhan di suatu tempat konservasi tertentu.
Langganan:
Komentar (Atom)