Selasa, 04 Agustus 2009

mengatasi mata minus secara alami

Gimana mengatasi mata minus secara alami?

Memang sih sekarang lagi pake kacamata atau kontak lens, tapi kalo ada yang tau cara membuat minus berkurang, knapa tidak?

Yaah, tentunya tanpa lasik ya.

* 9 bulan lalu

Lapor Penyalahgunaan
Arny A by Arny A

Anggota sejak:
15 Mei 2008
Total poin:
1525 (Tingkat 3)

* Tambahkan ke Kontak Saya
* Blokir Pengguna

Jawaban Terbaik - Dipilih oleh Penanya
Beberapa latihan untuk meningkatkan Penglihatan

1. Zooming, adalah latihan melihat/focus dari benda yang jauh ke benda yang dekat, secara bergantian. Misal dengan melihat pensil dengan jarak 15 cm didepan mata dengan objek lain yang jaraknya lebih jauh, misal 4 meter atau lebih.
2. Palming, adalah menutup mata dengan kedua telapak tangan. Gosok kedua tangan dengan lembut sampai terasa hangat, kemudian letakkan telapak tangan pada mata dalam kondisi terpejam, jangan tekan bola mata, tapi letakan dengan halus pada tulang-tulang sekitar mata.
3. Latihan dengan Kartu test mata yang jarahnya berjauhan.
4. Soft focus, sama dengan zooming, hanya saja, selama focus mata tidak boleh berkedip selama 5-25 detik, dan mata tidak terlalu focus, hanya melihat secara santai.
5. Menguaplah dengan lebar, sampai anda benar-benar merasa rileks.
6. Dengan bola berayun, coba untuk focus ke bola yang bergerak karena ayunan. Atau bisa diganti dengan bola pingpong/tennis yang sedang dimainkan, atau alternative lain yang serupa.
7. Pencahayaan, dengan mata tertutup, pandanglah matahari, atau lampu yang cukup terang, sampai mata anda terasa hangat.
8. Latihan peregangan otot mata, gerakan mata anda kebawah, keatas, tengah samping.
9. Memijat bagian-bagian kepala yang mempengaruhi mata; bagian bawah alis, pangkal hidung yang diapit oleh 2 mata, 2 sisi kening di ujung alis bagian luar, titik bawah mata (tulang sekitar mata), bahu dekat tengkuk, 2 urat leher di bagian tengkuk.

Tambahan

1. Sering-seringlah berjemur bawah dimatahari
2. Sering-seringlah melihat warna-warna alami di luar ruangan
3. Makanan yang tidak dianjurkan selama masa latihan:

1. Minuman ber alcohol

2. Makanan atau minuman yang mengandung kafein

3. Telor

4. Gorengan

5. Buah-buahan

6. Es krim

7. Keju

8. Rokok

9. Kopi

10. Susu

11. Daging merah

12. Obat-obatan (Selain yang dianjurkan dokter)

13. Makanan yang mengandung gula.

4. Olah raga yang dianjurkan:

1. Aerobic

2. Bersepeda

3. Dansa cepat

4. Jogging

5. Skating

6. Jalan kaki

7. Berenang

8. Tennis

9. Selancar

10. Yoga

11. Taichi

5. Menggunakan Pinhole glasses bisa sangat membantu menambah ketajaman penglihatan anda.

* 9 bulan lalu

* Lapor Penyalahgunaan

Penilaian Penanya:
5 dari 5
Komentar Penanya:
Terperinci banget. Buat yang laen, thanks atas partisipasinya.

Apakah ini yang Anda cari?

* Penilaian: Jawaban Bagus
* Penilaian: Jawaban Buruk

* 2 bintang - tandai ini sebagai Pertanyaan Menarik!
Siapa yang menilainya menarik
1. Tresna
2. Rachmad
* Email
* Beri Komentar (0)
* Simpan
o Tambahkan ke Daftar Pantau pribadi
o Simpan ke Yahoo! Bookmarks
o RSS

Saat ini tidak ada komentar untuk pertanyaan ini.

* Anda harus sign in ke Yahoo! Answers untuk memberikan komentar. Sign in or Daftar.
Jawaban Lain (5)
Tampilkan:

*
rofiudin by rofiudin

Anggota sejak:
02 September 2008
Total poin:
141 (Tingkat 1)

o Tambahkan ke Kontak Saya
o Blokir Pengguna
klo dah minus banget mungkin susah diobatin, kalopun bisa mungkin ngurangin.. coba tanya dokter mata, maklum ilmu kedokteran yang bisa jawab
o 9 bulan lalu
o 0 Penilaian: Jawaban Bagus
o 0 Penilaian: Jawaban Buruk
o Lapor Penyalahgunaan
*
Rachmad by Rachmad

Anggota sejak:
09 Oktober 2008
Total poin:
1084 (Tingkat 3)

o Tambahkan ke Kontak Saya
o Blokir Pengguna
Pertama saya akan menjelaskan/berbagi tentang arti mata minus. Mata minus (miopi/rabun jauh) adalah ketidakmampuan mata seseorang melihat benda yang jauh dengan jelas, atau bergesernya titik jauh mata (punctum remotum) yang pada awalnya adalah tak terhingga (mata dpt melihat jauh sampai tak terhingga) menjadi terbatas (misalnya hanya sampai 100 meter). Miopi disebabkan karena lensa mata terlalu cembung atau karena terlalu penjangnya bola mata, yang akan menyebabkan bayangan benda yg dilihat jatuh di depan fovea (binti kuning : titik dimana seharusnya bayangan benda jatuh supaya bisa terlihat jelas). Miopi banyak diderita oleh orang yang sering melihat dekat dan jarang melihat jauh, seperti tukang reparasi televisi/jam tangan, pembaca buku, dsb.

Cara-cara aman yang dapat ditempuh untuk membantu mengurangi/menyembuhkan mata miopi adalah:
1. Terapi lasik/laser mata : cara tercepat yang dapat ditempuh yaitu dengan mengurangi ketebalan/kecembungan lensa mata dengan cara menyayat dengan laser khusus mata
2. Terapi penglihatan jauh : membiasakan diri untuk melihat benda2 yang jauh sambil diselingi melihat benda dekat secara teratur dan terpadu
3. Bantuan kaca mata cekung/minus (-) : dengan alat bantu kaca mata, lama kelamaan otot mata akan terbantu dan terbentuk sehingga minus mata bisa berkurang. Namun ini butuh waktu lama karena merupakan kegiatan pembiasaan
4. Bantuan suplemen mata yang bertugas 'membantu' memulihkan kesehatan mata

Semoga bermanfaat, saya mencoba untuk berbagi yang saya tahu, jika ada kesalahan harap maklum.
o 9 bulan lalu
o 0 Penilaian: Jawaban Bagus
o 0 Penilaian: Jawaban Buruk
o Lapor Penyalahgunaan
*
dr. Irwan, TCM by dr. Irwan, TCM

Anggota sejak:
30 Oktober 2007
Total poin:
4705 (Tingkat 4)

o Tambahkan ke Kontak Saya
o Blokir Pengguna
Mata minus bisa dikurangi dengan akupuntur, hal ini sudah sering saya lakukan dengan hasil yang sangat memuaskan.
Untuk info lebihlanjut hubungi 021 99140027
o 9 bulan lalu
o 0 Penilaian: Jawaban Bagus
o 0 Penilaian: Jawaban Buruk
o Lapor Penyalahgunaan
*
RanniE by RanniE

Anggota sejak:
31 Oktober 2008
Total poin:
114 (Tingkat 1)

o Tambahkan ke Kontak Saya
o Blokir Pengguna
Menurut saya, minus mata dapat berkurang dengan cara banyak memakan wortel dan buah-buahan yang bervitamin A.......
Selamat mencoba!!!!!
o 9 bulan lalu
o 0 Penilaian: Jawaban Bagus
o 0 Penilaian: Jawaban Buruk
o Lapor Penyalahgunaan
*
uchi arrey by uchi arrey

Anggota sejak:
23 Mei 2008
Total poin:
2139 (Tingkat 3)

o Tambahkan ke Kontak Saya
o Blokir Pengguna
pijat aja di daerah sekitar mata!!!
o 9 bulan lalu
o 0 Penilaian: Jawaban Bagus
o 0 Penilaian: Jawaban Buruk
o Lapor Penyalahgunaan

Pertanyaan terbuka di Lain - Kesehatan

* duh Sariawan nih......apa ya obatnya...ada yg bisa bantu ngak.....?
* Mohon doanya ya teman...?
* Anak saya kalau bangun tidur mukanya lebam, kenapa ya ?
* Dokter anak di daerah Bintaro?

Pertanyaan terselesaikan di Lain - Kesehatan

* kenapa kalau malam saya sulit tidur, baru jam 3 pagi bisa tidur?
* yang tau tntang pnyakit tipes tolong bntuq dong?
* saya pernah dengar cara diet sehat berdasarkan golongan darah.apakah ini efektif?
* yougourt itu apa sich?

Hak Cipta © 2009 Yahoo! Southeast Asia Pte Ltd. (Co. Reg. No. 199700735D). Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.

* Kebijakan Hak Cipta/HaKI -
* Kebijakan Privasi -
* Ketentuan Layanan -
* Pedoman Komunitas

Selasa, 26 Mei 2009

Filed under Tren & Isu Keperawatan

15 Prinsip dasar Kecerdasan Emosional : Modal Dasar Perawat Profesional
March 13, 2009 by admin
Filed under Tren & Isu Keperawatan
Leave a Comment
brainSaat ini kecerdasan emosional tidak bisa dipandang sebelah mata. Sejak munculnya karya Daniel Goleman, Emotional Intelligence: Why It Can Matter More Than IQ, pada tahun 1995, telah membangkitkan minat yang sangat besar mengenai peran kecerdasan emosional dalam kehidupan manusia.

Tidak terkecuali dengan profesi keperawatan. Dengan kegiatannya yang setiap saat berinteraksi dengan manusia, perawat memerlukan tidak hanya IQ yang bagus, namun kecerdasan emosional (EQ) yang ‘tidak biasa’. Penelitian tentang kecerdasan emosional telah memperlihatkan bahwa EQ adalah penilaian yang bisa mencegah munculnya perilaku yang buruk. Stigma negatif yang menyatakan bahwa perawat itu ‘judes’, ‘cuek’, ‘pemarah’, dan stigma-stigma negatif lain akan mampu dihilangkan jika perawat mampu memiliki kecerdasan emosional yang baik.

Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk mengenali perasaan, meraih dan membangkitkan perasaan untuk membantu pikiran, memahami perasaan dan maknanya, dan mengendalikan perasaan secara mendalam sehingga membantu perkembangan emosi dan intelektualnya.

Menurut Reuven Bar-On, kecerdasan emosional terbagi dalam 5 ranah yang dijabarkan lebih detail menjadi 15 komponen. Secara ringkas digambarkan dalam penjelasan berikut:

Ranah intrapribadi
Ranah ini terkait dengan apa yang biasanya disebut sebagai “inner self” (diri terdalam, batiniah). Dunia intrapribadi menentukan seberapa mendalamnya perasaan kita, seberapa puas kita terhadap diri sendiri dan prestasi kita dalam hidup. Sukses dalam ranah ini mengandung arti bahwa kita bisa mengungkapkan perasaan kita, bisa hidup dan bekerja secara mandiri, tegar, dan memiliki rasa percaya diri dalam mengemukakan gagasan dan keyakinan kita. Ranah ini terdiri dari 5 komponen yaitu:

* Kesadaran diri, yaitu kemampuan untuk mengenal dan memilah-milah perasaan, memahami hal yang sedang kita rasakan dan mengapa hal itu kita rasakan, dan mengetahui penyebab munculnya perasaan tersebut. Kesadaran diri yang sangat rendah dialami penderita alexythimia (tidak mampu mengungkapkan perasaan secara lisan)
* Sikap asertif (ketegasan, keberanian menyatakan pendapat), yang meliputi tiga komponen dasar: (1) kemampuan mengungkapkan perasaan (misalnya untuk menerima dan mengungkapkan perasaan marah, hangat, dan seksual); (2) kemampuan mengungkapkan keyakinan dan pemikiran secara terbuka (mampu menyuarakan pendapat, menyatakan ketidaksetujuan dan bersikap tegas, meskipun secara emosional sulit melakukan ini dan bahkan sekalipun kita mungkin harus mengorbankan sesuatu); dan (3) kemampuan untuk mempertahankan hak-hak pribadi (tidak membiarkan orang lain mengganggu dan memanfaatkan kita). Orang asertif bukan orang yang suka terlalu menahan diri dan juga bukan pemalu – mereka bisa mengungkapkan perasaannya (biasanya secara langsung) tanpa bertindak agresif maupun melecehkan.
* Kemandirian, yaitu kemampuan untuk mengarahkan dan mengendalikan diri sendiri dalam berpikir dan bertindak, serta tidak merasa bergantung pada orang lain secara emosional. Orang yang mandiri mengandalkan diri sendiri dalam merencanakan dan membuat keputusan penting. Kendati demikian, mereka bisa saja meminta dan mempertimbangkan pendapat orang lain sebelum akhirnya membuat keputusan yang tepat bagi mereka sendiri. Ingat, meminta pendapat orang lain jangan selalu dianggap pertanda ketergantungan. Orang yang mandiri mampu bekerja sendiri – mereka tidak mau bergantung pada orang lain dalam memenuhi kebutuhan emosional mereka. Kemampuan untuk mandiri bergantung pada tingkat kepercayaan diri dan kekuatan batin seseorang, dan keinginan untuk memenuhi harapan dan kewajiban tanpa diperbudak oleh kedua jenis tuntutan itu.
* Penghargaan diri, yaitu kemampuan untuk menghormati dan menerima diri sendiri sebagai pribadi yang pada dasarnya baik. Menghormati diri sendiri intinya adalah menyukai diri sendiri apa adanya. Penghargaan diri adalah kemampuan untuk mensyukuri berbagai aspek dan kemungkinan positif yang kita cerap dan dan juga menerima aspek negatif dan keterbatasan yang ada pada diri kita dan tetap menyukai diri kita. Penghargaan diri adalah memahami kelebihan dan kekurangan kita, dan menyukai diri sendiri, “dengan segala kekurangan dan kelebihannya”. Unsur dasar dari kecerdasan emosional ini dikaitkan dengan berbagai perasaan umum, seperti rasa aman, kekuatan batin, rasa percaya diri, dan rasa sanggup hidup mandiri. Perasaan yakin pada diri sendiri ditentukan oleh adanya rasa hormat diri dan harga diri, yang tumbuh akibat kesadaran akan jati diri – kesadaran yang berkembang dengan cukup baik. Orang yang memiliki rasa penghargaan diri yang bagus akan merasa berpuas dengan diri mereka sendiri. Lawan dari penghargaan diri adalah rasa rendah diri dan rasa tidak puas pada diri sendiri.
* Aktualisasi diri, yaitu kemampuan untuk mengejawantahkan kemampuan kita yang potensial. Unsur kecerdasan emosional ini diwujudkan dengan ikut serta dalam perjuangan untuk meraih kehidupan yang bermakna, kaya, dan utuh. Berjuang mewujudkan potensi kita berarti mengembangkan aneka kegiatan yang dapat menyenangkan dan bermakna, dan bisa juga diartikan sebagai perjuangan seumur hidup dan kebulatan tekad untuk meraih sasaran jangka panjang. Aktualisasi diri adalah suatu proses perjuangan berkesinambungan yang dinamis, dengan tujuan mengembangkan kemampuan dan bakat kita secara maksimal, dan berusaha dengan gigih dan sebaik mungkin untuk memperbaiki diri kita secara menyeluruh. Kegairahan terhadap bidang yang kita minati akan menambah semangat dan motivasi untuk terus memupuk minat itu. Aktualisasi diri merupakan bagian dari rasa kepuasan diri.

Ranah antarpribadi
Ranah ini berhubungan dengan apa yang dikenal sebagai keterampilan berinteraksi. Mereka yang berperan dengan baik dalam ranah ini biasanya bertanggungjawab dan dapat diandalkan. Mereka memahami, berantaraksi, dan bergaul dengan baik dengan orang lain dalam berbagai situasi. Mereka membangkitkan kepercayaan dan menjalankan perannya dengan baik sebagai bagian dari suatu kelompok. Ranah ini terdiri dari 3 komponen, yaitu:

* Empati, yaitu kemampuan untuk menyadari, memahami, dan menghargai perasaan dan pikiran orang lain. Empati adalah “menyelaraskan diri” (peka) terhadap apa, bagaimana, dan latar belakang perasaan dan pikiran orang lain sebagaimana orang tersebut merasakan dan memikirkannya. Bersikap empatik artinya mampu “membaca orang lain dari sudut pandang emosi”. Orang empatik peduli pada orang lain dan memperlihatkan minat dan perhatiannya pada mereka.
* Tanggungjawab sosial, yaitu kemampuan untuk menunjukkan bahwa kita adalah anggota kelompok masyarakat yang dapat bekerja sama, berperan, dan konstruktif. Unsur kecerdasan emosional ini meliputi bertindak secara bertanggungjawab, meskipun mungkin kita tidak mendapatkan keuntungan apa pun secara pribadi, melakukan sesuatu untuk dan bersama orang lain, bertindak sesuai hati nurani, dan menjunjung tinggi norma yang berlaku di masyarakat. Orang yang mempunyai tanggungjawab sosial memiliki kesadaran sosial dan sangat peduli pada orang lain. Kesadaran sosial dan kepedulian ini tampak dalam kemampuaanya memikul tanggungjawab hidup bermasyarakat. Orang yang mempunyai tanggungjawab sosial memiliki kepekaan antarpribadi dan dapat menerima orang lain, serta dapat menggunakan bakatnya demi kebaikan bersama, tidak hanya demi dirinya sendiri. Orang yang tidak mempunyai tanggungjawab sosial akan menunjukkan sikap antisosial, bertindak sewenang-wenang pada orang lain, dan memanfaatkan orang lain.
* Hubungan antarpribadi, yaitu kemampuan membina dan memelihara hubungan yang saling memuaskan yang ditandai dengan keakraban dan saling memberi serta menerima kasih sayang. Kepuasan bersama ini mencakup antaraksi sosial bermakna yang berpotensi memberikan kepuasan serta ditandai dengan saling memberi dan menerima. Keterampilan menjalin hubungan antarpribadi yang positif dicirikan oleh kepedulian kepada sesama. Unsur kecerdasan emosional ini tidak hanya berkaitan dengan keinginan untuk membina persahabatan dengan orang lain, tetapi juga dengan kemampuan merasa tenang dan nyaman berada dalam jalinan hubungan tersebut, serta kemampuan memiliki harapan positif yang menyangkut antaraksi sosial.

Ranah penyesuaian diri
Ranah ini berkaitan dengan kemampuan kita untuk menilai dan menanggapi situasi yang sulit. Keberhasilan dalam ranah ini mengandung arti bahwa kita dapat memahami masalah dan merencanakan pemecahan yang ampuh, dapat menghadapi dan memecahkan masalah keluarga, serta dapat menghadapi konflik, baik di lingkungan masyarakat maupun di lingkungan kerja. Ranah ini terdiri dari 3 komponen, yaitu:

* Pemecahan masalah, yaitu kemampuan untuk mengenali dan merumuskan maslah, serta menemukan dan menerapkan pemecahan yang ampuh. Memecahkan masalah bersifat multifase dan mensyaratkan kemampuan menjalani proses berikut: (1) memahami masalah dan percaya pada diri sendiri, serta termotivasi untuk memecahkan masalah itu secara efektif; (2) menentukan dan merumuskan masalah sejelas mungkin (misalnya dengan mengumpulkan informasi yang relevan); (3) menemukan sebanyak mungkin alternatif pemecahan (misalnya curah gagasan); (4) mengambil keputusan untuk menerapkan salah satu alternatif pemecahan (misalnya menimbang-nimbang kekuatan dan kelemahan setiap alternatif, kemudian memilih alternatif yang terbaik); (5) menilai hasil penerapan alternatif pemecahan yang digunakan, dan (6) mengulang proses di atas apabila masalahnya tetap belum terpecahkan. Pemecahan masalah berkaitan dengan sikap hati-hati, disiplin, dan sistematik dalam menghadapi dan memandang masalah. Kemampuan ini juga berkaitan dengan keinginan untuk melakukan yang terbaik dan menghadapi, bukan menghindari masalah.
* Uji realitas, yaitu kemampuan menilai kesesuaian antara apa yang dialami dan apa yang secara objektif terjadi. Uji realitas adalah “menyimak” situasi yang ada di depan kita. Uji realitas adalah kemampuan melihat hal secara objektif, sebagaimana adanya, bukan sebagaimana yang kita inginkan atau takutkan. Menguji derajat kesesuaian ini mensyaratkan pencarian bukti-bukti objektif untuk menegaskan, membenarkan, dan mendukung perasaan, persepsi, dan pikiran kita. Penekanannya adalah pada kepragmatisan, keobjektifan, cukupnya persepsi kita, dan keaslian gagasan serta pikiran kita. Aspek penting unsur kecerdasan emosional ini meliputi kemampuan berkonsentrasi dan memusatkan perhatian kita berusaha menilai dan menghadapi situasi yang ada di depan kita. Uji realitas ini berkaitan dengan tidak menarik diri dari dunia luar, penyesuaian diri dengan situasi langsung, dan ketenangan serta kejelasan persepsi dan proses berpikir. Secara sederhana, uji realitas adalah kemampuan untuk secara akurat “menilai” situasi yang ada di depan kita.
* Sikap fleksibel, yaitu kemampuan menyesuaikan emosi, pikiran, dan perilaku dengan perubahan situasi dan kondisi. Unsur kecerdasan emosional ini mencakup seluruh kemampuan kita untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan yang tidak biasa, tidak terduga, dan dinamis. Orang yang fleksibel adalah orang yang tangkas, mampu bekerjasama yang menghasilkan sinergi, dan dapat menanggapi perubahan secara luwes. Orang seperti ini bersedia berubah pikiran jika ada bukti yang menunjukkan bahwa mereka salah. Pada umumnya mereka terbuka dan mau menerima gagasan, orientasi, cara, dan kebiasaan yang berbeda. Kemampuan mereka untuk mengubah pikiran dan perilaku tidaklah semau gue ataupun dibuat-buat, melainkan sesuai dengan umpan balik perubahan yang mereka terima dari lingkungan. Orang yang tidak memiliki kemampuan ini cenderung kaku dan keras kepala. Mereka sulit beradaptasi di lingkungan yang baru dan kurang pintar memanfaatkan peluang baru.

Ranah pengendalian stres
Ranah ini berkaitan dengan kemampuan menanggung stress tanpa harus ambruk, hancur, kehilangan kendali, atau terpuruk. Keberhasilan dalam ranah ini berarti bahwa kita biasanya dapat tetap tenang, jarang bersifat impulsif, dan mampu menghadapi tekanan. Di lingkungan kerja, kemampuan ini sangat vital jika kita selalu menghadapi pekerjaan yang tenggatnya ketat dan karena harus jungkir balik memenuhi berbagai macam tuntutan yang menyita waktu. Di rumah, kemampuan ini memungkinkan kita tetap dapat menjalankan tugas rumah tangga yang padat sambil sekaligus menjaga kesehatan. Ranah ini terdiri dari 2 komponen, yaitu:

* Ketahanan menanggung stres, yaitu kemampuan untuk menghadapi peristiwa yang tidak menyenangkan dan situasi yang penuh tekanan tanpa menjadi berantakan, dengan secara aktif dan positif menghadapi stress. Kemampuan ini didasarkan pada: (1) kemampuan memilih tindakan untuk menghadapi stres (banyak akal dan efektif, dapat menemukan cara yang pas, tahu apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya); (2) sikap optimis menghadapi pengalaman baru dan perubahan pada umumnya dan optimis pada kemampuan sendiri untuk mengatasi masalah yang tengah dihadapi; dan (3) perasaan bahwa kita dapat mengendalikan atau berperan dalam menangani situasi stres dengan tetap tenang dan memegang kendali. Ketahanan menanggung stres berarti memiliki segudang tanggapan yang sesuai untuk menghadapi situasi yang menekan. Ketahanan ini berkaitan dengan kemampuan untuk tetap tenang dan sabar, serta kemampuan menghadapi kesulitan dengan kepala dingin, tanpa terbawa emosi. Orang yang tahan menghadapi stres akan menghadapi, bukan menghindari, krisis dan masalah, tidak menyerah pada rasa tidak berdaya atau putus asa. Perasaan cemas, yang sering muncul ketika ketahanan ini luntur, akan berdampak buruk pada kinerja secara umum karena kecemasan akan menurunkan konsentrasi, sulit mengambil keputusan, dan muncul masalah somatik seperti gangguan tidur.
* Pengendalian impuls, yaitu kemampuan menolak atau menunda impuls, dorongan, atau godaan untuk bertindak. Pengendalian impuls ini mencuatkan kemampuan menampung impuls agresif, tetap sabar dan mengendalikan sikap agresif, permusuhan, serta perilaku yang tidak bertanggungjawab. Masalah dalam hal pengendalian impuls ini akan muncul dalam bentuk sering merasa frustasi, impulsif, sulit mengendalikan amarah, bertindak kasar, kehilangan kendali diri, menunjukkan perilaku yang meledak-ledak dan tak terduga.

Ranah suasana hati umum
Ranah ini berkaitan dengan pandangan kita tentang kehidupan, kemampuan kita bergembira sendirian dan dengan orang lain, serta keseluruhan rasa puas dan kecewa yang kita rasakan. Ranah ini terdiri dari 2 komponen, yaitu:

* Kebahagiaan, yaitu kemampuan untuk merasa puas dengan kehidupan kita, bergembira sendirian dan dengan orang lain, serta bersenang-senang. Kebahagiaan adalah gabungan dari kepuasan diri, kepuasaan secara umum, dan kemampuan menikmati hidup. Orang yang bahagia sering merasa senang dan nyaman, baik selama bekerja maupun pada waktu luang; mereka menikmati hidup dengan bebas, dan menikmati kesempatan untuk bersenang-senang. Kebahagiaan berhubungan dengan perasaan riang dan penuh semangat. Kebahagiaan adalah produk sampingan dan/atau barometer yang menunjukkan derajar kecerdasan dan kinerja emosional kita. Orang yang derajat kebahagiaannya rendah dapat menderita gejala depresi, seperti cenderung merasa cemas, merasa tidak pasti akan masa depan, menarik diri dari pergaulan, kurang semangat, berpikiran murung, merasa bersalah, tidak puas pada hidup dan, dalam kasus yang ekstrem, memikirkan dan berperilaku yang mengarah ke bunuh diri.
* Optimisme, yaitu kemampuan melihat sisi terang kehidupan dan memelihara sikap positif, sekalipun ketika berada dalam kesulitan. Optimisme mengasumsikan adanya harapan dalam cara orang menghadapi kehidupan. Optimisme adalah pendekatan yang positif terhadap kehidupan sehari-hari. Optimisme adalah lawan pesimisme, yang merupakan gejala umum depresi.

Itulah 15 prinsip dasar yang seharusnya dimiliki seorang perawat. Bisa dipastikan jika semua perawat khususnya yang ada di Indonesia tahu, mau, dan mampu memahami dan menerapkan 15 prinsip dasar diatas, maka kualitas asuhan keperawatan yang diberikan tidak akan mengecewakan, dan tentu saja stigma negatif yang selama ini ada dalam diri perawat akan luntur berganti dengan pandangan-pandangan yang positif. Yakinlah…
Anda Insan Keperawatan Indonesia (Perawat atau Mahasiswa Keperawatan)? Silahkan register disini!. Setelah register, nama anda akan muncul di page Pasukan Perawat Indonesia, selain itu anda bisa mengirimkan tulisan atau informasi apapun tentang keperawatan di blog ini!

Tags: EQ, kecerdasan emosional, perawat

Senin, 13 April 2009

Topik Kesehatan

Obat merupakan sesuatu yang umumnya dikonsumsi saat seseorang sakit. Saat menderita flu, batuk, sakit maag atau sakit kepala (pusing), kebanyakan orang mengobatinya dengan mengkonsumsi obat bebas yang dapat dibeli di warung, toko atau apotik. Hal ini disebabkan karena penyakit tersebut umumnya cepat sembuh dan dianggap tidak berbahaya. Tetapi, ada hal yang perlu diperhatikan saat Anda mengkonsumsi obat bebas atau antibiotik.

Obat Bebas

Obat bebas adalah obat yang dapat dibeli secara bebas atau tidak membutuhkan resep dokter. Obat bebas cukup aman dikonsumsi bila mengikuti aturan pakai dan dosis yang tercantum dalam kemasan. Anda juga harus memastikan apakah obat bebas tersebut benar-benar obat bebas yang aman, bukan obat yang membutuhkan resep dokter tetapi dapat dibeli secara bebas.

Sesuaikan obat yang akan dikonsumsi dengan penyakit yang diderita. Misalnya, saat Anda batuk, perhatikan apakah batuk tersebut termasuk jenis batuk kering atau batuk berdahak. Batuk kering biasanya disebabkan karena adanya iritasi. Sedangkan batuk berdahak karena masuknya virus atau bakteri sehingga tubuh mengeluarkan lendir untuk melawannya.

Atau bila Anda menderita flu, dapat dideteksi apakah flu disebabkan virus atau bakteri. Flu yang disebabkan virus biasanya mengeluarkan cairan encer yang sebenarnya bisa disembuhkan dengan cukup beristirahat, minum banyak air, dan makan makanan bergizi dan mengandung vitamin khususnya vitamin C, tanpa perlu mengkonsumsi obat. Sebaliknya, bila cairan kental berarti flu disebabkan oleh bakteri yang perlu diatasi dengan mengkonsumsi obat atau dengan pergi ke dokter untuk mendapatkan antibiotik.

Anda perlu mengetahui apa kandungan yang terdapat dalam obat bebas dan memastikan agar Anda atau orang yang akan mengkonsumsi obat tersebut tidak memiliki alergi terhadap kandungan obat. Hindari mengkonsumsi kandungan tertentu dari obat dikonsumsi dengan dosis dua kali lipat atau lebih. Hal ini dimungkinkan apabila seseorang mengkonsumsi obat flu dan obat sakit kepala bersamaan sehingga kandungan parasetamol yang terdapat dalam kedua obat tersebut masuk ke tubuh dengan dosis ganda.

Berikut ini tabel kandungan yang umumnya terdapat dalam obat bebas dan kegunaannya.
Obat untuk Penyakit Kandungan dalam Obat Manfaat
Flu atau Pilek Parasetamol
(Asetaminofen) Penurun panas (antipiretik) dan meredakan nyeri otot dan sendi (amalgesik)
Klorpeniramin atau Difenhidramin atau Feniramin atau Tripolidin
(Antihistamin) Mengatasi alergi dan meredakan bersin.
Pseudoefedrin atau Efedrin atau Fenilefrin atau Fenilpropanolamin
(Dekongestan) Melegakan tenggorokan dan melonggarkan saluran pernapasan dengan cara mengurangi lendir.
Batuk Kering Dextromethorpan
(DMP) Meredakan batuk kering.
Parasetamol Menurunkan panas dan meredakan nyeri otot dan sendi.
Dextromethorphan
(Antitusif) Meredakan refleks batuk secara langsung dengan cara menekan pusat batuk baik yang berada di sumsum sambungan (medulla) atau pada pusat saraf (otak).
Batuk Berdahak Guaifenesin dan garam ammonium guaicol
(Ekspetoran) Mengeluarkan cairan encer sehingga dahak menjadi lebih encer dan mudah dikeluarkan.
Ambroxol dan Bromexin
(Mukolitik) Mengurangi kekentalan cairan lendir.
Sakit Kepala atau Pusing Parasetamol atau Asam Mefenamat atau Asam Asetil Salisilat Menurunkan panas dan meredakan nyeri otot dan sendi.
Sakit Lambung atau Sakit Maag Aluminium hidroksida dan Magnesium Hidroksida Mengurangi nyeri lambung dengan menetralkan asam lambung.
Diare Attapulgite dan Pectin Mengurangi pergerakan usus.

Efek samping yang dapat terjadi bila kelebihan dosis (over dosis) obat adalah nyeri lambung, jantung berdebar, gelisah, kejang atau hilang kesadaran. Dampak terburuknya dapat mengakibatkan kematian.


Kapan Saat yang Tepat untuk Minum Obat?

Mengkonsumsi obat, baik obat bebas atau obat dengan resep dokter termasuk antibiotik sebaiknya tidak dilakukan saat perut dalam keadaan kosong karena dapat menyebabkan efek yang buruk. Selalu gunakan air putih bukan kopi, susu atau teh saat minum obat. Dan yang terpenting selalu ikuti anjuran pemakaian agar terhindar dari efek samping yang berbahaya.
Antibiotik

Bila Anda tidak kunjung sembuh setelah mengkonsumsi obat bebas, sebaiknya Anda segera pergi ke dokter agar dapat diberikan obat yang tepat. Untuk penyakit yang menyangkut infeksi, umumnya dokter akan memberikan antibiotik, walaupun dalam banyak kasus ada yang dapat disembuhkan tanpa mengkonsumsi antibiotik. Maka, tidak ada salahnya Anda menanyakan jenis serta kegunaan obat yang diberikan dokter.

Antibiotik yang dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka pendek dapat menyebabkan alergi seperti gatal-gatal, nyeri lambung, mual atau bengkak pada bibir, kelopak mata, dan bagian tubuh lainnya. Dampak lainnya adalah bakteri menjadi kebal, sehingga apabila bakteri yang sama menyerang tubuh diperlukan antibiotik dengan dosis yang lebih banyak atau antibiotik yang lebih berat untuk melawannya.

Karena itu jika Anda sakit tidak terlalu parah, sebaiknya hindari penggunaan antibiotik, karena dapat membuat bakteri dalam tubuh lebih kebal. Di negara-negara maju, penggunaan antibiotik dibatasi dan tidak mudah diberikan kepada pasien. Dokter biasanya akan memberikan resep dengan obat non antibiotik kecuali kondisi infeksi atau penyakit pada pasien sudah tergolong parah.

Gunakan obat dengan bijak, dan rasakan manfaatnya. Sebaiknya Anda menjaga kondisi kesehatan tubuh Anda. Namun jika Anda sakit, gunakan dan pilihlah obat dengan tepat. Semoga cepat sembuh!

Baik buruk kopi

Baik buruk kopi lebih dari secangkiir sehari
Kopi merupakan salah satu minuman yang paling digemari banyak orang. Dari setiap tiga orang di dunia, salah satunya adalah peminum kopi. Kopi memang sungguh nikmat jika diminum baik pagi hari, atau saat malam hari ketika pekerjaan menumpuk. Kopi merupakan salah satu minuman yang paling dinikmati banyak orang, yang tidak sekadar diteguk saja, namun juga dinikmati. Bisnis kopi pun telah menjadi bisnis puluhan milyar dolar, yang hanya mampu disaingi oleh bisnis minyak bumi.

Sejarah Penyebaran Kopi

Biji tanaman kopi dipanggang lalu dihaluskan dan dihidangkan. Metode pemanggangan biji kopi sendiri belum diketahui kapan dimulainya. Namun tanaman kopi berasal dari dataran tinggi di Ethiopia, yang pada saat itu merupakan tanaman liar di Ethiopia. Lalu tanaman kopi dari sini dikembangkan di Semenanjung Arab sekitar abad ke-15, yang terkenal menjadi Kopi Arabika. Kopi Arabika saat ini menjadi jenis kopi yang paling banyak diproduksi di dunia yaitu mencapai lebih dari 60 persen produksi kopi dunia.

Menurut legenda, kopi ditemukan oleh seorang pemuda Arab bernama Kaldi, seorang penggembala kambing. Ia selalu memperhatikan bahwa kambingnya selalu menunjukkan gejala gembira setelah menggigit biji dan daun suatu tanaman hijau. Karena penasaran, ia mencoba biji tanaman tersebut dan merasakan efek semangat serta gembira. Akhirnya penemuan ini menyebar dari mulut ke mulut, sejak itu lahirlah kopi menurut legenda di Arab.

Pada tahun 1610, tanaman kopi pertama ditanam di daerah India. Bangsa Belanda mulai mempelajari pengembangbiakan kopi pada tahun 1614. Lalu pada tahun 1616, mereka berhasil memperoleh bibit dan tanaman kopi yang subur dan langsung mendirikan perkebunan kopi di Srilanka dan tanah Jawa (Indonesia) pada tahun 1699. Kemudian oleh bangsa Belanda, tanaman ini disebar ke koloni Belanda di Amerika Tengah seperti di Suriname dan Kepulauan Karibia. Kemudian bangsa Perancis juga tertarik dengan perdagangan kopi ini. Mereka membeli bibit kopi dari Belanda lalu dikembangkan di Pulau Réunion sebelah timur Madagaskar. Namun mereka gagal mengembangkan kopi di sini. Lalu pada tahun 1723, bangsa Perancis mencoba mengembangkan tanaman kopi di daerah Pulau Martinik. Pada tahun 1800-an, tanaman kopi dikembangkan di Hawaii. Belakangan tanaman ini juga dikembangkan di Brasil dan daerah-daerah lainnya.


Asal Kata Kopi

Kata kopi atau dalam bahasa Inggris coffee berasal dari bahasa Arab qahwah, yang berarti kekuatan. Kemudian kata kopi yang kita kenal saat ini berasal dari bahasa Turki yaitu kahveh yang kemudian belakangan menjadi koffie dalam bahasa Belanda dan coffee dalam bahasa Inggris. Kata tersebut diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kopi.


Kopi pada Zaman Dahulu hingga Sekarang

Awalnya kopi digunakan sebagai produk makanan. Kemudian kopi digunakan sebagai pengganti minuman anggur. Belakangan kopi digunakan juga sebagai obat. Dan saat ini kopi terkenal sebagai minuman yang cukup digemari.

Pada awalnya kopi digunakan sebagai makanan. Seluruh biji kopi dihancurkan, lalu ditambahkan minyak. Lalu adonan ini dibentuk berbentuk bundar dan menjadi makanan. Sampai saat ini, beberapa suku di Afrika masih memakan kopi dalam bentuk seperti itu.

Belakangan, kopi digunakan sebagai pengganti minuman anggur. Biji kopi dibuat sebagai minuman yang mirip dengan anggur. Beberapa orang membuat minuman seperti ini dengan menuangkan air mendidih ke biji kopi yang sudah dikeringkan.

Sebagai obat, kopi dapat bermanfaat untuk mengobati migrain, sakit kepala, gangguan jantung, asma kronis dan gangguan buang air. Meski demikian, untuk konsumsi kopi berlebih bisa berakibat buruk. Jika mengkonsumsi kopi secara belebih dapat meningkatkan asam lambung, menyebabkan ketegangan, dan mempercepat detak jantung. Selain itu, konsumsi kopi secara berlebih, sering dikaitkan dengan sakit maag.

Belakangan, kopi digunakan sebagai minuman yang cukup nikmat. Biji kopi dikeringkan lalu dipanggang dan digiling dalam batok. Hasilnya kemudian bisa menjadi minuman kopi yang nikmat. Belakangan ditemukan mesin penggiling biji kopi yang memudahkan produksi kopi sebagai minuman.


Berbagai Macam Kegunaan Kopi

Berbagai rasa kopi yang khas membuat sensasi menyenangkan di mulut. Misalnya es kopi atau iced coffee yang manis biasanya menyegarkan. Es krim rasa kopi pun juga menjadi favorit bagi banyak orang. Kopi juga menjadi salah satu bahan dasar beberapa jenis kue rasa kopi. Dan yang paling populer adalah kopi polos dan juga kopi susu.

Namun para ilmuwan juga menyelediki manfaat lain dari kopi. Sisa bubuk dari kopi bermanfaat sebagai pupuk yang baik. Selain itu, beberapa produk disinfektan maupun isolasi untuk dinding, lantai dan atap juga dapat dibuat dari kopi. Gliserin yang merupakan produk sampingan dari sabun, dapat dibuat dari minyak kopi. Minyak kopi juga biasa digunakan sebagai bahan pembuat cat, sabun, maupun produk lainnya.

Biji kopi dapat bermanfaat untuk berbagai produk dan kegunaan. Namun yang paling populer tentu saja sebagai minuman yang nikmat yang diminum banyak orang setiap harinya.


Kopi Arabika dan Kopi Robusta

Biji KopiMeski di seluruh dunia ada sekitar 70 spesies pohon kopi, dari yang berukuran seperti semak belukar hingga pohon dengan tinggi 12 meter, namun hanya ada dua spesies pohon kopi yang secara umum dikenal untuk diproduksi sebagai produk kopi. Kedua spesies ini digunakan untuk produksi sekitar 98 persen produksi kopi dunia. Apa sajakah itu? Kopi yang pertama kali dikembangkan di dunia adalah Kopi Arabika yang berasal dari spesies pohon kopi Coffea arabica. Kopi jenis ini yang paling banyak diproduksi, yaitu sekitar lebih dari 60 persen produksi kopi dunia. Kopi arabika dari spesies Coffea arabica menghasilkan jenis kopi yang terbaik. Pohon spesies ini biasanya tumbuh di daerah dataran tinggi. Tinggi pohon kopi ini antara 4 hingga 6 meter. Kopi arabika memiliki kandungan kafein tidak lebih dari 1,5 persen serta memiliki jumlah kromosom sebanyak 44 kromosom.

Pohon kopi spesies lainnya yang juga cukup banyak diproduksi sebagai produk kopi adalah Coffea canephora yang sering dikenal sebagai Kopi Robusta. Tinggi pohon Coffea canephora mencapai 12 meter dan dapat ditanam di daerah yang lebih rendah dibanding kopi arabika. Kopi robusta biasanya digunakan sebagai kopi instant atau cepat saji. Kopi robusta memiliki kandungan kafein yang lebih tinggi, rasanya lebih netral, serta aroma kopi yang lebih kuat. Kandungan kafein pada kopi robusta mencapai 2,8 persen serta memiliki jumlah kromosom sebanyak 22 kromosom. Produksi kopi robusta saat ini mencapai sepertiga produksi kopi seluruh dunia.


Dilema Minum Kopi dan Bahaya Kopi

Meski minum kopi sungguh nikmat, namun minuman ini sering memunculkan berbagai dilema. Beberapa penelitian menunjukkan bahaya dari minum kopi. Bahkan pada jaman dahulu, di Timur Tengah, kopi sempat menjadi minuman yang haram karena sering menimbulkan efek negatif. Apa saja bahaya dari kopi yang nikmat ini?

Konsumsi kopi telah dikenal begitu luas dewasa ini, dan berbagai peringatan dari para ahli telah berulang kali diungkapkan selama bertahun-tahun terhadap banyaknya bahaya yang mengancam para peminum kopi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para penggemar kopi harus mewaspadai bahaya yang bisa timbul dari kebiasaan minum kopi mereka. Bahaya tersebut antara lain penyakit jantung, diabetes dan bahkan beberapa jenis kanker. Meski demikian, banyak orang mengabaikan peringatan ini. Mengapa?

Selama beberapa tahun belakangan ini, para peneliti telah mempublikasikan hasil penelitian mereka mengenai akibat minum kopi. Namun kesimpulan yang dibuat para peneliti ini belum sampai ke kesimpulan yang meyakinkan. Mengapa? Karena biasanya para peneliti hanya meneliti bahaya dari kafein, salah satu dari 500 kandungan kimia alami dalam secangkir kopi. Jadi sebenarnya penelitian terhadap kopi memang masih belum final dan masih jauh lebih kompleks.

Kafein yang terkandung dalam kopi memiliki efek stimulan yang cukup berbahaya. Kafein dapat menyebabkan seseorang sulit tidur. Kafein juga menyebabkan seseorang sulit mengendalikan emosi serta sulit berkonsentrasi. Kafein juga diindikasikan bisa memicu kanker.

Sebuah penelitian di Belanda menunjukkan bahwa kopi dapat meningkatkan kolesterol hingga 10 persen. Khususnya jika kopi yang diminum tanpa disaring dan langsung dipanaskan. Kolesterol sendiri dikenal sebagai penyebab gangguan jantung. Seorang ahli nutrisi dari Inggris merekomendasikan untuk minum kopi yang segar dan bukan kopi yang sudah diolah, dipanaskan dan dididihkan selama beberapa waktu.

Bagi para penggemar kopi, para ahli menyarankan untuk minum kopi secara wajar. Hindari minum lebih dari enam cangkir kopi dalam sehari. Bagi mereka yang mengalami gangguan jantung, gangguan ginjal dan tekanan darah tinggi sebaiknya minum kopi cukup satu cangkir sehari. Untuk wanita hamil dan menyusui, sebaiknya juga minum tidak lebih dari secangkir kopi sehari. Kopi memang nikmat, namun kesehatan jauh lebih penting dibanding menikmati kopi secara berlebih. Selamat menikmati secangkir kopi Anda!

Jumat, 10 April 2009

Penyakit Defisiensi

Waspadai Penyakit Defisiensi KKP

NAMA internasional dari penyakit kurang kalori dan protein ini adalah calorie protein malnutirition (CPM) dan kemudian diganti dengan protein energy malnutrition (PEM).
Salah satu gejala KKP ini adalah hepatomegali, yaitu hepar yang terlihat oleh ibu-ibu sebagai pembuncitan perut. Anak yang menderita penyakit ini sering pula terkena infestasi cacing dan mengeluarkan cacing dari anusnya. Tetapi banyak anggapan mengatakan bahwa anak yang perut buncit adalah anak yang cacingan. Setelah disosialisasikan bahwa anak yang perutnya buncit adalah kekurangan kalori dan protein, para ibu dan masyarakat pun menerima bahwa anak tersebut manderita penyakit KKP dan bukan cacingan.
Untuk menanggulangi kekurangan konsumsi yang biasanya disebabkan oleh daya beli keluarga rendah, perlu diusahakan peningkatan penghasilan keluarga. Serta dengan penyediaan makanan formula protein dan energi yang tinggi unuk anak-anak yang disapih. Pendidikan dan penerangan maupun penyuluhan gizi harus merupakan salah satu komponen untuk mencegah KKP skala mikro ini. Dalam pendidikan gizi dan pemeliharaan kesehatan yaitu :
_ pemeriksaan pada waktu-waktu tertentu misalnya di BKIA, puskesmas dan posyandu.
- melakukan imunisasi terhadap penyakit-penyakit infeksi yang prevalensinya tinggi.
memperbaiki higiene lingkungan dengan menyediakan air minum, tempat membuang air besar (WC).

- mendidik rakyat untuk membuang air besar di tempat yang sudah disediakan, memasak air minum, memakai sandal atau sepatu untuk menghindari infeksi dari parasit, membersihkan rumah dan memasang jendela-jendela untuk mendapat udara segar.
Pengetahuan ibu sangat sangat mempengaruhi kesehatan balita, karena balita merupakan kelompok yang rawan gizi. Banyak balita mengalami KKP karena penyediaan bahan pangan yang tidak seimbang sehari-hari, dan yang berperan dalam hal itu adalah para ibu.
Mari bersama kita tingkatkan kesehatan masyarakat, karena penyakit ada karena kita tidak memperhatikan kesehatan kita sendiri, lingkungan serta kebutuhan akan zat-zat gizi bagi tubuh kita.
Recky

Mahasiswa POLTEQ

< NAMA internasional dari penyakit kurang kalori dan protein ini adalah calorie protein malnutirition (CPM) dan kemudian diganti dengan protein energy malnutrition (PEM).

Salah satu gejala KKP ini adalah hepatomegali, yaitu hepar yang terlihat oleh ibu-ibu sebagai pembuncitan perut. Anak yang menderita penyakit ini sering pula terkena infestasi cacing dan mengeluarkan cacing dari anusnya. Tetapi banyak anggapan mengatakan bahwa anak yang perut buncit adalah anak yang cacingan. Setelah disosialisasikan bahwa anak yang perutnya buncit adalah kekurangan kalori dan protein, para ibu dan masyarakat pun menerima bahwa anak tersebut manderita penyakit KKP dan bukan cacingan.

Untuk menanggulangi kekurangan konsumsi yang biasanya disebabkan oleh daya beli keluarga rendah, perlu diusahakan peningkatan penghasilan keluarga. Serta dengan penyediaan makanan formula protein dan energi yang tinggi unuk anak-anak yang disapih. Pendidikan dan penerangan maupun penyuluhan gizi harus merupakan salah satu komponen untuk mencegah KKP skala mikro ini. Dalam pendidikan gizi dan pemeliharaan kesehatan yaitu :

- pemeriksaan pada waktu-waktu tertentu misalnya di BKIA, puskesmas dan posyandu.

- melakukan imunisasi terhadap penyakit-penyakit infeksi yang prevalensinya tinggi.

- memperbaiki higiene lingkungan dengan menyediakan air minum, tempat membuang air besar (WC).

- mendidik rakyat untuk membuang air besar di tempat yang sudah disediakan, memasak air minum, memakai sandal atau sepatu untuk menghindari infeksi dari parasit, membersihkan rumah dan memasang jendela-jendela untuk mendapat udara segar.

Pengetahuan ibu sangat sangat mempengaruhi kesehatan balita, karena balita merupakan kelompok yang rawan gizi. Banyak balita mengalami KKP karena penyediaan bahan pangan yang tidak seimbang sehari-hari, dan yang berperan dalam hal itu adalah para ibu.

Mari bersama kita tingkatkan kesehatan masyarakat, karena penyakit ada karena kita tidak memperhatikan kesehatan kita sendiri, lingkungan serta kebutuhan akan zat-zat gizi bagi tubuh kita.

Bioteknologi

Bioteknologi, Aplikasi, dan Implikasinya Dalam Kehidupan Manusia
Bioteknologi merupakan pemanfaatan berbagai prinsip ilmiah dan rekayasa terhadap organisme, sistem, atau proses biologis untuk menghasilkan atau meningkatkan potensi organisme maupun menghasilkan produk dan jasa bagi kepentingan hidup manusia. Bioteknologi yang demikian, sebenarnya sudah dipraktikkan oleh nenek moyang manusia sejak berabad-abad yang lalu, yaitu melalui bioteknologi tradisional. Pada awalnya, bioteknologi tradisional ini memang sudah dikenal dan dilakukan oleh masyarakat tradisional, akan tetapi tanpa sebutan bioteknologi. Bioteknologi tradisional merupakan bioteknologi yang memanfaatkan mikroba, proses biokimia, dan proses genetik yang terjadi secara alami. Produk dari bioteknologi tradisional tersebut antara lain: tempe, oncom, yoghurt, dan keju. Bioteknologi tradisional ini terus mengalami perkembangan hingga ditemukannya struktur ADN yang diikuti dengan penemuan lainnya. Dengan ditemukannya struktur ADN dan berkembangnya ilmu pengetahuan tentang ADN, muncullah istilah bioteknologi modern.

Bioteknologi modern merupakan bioteknologi yang didasarkan pada manipulasi atau rekayasa ADN. Bioteknologi yang didasarkan pada manipulasi ADN ini dilakukan dengan memodifikasi gen spesifik dan memindahkannya pada organisme yang berbeda, seperti bakteri, hewan, dan tumbuhan. Produk dari bioteknologi modern, misalnya insulin, kloning domba Dolly, antibodi monoklonal. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa secara umum bioteknologi dikelompokkan menjadi dua, yaitu bioteknologi tradisional dan bioteknologi modern.

Dalam aplikasinya, bioteknologi menerapkan berbagai macam disiplin ilmu. Disiplin ilmu tersebut antara lain: mikrobiologi (tentang mikroba), biologi sel (tentang sel), genetika (tentang pewarisan sifat makhluk hidup), dan biokimia (tentang makhluk hidup dilihat dari aspek kimianya). Aplikasi bioteknologi, baik tradisional maupun modern, meliputi berbagai macam aspek kehidupan manusia, mulai dari bidang pertanian dan peternakan hingga kesehatan dan pengobatan. Beberapa contoh bioteknologi dalam bidang (1) pangan, misalnya tempe, oncom, dan tomat hasil manipulasi genetic; (2) pertanian, misalnya hidroponik dan tanaman jagung transgenic; (3) peternakan, misalnya domba ankon (berkaki pendek dan bengkok) hasil mutasi alami dan ternak unggul hasil manipulasi genetic; (4) kesehatan dan pengobatan, misalnya vaksin dan hormon somatotropin yang dihasilkan oleh E-coli.

Melihat berbagai macam produk dan jasa yang dihasilkan, agaknya tidak salah kalau sementara dapat disimpulkan bahwa bioteknologi memegang peranan penting dalam memenuhi kehidupan dan kebutuhan manusia. Mulai dari kebutuhan mendasar, yaitu makanan dan minuman hingga kesehatan, hampir semuanya terpenuhi oleh produk dan jasa dari bioteknologi. Dengan demikian, bioteknologi memberikan manfaat yang begitu besar bagi kehidupan manusia. Akan tetapi, sebuah sunnatullah juga tidak dapat dipungkiri bahwa segala sesuatu saling silih berganti, kelebihan dan kekurangan, manfaat dan ancaman, keduanya merupakan sebuah keniscayaan karena pada dasarnya tidak ada sesuatu yang sempurna di muka bumi ini.

Tidak semua sesuatu yang dianggap baik akan selamanya baik, kadang hal tersebut juga berpotensi dalam keburukan. Begitu pula teknologi. Di samping mempunyai manfaat yang begitu besar, juga berpotensi menimbulkan ancaman bagi kesejahteraan hidup manusia. Ancaman tersebut muncul apabila digunakan untuk tujuan yang tidak benar sehingga membahayakan kehidupan manusia itu sendiri. Bahaya bioteknologi tersebut misalnya digunakan untuk senjata biologis dan memunculkan organisme strain jahat. Bakteri dan virus berbahaya dapat dikembangbiakkan dalam medium tertentu yang selanjutnya digunakan untuk senjata biologis. Sedangkan munculnya organisme strain jahat berasal dari fenotipe suatu organisme yang diubah menjadi organisme yang berbahaya dengan menyisipkan gen jahat melalui rekayasa genetika. Selain itu, bioteknologi juga mengganggu keseimbangan lingkungan. Hal ini dikarenakan banyaknya organisme yang dimanipulasi genetiknya sehingga mempengaruhi kehidupan organisme lain.

Bioteknologi dengan berbagai produk dan jasa yang dihasilkan, tidak hanya mendatangkan dampak positif, tetapi juga dampak negatif. Untuk itu, tugas kita adalah mencari cara bagaimana mengatasi dampak negatif tersebut. Sebenarnya, dampak negatif yang ditimbulkan dari bioteknologi tergantung dari apa produk dan jasa yang dihasilkan dari bioteknologi itu. Beberapa contoh dampak negatif dari bioteknologi, misalnya alergi, dan hilangnya plasma nutfah/keanekaragaman makhluk hidup. Untuk mencegah terjadinya alergi itu dapat dilakukan dengan pengujian suatu produk bioteknologi dalam jangka waktu yang lama untuk memastikan ada tidaknya efek negatif tersebut terhadap konsumen. Sedangkan plasma nutfah dapat musnah akibat budidaya hewan atau tumbuhan yang unggul saja. Kepunahan plasma nutfah dapat diatasi dengan melakukan pemeliharaan berbagai jenis hewan dan tumbuhan di suatu tempat konservasi tertentu.

Rabu, 18 Februari 2009

Health Expert Updates

Fruit of the Womb
Health Expert Updates
Recent Posts
Inauguration Day Thoughts Multiple Gestations - 3 - Common Complications Multiple Gestations - 2 - Placentation in Twins Multiple Gestations - An Introduction Christmas Day - 2008 Celiac Disease and Pregnancy Low PAPP-A and Celiac Disease in Pregnancy Oral Contraceptives and Infertility? Prematurity Awareness Day - 2008 Blogger Problems!?!
Archives
July 2006 August 2006 September 2006 October 2006 November 2006 December 2006 January 2007 February 2007 March 2007 April 2007 May 2007 June 2007 July 2007 August 2007 September 2007 October 2007 November 2007 December 2007 January 2008 February 2008 March 2008 April 2008 May 2008 June 2008 July 2008 August 2008 September 2008 October 2008 November 2008 December 2008 January 2009 February 2009
Who We Read
American Pregnancy Association Fetal Hope Foundation March of Dimes March of Dimes Perinatal Statistics Center National Center on Birth Defects and Developmental Disabilities Perinatology.com Preeclampsia Foundation Pregnancy with Cancer Support Group The Society for Maternal-Fetal Medicine
Advertisement
Click here to find out more!
Quintuplet Story - A Physician's Perspective
Thursday, February 05, 2009
Kenneth F. Trofatter, Jr., MD, PhD
Before I became distracted by a plethora of administrative responsibilities, I was in the middle of writing a series about multiple gestations. Although I did not want to spend a lot of time discussing 'high order multiples' (three or more babies) in this series, I did want to highlight some of the medical and ethical dilemmas of such pregnancies (which have again been raised with the recent delivery of octoplets in California) and thought that this might best be done by reviewing the course of a patient from our own practice. As some of you may recall, about a year ago, I posted a note with my thoughts regarding the first birthday of the Gonzalez quintuplets. Fortuitously, over the past month, the family asked that I compose a 'forward' to a book they are writing about their experiences during the pregnancy and following delivery. Over the next several days, I would like to include the draft of that 'forward' so that our readers can gain a better appreciation for the issues involved in such cases...

I first met Joy Gonzalez on November 7, 2006. I remember the date well because it was my birthday and little did I realize at the time what I wonderful birthday gift she would turn out to be. Joy was sent to me for consultation from our specialists in Reproductive Endocrinology and Infertility (REI). She had conceived quintuplets, was now 6 weeks pregnant, and all five babies were alive by ultrasound evaluation. She was well aware of the potential for having a ‘high order’ multiple pregnancy resulting from her infertility treatment, but no preconceptional counseling could have prepared her for the reality of having conceived five babies. My task and responsibility that day was to put that reality into an honest and realistic perspective, a perspective that frequently runs contrary to the popular press portrayal of such pregnancies.

It had actually been many years since I cared for a patient carrying more than three babies. Earlier in my career, such pregnancies, usually the result of infertility treatment, seemed more common, but as the specialists in REI have honed their craft over the years, the occurrence of more than three babies has diminished. There were good reasons to support this approach. The maternal and fetal complications related to such high order multiple pregnancies are well-documented and, even with the remarkable advances in neonatal intensive care, the pregnancy risks are too high to justify intentional efforts that result in more than twins. But, despite the usual precautions to prevent this from happening, here we were with five.

During this first conversation with Joy, I remember being very cautious and candid about the prospects for the pregnancy. She was not a good candidate for a successful outcome under these circumstances with great risks for both her and the babies. Her starting weight was in the range of 108 lbs, she was no more than 5’ 4” tall, she was already having difficulties with nausea, vomiting, and dehydration (problems that had plagued her previous singleton pregnancy until delivery), and she had delivered just a year earlier by cesarean section at 36 weeks for fetal complications during labor. Despite being physically in ‘good shape’ she had had a past history of “bone pain” and had been found to have low bone density (osteopenia). There are risks associated with each of these factors and we proceeded to review these and others with her during that visit.

Without going into detail herein, our discussion focused on a variety of issues. As is always the case in such pregnancies, there are the obvious concerns related to the ‘hormonal load’ of five separate placentas (often contributing to a ‘hyperthyroid-like” state, particularly in early pregnancy), premature labor and delivery, severe hypertensive disorders of pregnancy, gestational diabetes, profound maternal nutritional deficiencies secondary to nausea, vomiting, and the fetal demands (over which she would have no control) and the simple difficulties of maintaining an adequate dietary intake, increasing the risks for fluid and electrolyte imbalances and, later in pregnancy, relative ‘fluid overload’ and even heart failure or pulmonary edema associated with the extraordinary demands on the maternal cardiovascular system. Because she had previously had a cesarean section, she also was at increased risk for uterine rupture, even prior to the onset of labor, with the possible loss of her uterus, the babies, and even her own life. Beyond these medical concerns, we reviewed the additional demands such a pregnancy will place on her family life, both during and after the pregnancy, and interpersonal relationships, financial resources, and those that will be imposed by public scrutiny which may impinge on personal privacy and at times may be less than supportive.

Once these concerns were reviewed with Joy, my professional responsibility was to be quite frank. Joy was told that the medical complications of the pregnancy might threaten both her life and the lives of her babies, that her husband could come out of this pregnancy with no wife or mother to their young daughter, no babies, and that even if the pregnancy got to the point where the babies might survive, the survival might not be without long-term complications. She knew that she would have a difficult course ahead of her and as is always the case in these circumstances, she also knew that she would have some very difficult decisions to make along the way, not the least of which was the pressing decision as to whether or not she would even try to continue the pregnancy with all five babies. I told her that I could not make these decisions for her but I did promise her that whatever decisions she made, we would be there to support her and that we would do everything we could to optimize the pregnancy outcome for her and her family.

Joy left that day to discuss this with her husband, Andres, and returned firm in her resolve. She would continue the pregnancy as is and would put her faith in us to help her and the babies get through the difficult times. At that point I remember looking her in the eye and touching her hand saying, “You have to promise me only one thing and that is when I look you in the eye again and tell you it is time to have the babies, I need you to trust me, regardless of how far along we get in the pregnancy.” She agreed. I also remember thinking to myself at the time that she will need all our tricks and all our prayers to see her through. At that point, we outlined a “plan” for her care during the pregnancy. Part of the “plan” was that we keep the details of the pregnancy out of the public eye until she and Andres felt comfortable enough to face that challenge. Shortly after that visit, I reviewed my concerns about the pregnancy and the “plan” with the other members of our Maternal-Fetal Medicine group and emphasized the importance of respecting her privacy both during and after the pregnancy. Staff members were also i

Rabu, 11 Februari 2009

Perkembangan Penelitian Bioteknologi Pertanian di Indonesia
Balai Penelitian Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian, Bogor

ABSTRACT

Research Development of Agricultural Biotechnology in Indonesia. Novianti Sunarlim and Sutrisno. Research in agricultural biotechnology has been developed since the end of 20'" century. In 1985, National Committee was formed under the Minister of Research and Technology. Research in agricultural biotechnology has been increased since Riset Unggulan Terpadu (RUT) under Dewan Riset Nasional and Hibah Bersaing in university were given, which make research program that more than one year were possible to do with a continues fund. Research in plant biotechnology were focused on plant improvement, such as pest and disease resistance, were done for rice, soybean, sweet potato, sugar cane, and chocolate and virus resistance for groundnut, tobacco, papaya, potato, and chili. While in animal science, research in biotechnology were focused on production technology, such as artificial insemination and embryo transfer in dairy cow, and also for food enriched by producing probiotics and enzymes. Even though in theory genetic engineering on cattle has a good impact for the future, several problems (i.e. technical, economics, and social) need a careful consideration, in aquaculture, biotechnology research has been conducted for genes transfer to improve resistance to disease and to promote growth. Biotechnology also used to produce vaccines and to detect virus with accuracy and faster. To anticipate problems that might be occur in application of biotechnology, government has issued biosafety regulation.

Key words: Biotechnology, research, output, biosafety

Sejak pertanian dimulai 5.000-10.000 tahun yang lalu manusia sudah mempunyai naluri untuk memilih dan menggunakan benih yang unggul. Mereka mengetahui bahwa keturunan yang baik akan ditentukan oleh induk yang baik, karena sifat dari induk (tetua) diwariskan kepada anaknya. Kenyataan inilah yang mendasari berkembangnya bidang pertanian. Teknologi genetika merupakan cabang ilmu pertanian yang berkernbang cepat pada abad ini yang mengubah sistem produksi tanaman, ternak, dan ikan menjadi industri biologi yang lebih baik dan iebih adaptif terhadap lingkungan tumbuh. Penerapan teknologi genetika dengan perubahan bentuk menjadi ideal pada tanaman, ternak dan ikan telah meningkatkan produksi pertanian pada abad ini (Budianto, 2000).
Teknologi genetika memicu terjadinya revolusi hijau (green revolution) yang berjalan sejak 1960-an. Dengan adanya revolusi hijau ini terjadi pertambahan produksi pertanian yang berlipat ganda sehingga dapat tercukupi bahan makanan pokok asal serealia. Untuk dapat mempertahankan keberlanjutan revolusi hijau, Sumarno dan Suyamto (1998) menganjurkan rumusan agroekoteknologi yang menekankan pada tindakan bersama antara sistem produksi dan perawatan sumber daya lahan (Budianto, 2000).
Cabang ilmu genetika yang memfokuskan pada genetika level sel dan level DNA membuat terobosan baru pada akhir tahun 1980-an. Ilmu genetika ini menerapkan teknik perbaikan sifat spesies melalui level DNA dengan cara memasukkan gen eksogenus, untuk memperoleh sifat-sifat bermanfaat yang tidak terdapat pada spesies tersebut. Pada akhir abad 20 perkembangan teknologi genetika atau secara umum disebut bioteknologi mulai berkembang. Menurut Moel-jopawiro (2000a) bioteknologi dalam arti luas didefinisikan sebagai penggunaan proses biologi dari mikroba, tanaman atau hewan untuk menghasilkan produk yang bermanfaat bagi manusia. Sedangkan rekayasa genetika didefinisikan dalam arti luas sebagai teknik yang digunakan untuk merubah atau memindahkan material genetik (gen) dari sel hidup. Definisi yang lebih sempit, seperti yang digunakan oleh Animal and Plant Health Inspection Service (APHIS) Departemen Pertanian Amerika, rekayasa genetika modifikasi genetik dari suatu organisme dengan menggunakan teknologi rekombinan DNA.
Bioteknologi merupakan bidang ilmu baru di bidang pertanian yang dapat menyelesaikan masalah-masalah yang tidak dapat diselesaikan dengan cara konvensional. Penggunaan bioteknologi bukan untuk menggantikan metode konvensional tetapi bersama-sama menghasilkan keuntungan secara ekonomi. Penggunaan metode konvensional dengan teknologi tinggi memaksimumkan keberhasilan program perbaikan pertanian. Bioteknologi harus diintegrasikan ke dalam pendekatan-pendekatan konvensional yang sudah mapan. Bioteknologi berkembang dengan cepat di berbagai sektor dan meningkatkan keefektifan cara-cara menghasilkan produk dan jasa. Untuk alih teknologi dan pengembangan bioteknologi secara layak dan tidak merusak lingkungan, diperlukan berbagai persyaratan selain peraturan perundangan juga modal yang besar.
Salah satu isu strategis yang penting dalam penelitian pertanian ialah penelitian harus dapat secara terus menerus memperbaiki potensi genetik dan menghasilkan teknologi yang efisien dan ramah lingkungan untuk pernbangunan pertanian yang berkelanjutan. Sejalan dengan kebijaksanaan penelitian pertanian pada umumnya, perbaikan bahan genetik rnelibatkan gabungan pemakaian cara pendekatan konvensional dan modern, dengan penekanan pada aplikasi bioteknologi dalam pelestarian plasma nutfah dan program pemuliaan.





Halaman pencarian

Wisata Bioteknologi

Bagi Anda yang tertarik dan menaruh perhatian dengan bioteknologi, bagaimana ia diwujudkan dan perangkat apa yang diperlukan, maka kami membuka diri bagi kunjungan Anda [selengkapnya]

Mengenal Plasma Nutfah

marble dnaKita sudah sering mendengar istilah 'plasma nutfah' (germplasm). Namun sejauh mana Anda mengenal apa itu plasma nutfah tanaman pangan, arti penting dan beberapa kegunaannya bagi kesejahteraan manusia ? [selengkapnya]

Koleksi Buku & Majalah Baru Perpustakaan

marble dnaUntuk meningkatkan mutu layanan informasi, dalam tahun 2005 - 2006 perpustakaan BB-Biogen telah menambah koleksi beberapa buku dan majalah baru [selengkapnya]

Katalog Plasma Nutfah Tanaman Pangan Edisi I

marble dnaTelah terbit buku Katalog Plasma Nutfah Tanaman Pangan Edisi I tahun 2004, yang memuat informasi data paspor (asal aksesi) dari komoditas-komoditas plasma marble dnanutfah tanaman pangan yang dikoleksi di bank gen BB-Biogen. Untuk edisi tahun 2005, katalog ini juga telah tersedia dalam versi compact disc.

BB-Biogen
Jl. Tentara Pelajar 3A, Bogor 16111, Indonesia
Telp. (0251) 338820, 337975 Fax. (0251) 338820

Bioteknologi Pertanian

Perkembangan Penelitian Bioteknologi Pertanian di Indonesia
Balai Penelitian Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian, Bogor

ABSTRACT

Research Development of Agricultural Biotechnology in Indonesia. Novianti Sunarlim and Sutrisno. Research in agricultural biotechnology has been developed since the end of 20'" century. In 1985, National Committee was formed under the Minister of Research and Technology. Research in agricultural biotechnology has been increased since Riset Unggulan Terpadu (RUT) under Dewan Riset Nasional and Hibah Bersaing in university were given, which make research program that more than one year were possible to do with a continues fund. Research in plant biotechnology were focused on plant improvement, such as pest and disease resistance, were done for rice, soybean, sweet potato, sugar cane, and chocolate and virus resistance for groundnut, tobacco, papaya, potato, and chili. While in animal science, research in biotechnology were focused on production technology, such as artificial insemination and embryo transfer in dairy cow, and also for food enriched by producing probiotics and enzymes. Even though in theory genetic engineering on cattle has a good impact for the future, several problems (i.e. technical, economics, and social) need a careful consideration, in aquaculture, biotechnology research has been conducted for genes transfer to improve resistance to disease and to promote growth. Biotechnology also used to produce vaccines and to detect virus with accuracy and faster. To anticipate problems that might be occur in application of biotechnology, government has issued biosafety regulation.

Key words: Biotechnology, research, output, biosafety

Sejak pertanian dimulai 5.000-10.000 tahun yang lalu manusia sudah mempunyai naluri untuk memilih dan menggunakan benih yang unggul. Mereka mengetahui bahwa keturunan yang baik akan ditentukan oleh induk yang baik, karena sifat dari induk (tetua) diwariskan kepada anaknya. Kenyataan inilah yang mendasari berkembangnya bidang pertanian. Teknologi genetika merupakan cabang ilmu pertanian yang berkernbang cepat pada abad ini yang mengubah sistem produksi tanaman, ternak, dan ikan menjadi industri biologi yang lebih baik dan iebih adaptif terhadap lingkungan tumbuh. Penerapan teknologi genetika dengan perubahan bentuk menjadi ideal pada tanaman, ternak dan ikan telah meningkatkan produksi pertanian pada abad ini (Budianto, 2000).
Teknologi genetika memicu terjadinya revolusi hijau (green revolution) yang berjalan sejak 1960-an. Dengan adanya revolusi hijau ini terjadi pertambahan produksi pertanian yang berlipat ganda sehingga dapat tercukupi bahan makanan pokok asal serealia. Untuk dapat mempertahankan keberlanjutan revolusi hijau, Sumarno dan Suyamto (1998) menganjurkan rumusan agroekoteknologi yang menekankan pada tindakan bersama antara sistem produksi dan perawatan sumber daya lahan (Budianto, 2000).
Cabang ilmu genetika yang memfokuskan pada genetika level sel dan level DNA membuat terobosan baru pada akhir tahun 1980-an. Ilmu genetika ini menerapkan teknik perbaikan sifat spesies melalui level DNA dengan cara memasukkan gen eksogenus, untuk memperoleh sifat-sifat bermanfaat yang tidak terdapat pada spesies tersebut. Pada akhir abad 20 perkembangan teknologi genetika atau secara umum disebut bioteknologi mulai berkembang. Menurut Moel-jopawiro (2000a) bioteknologi dalam arti luas didefinisikan sebagai penggunaan proses biologi dari mikroba, tanaman atau hewan untuk menghasilkan produk yang bermanfaat bagi manusia. Sedangkan rekayasa genetika didefinisikan dalam arti luas sebagai teknik yang digunakan untuk merubah atau memindahkan material genetik (gen) dari sel hidup. Definisi yang lebih sempit, seperti yang digunakan oleh Animal and Plant Health Inspection Service (APHIS) Departemen Pertanian Amerika, rekayasa genetika modifikasi genetik dari suatu organisme dengan menggunakan teknologi rekombinan DNA.
Bioteknologi merupakan bidang ilmu baru di bidang pertanian yang dapat menyelesaikan masalah-masalah yang tidak dapat diselesaikan dengan cara konvensional. Penggunaan bioteknologi bukan untuk menggantikan metode konvensional tetapi bersama-sama menghasilkan keuntungan secara ekonomi. Penggunaan metode konvensional dengan teknologi tinggi memaksimumkan keberhasilan program perbaikan pertanian. Bioteknologi harus diintegrasikan ke dalam pendekatan-pendekatan konvensional yang sudah mapan. Bioteknologi berkembang dengan cepat di berbagai sektor dan meningkatkan keefektifan cara-cara menghasilkan produk dan jasa. Untuk alih teknologi dan pengembangan bioteknologi secara layak dan tidak merusak lingkungan, diperlukan berbagai persyaratan selain peraturan perundangan juga modal yang besar.
Salah satu isu strategis yang penting dalam penelitian pertanian ialah penelitian harus dapat secara terus menerus memperbaiki potensi genetik dan menghasilkan teknologi yang efisien dan ramah lingkungan untuk pernbangunan pertanian yang berkelanjutan. Sejalan dengan kebijaksanaan penelitian pertanian pada umumnya, perbaikan bahan genetik rnelibatkan gabungan pemakaian cara pendekatan konvensional dan modern, dengan penekanan pada aplikasi bioteknologi dalam pelestarian plasma nutfah dan program pemuliaan.





Halaman pencarian

Wisata Bioteknologi

Bagi Anda yang tertarik dan menaruh perhatian dengan bioteknologi, bagaimana ia diwujudkan dan perangkat apa yang diperlukan, maka kami membuka diri bagi kunjungan Anda [selengkapnya]

Mengenal Plasma Nutfah

marble dnaKita sudah sering mendengar istilah 'plasma nutfah' (germplasm). Namun sejauh mana Anda mengenal apa itu plasma nutfah tanaman pangan, arti penting dan beberapa kegunaannya bagi kesejahteraan manusia ? [selengkapnya]

Koleksi Buku & Majalah Baru Perpustakaan

marble dnaUntuk meningkatkan mutu layanan informasi, dalam tahun 2005 - 2006 perpustakaan BB-Biogen telah menambah koleksi beberapa buku dan majalah baru [selengkapnya]

Katalog Plasma Nutfah Tanaman Pangan Edisi I

marble dnaTelah terbit buku Katalog Plasma Nutfah Tanaman Pangan Edisi I tahun 2004, yang memuat informasi data paspor (asal aksesi) dari komoditas-komoditas plasma marble dnanutfah tanaman pangan yang dikoleksi di bank gen BB-Biogen. Untuk edisi tahun 2005, katalog ini juga telah tersedia dalam versi compact disc.

BB-Biogen
Jl. Tentara Pelajar 3A, Bogor 16111, Indonesia
Telp. (0251) 338820, 337975 Fax. (0251) 338820

Senin, 02 Februari 2009

Mutasi Dalam Pemuliaan Tanaman

KELOMPOK PEMULIAAN TANAMAN

Tugas dan Fungsi :
Tugas dan fungsi Kelompok Pemuliaan tanaman adalah melakukan penelitian dan pengembangan aplikasi teknologi nuklir dalam perbaikan varietas tanaman melalui penelitian pemuliaan dengan teknik mutasi.

Mutasi Dalam Pemuliaan Tanaman

Mutasi adalah perubahan pada materi genetik suatu makhluk yang terjadi secara tiba-tiba, acak, dan merupakan dasar bagi sumber variasi organisma hidup yang bersifat terwariskan (heritable). Mutasi dapat terjadi secara sepontan di alam (spontaneous mutation) dan dapat juga terjadi melalui induksi (induced mutation). Secara mendasar tidak terdapat perbedaan antara mutasi yang terjadi secara alami dan mutasi hasil induksi. Keduanya dapat menimbulkan variasi genetik untuk dijadikan dasar seleksi tanaman, baik seleksi secara alami (evolusi) maupun seleksi secara buatan (pemuliaan).

Dalam bidang pemuliaan tanaman, teknik mutasi dapat meningkatkan keragaman genetik tanaman sehingga memungkinkan pemulia melakukan seleksi genotipe tanaman sesuai dengan tujuan pemuliaan yang dikehendaki. Mutasi induksi dapat dilakukan pada tanaman dengan perlakuan bahan mutagen tertentu terhadap organ reproduksi tanaman seperti biji, stek batang, serbuk sari, akar rhizome, kultur jaringan dan sebagainya. Apabila proses mutasi alami terjadi secara sangat lambat maka percepatan, frekuensi dan spektrum mutasi tanaman dapat diinduksi dengan perlakuan bahan mutagen tertentu. Pada umumnya bahan mutagen bersifat radioaktif dan memiliki energi tinggi yang berasal dari hasil reaksi nuklir.

Bahan mutagen yang sering digunakan dalam penelitian pemuliaan tanaman digolongkan menjadi dua kelompok yaitu mutagen kimia (chemical mutagen) dan mutagen fisika (physical mutagen). Mutagen kimia pada umumnya berasal dari senyawa alkyl (alkylating agents) misalnya seperti ethyl methane sulphonate (EMS), diethyl sulphate (dES), methyl methane sulphonate (MMS), hydroxylamine, nitrous acids, acridines dan sebagainya (IAEA, 1977). Mutagen fisika bersifat sebagai radiasi pengion (ionizing radiation) dan termasuk diantaranya adalah sinar-X, radiasi Gamma, radiasi beta, neutrons, dan partikel dari aselerators.

Baik mutagen kimia maupun mutagen fisika memiliki energi nuklir yang dapat merubah struktur materi genetik tanaman. Perubahan yang terjadi pada materi genetik dikenal dengan istilah mutasi (mutation). Secara relatif, proses mutasi dapat menimbulkan perubahan pada sifat-sifat genetis tanaman baik ke arah positif maupun negatif, dan kemungkinan mutasi yang terjadi dapat juga kembali normal (recovery). Mutasi yang terjadi ke arah “sifat positif” dan terwariskan (heritable) ke generasi-generasi berikutnya merupakan mutasi yang dikehendaki oleh pemulia tanaman pada umumnya. Sifat positif yang dimaksud adalah relatif tergantung pada tujuan pemuliaan tanaman.

Mutagen kimia dapat menimbulkan mutasi melalui beberapa cara. Gugusan alkyl aktif dari bahan mutagen kimia dapat ditransfer ke molekul lain pada posisi dimana kepadatan elektron cukup tinggi seperti phosphate groups dan juga molekul purine dan pyrimidine yang merupakan penyusun struktur dioxiribonucleic acid (DNA). Seperti diketahui umum, DNA merupakan struktur kimia yang membawa gen. Basa-basa yang menyusun struktur DNA terdiri dari adenine, guanine, thyimine, dan cytosine. Adenine dan guanine merupakan basa bercincin ganda (double-ring bases) disebut purines, sedangkan thymine dan cytosine bercincin tunggal (single-ring bases) disebut pyrimidines. Struktur molekul DNA berbentuk pilitan ganda (double helix) dan tersusun atas pasangan spesifik Adenine-Thymine dan Guanine-Cytosine. Contoh mutasi yang paling sering ditimbulkan oleh mutagen kimia adalah perubahan basa pada struktur DNA yang mengarah pada pembentukan 7-alkyl guanine.

Seperti disebut di atas mutagen fisika bersifat sebagai radiasi pengion (ionizing radiation) yang dapat melepas energi (ionisasi), begitu melewati atau menembus materi. Mutagen fisika termasuk diantaranya sinar-X, radiasi Gamma, radiasi beta, neutrons, dan partikel dari aselerators sudah umum digunakan dalam pemuliaan tanaman. Karakteristik untuk masing-masing jenis radiasi disajikan dalam Tabel di bawah ini. Begitu materi reproduksi tanaman diradiasi, proses ionisasi akan terjadi dalam jaringan dan dapat menyebabkan perubahan pada jaringan itu sendiri, sel, genom, kromosom, dan DNA atau gen. Perubahan yang ditimbulkan pada tingkat genom, kromosom, dan DNA atau gen dikenal dengan istilah mutasi (mutation).

Tabel 1. Karakteristik berbagai jenis radiasi.

Tipe Radiasi


Sumber


Deskripsi


Energi


Daya Tembus

Sinar-X


Mesin sinar-X


Radiasi elektomagnetik


50-300 kV


Beberapa mm sampai banyak cm

Sinar Gamma


Radioisotop dan reaksi nuklir


Radiasi elektomagnetik


Sampai beberapa MeV
Banyak cm

Neutron


Reaktor nuklir dan aselerator


Partikel tidak berubah


Kurang dari 1 sampai berjuta eV


Banyak cm

Partikel Beta


Radioistope atau aselerator


Berupa elektron


Sampai beberapa MeV


Sampai beberapa mm

Partikel Alfa


Radioisotop


Inti Helium


2-9 MeV


Sedikit mm

Proton atau Deutron


Reaktor nuklir atau aselerator


Inti Hidrogen


Sampai beberapa GeV


Sampai banyak cm

Mutasi Genom (Genome Mutation)

Poliploidi pada tanaman mencerminkan bahwa satu atau lebih set kromosom ditambahkan pada kromosom diploid misalnya triploid disimbolkan 2x+x=3x, tetraploid 2x+2x=4x (dimana x adalah jumlah kromosom dasar). Haploidi (dari diploidi) atau polihaploidi (dari poliploidi) mencerminkan status tanaman yang memiliki separuh dari jumlah kromosom normal misalnya 2x-->x, 4x-->2x dan seterusnya. Aneuploidi mencerminkan status tanaman yang memiliki penambahan atau pengurangan kromosom dari pasangan normalnya, misalnya 2x+1, 2x–1, 3x+1, 4x–1, 4x+2 dan sebagainya. Pengaruh beberapa mutagen kimia, seperti colchicine atau nitrous oxide dapat merubah tingkat ploidi pada genom tanaman, misalnya A-->AA, AA-->AAAA dan seterusnya.

Sebagai contoh mutasi genom, beberapa mutan tanaman sorghum yang diinduksi dengan colchicine telah dilaporkan sebagai hasil mutasi genom dengan pengurangan jumlah kromosom (haploidi) yang kemudian diikuti dengan diploidisasi. Sedangkan pengaruh mutagen fisika (radiasi sinar Gamma) pada mutasi genom telah dilaporkan pada mutan tanaman barley, dimana terjadi perubahan genom tanaman menjadi aneuploidi.

Mutasi Kromosom (Chromosome Mutation)

Pengaruh bahan mutagen, khususnya radiasi, yang paling banyak terjadi pada kromosom tanaman adalah pecahnya benang kromosom (chromosome breakage atau chromosome aberation). Pecahnya benang kromosom dibagi dalam 4 kelompok yaitu translokasi (translocations), inversi (inversions), duplikasi (duplications), dan defisiensi (deficiencies).

Translokasi terjadi apabila dua benang kromosom patah setelah terkena energi radiasi, kemudian patahan benang kromosom bergabung kembali dengan cara baru. Patahan kromosom yang satu berpindah atau bertukar pada kromosom yang lain sehingga terbentuk kromosom baru yang berbeda dengan kromosom aslinya. Translokasi dapat terjadi baik di dalam satu kromosom (intrachromosome) maupun antar kromosom (interchromosome). Translokasi sering mengarah pada ketidakseimbangan gamet sehingga dapat menyebabkan kemandulan (sterility) karena terbentuknya chromatids dengan duplikasi dan penghapusan. Alhasil, pemasangan dan pemisahan gamet jadi tidak teratur sehingga kondisi ini menyebabkan terbentuknya tanaman aneuploidi. Translokasi dilaporkan telah terjadi pada tanaman Aegilops umbellulata dan Triticum aestivum yang menghasilkan mutan tanaman tahan penyakit.

Inversi terjadi karena kromosom patah dua kali secara simultan setelah terkena energi radiasi dan segmen yang patah tersebut berotasi 180o dan menyatu kembali. Kejadian bila centromere berada pada bagian kromosom yang terinversi disebut pericentric, sedangkan bila centromere berada di luar kromosom yang terinversi disebut paracentric. Inversi pericentric berhubungan dengan duplikasi atau penghapusan chromatid yang dapat menyebabkan aborsi gamet atau pengurangan frequensi rekombinasi gamet. Perubahan ini akan ditandai dengan adanya aborsi tepung sari atau biji tanaman, seperti dilaporkan terjadi pada tanaman jagung dan barley. Inversi dapat terjadi secara spontan atau diinduksi dengan bahan mutagen, dan dilaporkan bahwa sterilitas biji tanaman heterosigot dijumpai lebih rendah pada kejadian inversi daripada translokasi.

Duplikasi menampilkan cara peningkatan jumlah gen pada kondisi diploid. Dulikasi dapat terjadi melalui beberapa cara seperti: pematahan kromosom yang kemudian diikuti dengan transposisi segmen yang patah, penyimpangan dari mekanisme crossing-over pada meiosis (fase pembelahan sel), rekombinasi kromosom saat terjadi translokasi, sebagai konsekuensi dari inversi heterosigot, dan sebagai konsekuensi dari perlakuan bahan mutagen. Beberapa kejadian duplikasi telah dilaporkan dapat miningkatkan viabilitas tanaman. Pengaruh radiasi terhadap duplikasi kromosom telah banyak dipelajari pada bermacam jenis tanaman seperti jagung, kapas, dan barley.

Defisiensi adalah penghilangan satu atau lebih segmen gen pada kromosom. Penghilangan dapat terjadi pada segmen panjang lengan kromosom seperti yang dilaporkan pada tanaman gandum. Tergantung pada gen dan tingkat ploidi, defisiensi dapat menyebabkan kematian, separuh kematian, atau menurunkan viabilitas. Pada tanaman defisiensi yang ditimbulkan oleh perlakuan bahan mutagen (radiasi) sering ditunjukkan dengan munculnya mutasi klorofil. Kejadian mutasi klorofil biasanya dapat diamati pada stadia muda (seedling stag), yaitu dengan adanya perubahan warna pada daun tanaman.

Mutasi Gen (Gene or Point Mutation)

Sesuai dengan konsep genetika, informasi genetik tersimpan dalam rangkaian polinukliotida yang membentuk struktur pilitan ganda (double helix) disebut DNA (RNA dalam kasus beberapa virus). Empat nukliotida yang berbeda terdiri dari basa purine (adenine dan gaunine) dan pyrimidine (thymine dan cytosine), dihubungkan bersama melalui ikatan fosfat dan gula (deoxyribose). Bahan mutagen tertentu dapat menginduksi perubahan spesifik susunan pasangan basa dalam struktur DNA. Perubahan yang terjadi disebut mutasi gen yang digolongkan menjadi dua katagori yaitu microlesions dan macrolesions. Microlesions adalah mutasi dimana terjadi substitusi pasangan basa, transisi atau transversi pasangan basa, dan penyisipan baru pasangan basa. Macrolesions adalah mutasi dimana terjadi penghapusan, duplikasi atau penyusunan kembali pasangan basa. Mutasi microlesions sering juga disebut mutasi titik (point mutation).

Mutagen kimia biasanya erat berhubungan dengan mutasi microlesions sedangkan mutagen kimia (radiasi) dengan mutasi macrolesions. Mutasi gen sering berasosiasi dengan fenomena sterilitas dan kematian, seperti misalnya dalam pengaruhnya mencegah terbentuknya bivalensi dalam meiosis. Pada mutan homosigot hal ini sangat berpengaruh terhadap penurunan produktivitas dan daya saing mutan sehingga dapat merugikan. Namun pada heterosigot mutan, mutasi gen dapat mengarah pada peningkatan viabilitas dan daya saing mutan, seperti yang telah diteliti dan dilaporkan pada tanaman jagung, barley, padi, tanaman bunga dan sebagainya.

Mutasi diluar Inti Sel (Extranuclear Mutation)

Pada kenyataannya tidak semua materi genetik (DNA) berada di dalam inti sel (nucleus). Hal tersebut terbukti setelah peneliti menjumpai bahwa beberapa sifat tanaman diturunkan dengan tidak menuruti pola hukum Mendel. Sampai pada akhirnya diketahui penurunan sifat lebih dikontrol oleh gen-gen yang berada di luar inti sel atau sitoplasma, dan penurunan sifat model ini dikenal dengan istilah extranuclear inheritance. Di dalam sitoplasma sel terdapat banyak organel diantaranya kloroplas (chloroplast) dan mitokondria (mitochondria) yang masing-masing berfungsi dalam proses fotosintesis dan sintesa adenosintriposfat (ATP).

Kloroplas dan mitokondria ternyata mengandung materi genetik (gen atau DNA) yang juga dapat termutasi. Mutasi gen kloroplas atau mitokondria sering disebut mutasi diluar inti atau extranuclear mutation. Mutasi pada gen kloroplas dapat menyebabkan kerusakan gen mutan (defective mutant genes) yang kemudian dapat mengganggu proses fotosintesis pada daun. Alhasil, dampak mutasi gen kloroplas sering diekspresikan dengan munculnya gejala warna belang pada daun tanaman, misalnya warna belang hijau-putih pada tanaman Pelargonium dan Mirabilis jalapa (bunga pukul empat). Warna belang pada daun sering memiliki nilai seni dan nilai ekonomis tersendiri bagi pemulia tanaman. Oleh karena itu, mutasi tipe ini sering sangat bermanfaat dalam pemuliaan tanaman hias (ornamental crops).

Seperti telah dilaporkan (Van Harten, 1998), mutasi di luar inti sel sering pula menimbulkan gejala pertumbuhan kerdil (dwarf growth), berubahan morfologi bunga dan penyimpangan morfologi lainnya, dan ketahanan terhadap herbisida, yang biasanya disandikan oleh gen mitokondria. Dalam beberapa studi, mutasi pada mitokondria gen telah menghasilkan tanaman jagung yang tahan penyakit bercak daun (Drechslera maydis) dan tanaman gandum yang tahan penyakit karat (Puccinia striiformis). Sementara itu, perhatian yang lebih besar telah diberikan untuk mutasi gen pada sitoplasma yang terkait dengan cytoplasmic male sterility (CMS) seperti pada tanaman jagung. Teknik CMS sangat bermanfaat dalam pemuliaan tanaman khususnya dalam produksi benih tanaman hibrida. Secara umum telah diketahui bahwa CMS adalah sifat yang disandikan oleh gen mitokondria (Lonsdale, 1987). Mutasi dan rekombinasi DNA mitokondria merupakan dasar kejadian CMS alami.

Fasilitas dan Prosedur Kerja

Untuk mendukung penelitian pemuliaan tanaman dengan teknik mutasi, di BATAN tersedia fasilitas penelitian berupa Gamma chamber, Gamma cell, Gamma room, laboratorium, laboratorium kultur jaringan, ruang tumbuh, rumah kaca, kebun percobaan dan sawah. Gamma chamber model 4000A memiliki sumber sinar Gamma dari Cobalt-60 dengan aktivitas awal sebesar 3474.6632 Curies. Gamma cell model GC-220 memiliki sumber sinar Gamma dari Cobalt-60 dengan aktivitas awal sebesar 10.697 Curies. Pada umumnya Gamma chamber dan Gamma cell digunakan untuk penelitian yang memerlukan perlakuan radiasi akut (accute irradiation), yaitu radiasi dengan laju dosis tinggi seperti pada biji-bijian atau materi reproduktif tanaman lainnya yang berukuran kecil. Sedangkan untuk penelitian yang memerlukan perlakuan radiasi kronik (chronic irradiation), yaitu radiasi dengan laju dosis rendah seperti terhadap tanaman pot atau tanaman dalam media kultur jaringan, dapat digunakan Gamma room. Gamma room model Panoramic Batch Irradiator yang ada di BATAN memiliki sumber sinar Gamma dari Cobalt-60 dengan aktivitas awal sebesar 75.000 Curies.

Setelah perlakuan radiasi dengan sinar Gamma, materi reproduktif tanaman kemudian ditumbuhkembangkan di ruang tumbuh, rumah kaca, atau langsung di kebun percobaan. Analisa mutan tanaman dilakukan di laboratorium, biasanya dengan membandingkan sifat-sifat genetik, biologi dan agronominya terhadap tanaman kontrol. Analisa mutan dapat juga dilakukan baik secara visual fenotipa maupun secara biologi molekuler seperti dengan teknik RAPD atau bioteknologi lainnya. Secara ringkas prosedur kerja pemuliaan tanaman dengan teknik mutasi khusus untuk tanaman serealia berserbuk sendiri (termasuk gandum) disajikan dalam gambar di bawah ini.



Tanaman yang Diteliti

Tanaman yang diteliti di PATIR-BATAN dikelompokkan sebagai berikut: (1) Tanaman pangan: padi, kedelai, kc. hijau, kc.tanah, sorghum, dan gandum, (2) Tanaman hortikultura: pisang, cabai, bawang merah, dan bawang putih, (3) Tanaman industri: kapas, sorghum, dan jarak. (4) Tanaman bunga: krisan dan anggrek, dan (5) Tanaman pakan ternak: sorghum.

Hasil-hasil Yang Telah Dicapai

Salah satu kegiatan di bidang pertanian adalah penelitian pemuliaan tanaman dengan menggunakan teknik mutasi (mutation breeding). Kejadian mutasi direfleksikan dalam munculnya keragaman genetik tanaman, yang kemudian melalui proses seleksi dan pengujian lebih lanjut, memungkinkan diperolehnya suatu varietas unggul tanaman. Penelitian pemuliaan mutasi di BATAN sebetulnya telah dimulai sejak tahun 1970, yaitu dengan program perbaikan varietas tanaman padi. Sampai kini BATAN telah menhasilkan beberapa mutan tanaman pangan yang dilepas sebagai varietas unggul oleh Departemen Pertanian seperti tersaji dalam Tabel berikut.

Varietas mutan tanaman pangan hasil riset PATIR-BATAN yang telah dilepas sebagai varietas unggul oleh Menteri Pertanian.

teknik kultur jaringan

Bioteknologi Dalam Perbanyakan Tanaman / Kultur Jaringan
Biologi Kelas 3 > Bioteknologi
158

< Sebelum Sesudah >

Sifat TOTIPOTENSIAL tanaman, dapat diterapkan untuk kultur jaringan. Kultur jaringan (sel) adalah mengkultur/membiakkan jaringan (sel) untuk memperoleh individu baru.

Penemu F.C. Steward menggunakan jaringan floem akar wortel.

Gambar 1
Skema teknik kultur jaringan sederhana yang dilakukan oleh Steward terhadap tanaman wortel (Daucus carota)

MANFAAT / KEUNTUNGAN KULTUR JARINGAN
1.
Bibit (hasil) yang didapat berjumlah banyak dan dalam waktu yau~g singkat
2.
Sifat identik dengan induk
3.
Dapat diperoleh sifat-sifat yang dikehendaki
4.
Metabolit sekunder tanaman segera didapat tanpa perlu menunggu tanaman dewasa

Keanekaragaman Hayati

Berbagai Tingkat Keanekaragaman Hayati
Biologi Kelas 1 > Keanekaragaman Hayati
1

< Sebelum Sesudah >

Keanekaragaman hayati dapat terjadi pada berbagai tingkat kehidupan, mulai dari organisme tingkat rendah sampai organisme tingkat tinggi. Misalnya dari mahluk bersel satu hingga mahluk bersel banyak; dan tingkat organisasi kehidupan individu sampai tingkat interaksi kompleks, misalnya dari spesies sampai ekosistem.

Secara garis besar, keanekaragaman hayati terbagi menjadi tiga tingkat, yaitu :
1.

Keanekaragaman gen

Setiap sifat organisme hidup dikendalikan oleh sepasang faktor keturunan (gen), satu dari induk jantan dan lainnya dari induk betina. Keanekaragaman tingkat ini dapat ditunjukkan dengan adanya variasi dalam satu jenis.
misalnya :
- variasi jenis kelapa : kelapa gading, kelapa hijau
- variasi jenis anjing : anjing bulldog, anjing herder, anjing kampung

Yang membuat variasi tadi adalah : Rumus : F = G + L
F = fenotip
G = genoti
L = lingkungan

Jika G berubah karena suatu hal (mutasi dll) atau L berubah maka akan terjadi perubahan di F. Perubahan inilah yang menyebabkan terjadinya variasi tadi.



Gbr. Variasi morfologi dalam satu jenis gandum akibat persilangan
2.

Keanekaragaman jenis (spesies)

Keanekaragaman ini lebih mudah diamati daripada Keanekaragaman gen. Keanekaragaman hayati tingkat ini dapat ditunjukkan dengan adanya beraneka macam jenis mahluk hidup baik yang termasuk kelompok hewan, tumbuhan dan mikroba.
misalnya :
- variasi dalam satu famili antara kucing dan harimau. Mereka termasuk dalam satu famili(famili/keluarga Felidae) walaupun ada perbedaan fisik, tingkah laku dan habitat.

3.

Keanekaragaman ekosistem

Keanekaragaman tingkat ini dapat ditunjukkan dengan adanya variasi dari ekosistem di biosfir.
misalnya :
ekosistem lumut, ekosistem hutan tropis, ekosistem gurun, masing-masing ekosistem memiliki organisme yang khas untuk ekosistem tersebut. misalnya lagi, ekosistem gurun di dalamnya ada unta, kaktus, dan ekosistem hutan tropis di dalamnya ada harimau.

Ketiga macam keanekaragaman tersebut tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. Ketiganya dipandang sebagai suatu keseluruhan atau totalitas yaitu sebagai keanekaragaman hayati.

IndoBIC

IndoBIC (Indonesian Biotechnology Information Centre) didirikan pada tahun 2003 sebagai hasil kerjasama antara International Service for the Acquisition of Agri-biotech Applications (ISAAA) dan Southeast Asian Regional Centre for Tropical Biology (SEAMEO BIOTROP).

IndoBIC, sebagai bagian dari jaringan regional melalui BIC, diharapkan mampu memperkuat jaringan yang telah dibuat dan kemitraan yang sedang dibangun. Sambil memfokuskan pada strategi komunikasi yang efektif dalam penyebaran informasi bioteknologi, juga diharapkan mampu menggali lebih jauh sarana-sarana lainnya untuk memperluas pencapaiannya, dan mempertahankan kredibilitasnya sehingga mampu menjadi penghubung regional bagi informasi yang relevan dan akurat tentang bioteknologi pertanian.

Senin, 26 Januari 2009

Cucurbitaceae

MELON
Deskripsi

Tanaman melon mirip sekali dengan semangka, yaitu bercabang banyak, tetapi bulu batang lebih halus. Batang melon lebih pendek daripada semangka. Biji melon terkumpul di tengah dalam rongga buah, sedangkan biji semangka menyebar dalam daging buah. Daun dan batang: Daun melon lebar bercanggap (berlekuk), menjari agak pendek. Batang melon mempunyai alat pemegang (pilin) untuk memanjat. Ada jenis melon yang tepi daunnya bergelombang dan tidak bercanggap. Bunga: Bunga melon berumah satu dan berkelamin tunggal. Bunga yang muncul pertama hingga kelima biasanya bunga jantan. Lebah madu dan lalat hijau berperan dalam penyerbukan bunga ini. Buah: Buah melon umumnya bulat, walaupun ada yang panjang dan tidak banyak mengandung air. Tipe buah melon banyak sekali, di antaranya ada yang berkulit hijau, kuning, dan putih kekuningan. Namun, pada dasarnya ada tiga tipe buah, yakni buah yang kulitnya berjaring (net), kulitnya berjaring tidak jelas, dan berkulit halus tanpa ada tanda jaring. Semua buah melon berbiji banyak, terkumpul dalam rongga buah yang diliputi lendir. Lendir tersebut terasa manis, kenyal (keras), dan tidak banyak mengandung air. Ada jenis melon yang kulitnya berwarna hitam dengan daging kehijauan, misalnya tendral verde. Akar: Tanaman melon tidak jauh berbeda dengan semangka, mempunyai akar tunggang dan akar samping banyak serta agak dalam. Akar samping berupa serabut yang jumlahnya banyak, kuat, dan panjang.

Manfaat

Sebelum tahun 1990, melon masih asing bagi penduduk Indonesia, tetapi kini sudah menjadi buah "pencuci mulut" yang populer. Buah ini sering disuguhkan di tempat-tempat pesta secara sendiri atau bersama dengan semangka, pepaya, dan nanas.

Syarat Tumbuh

Tanaman melon lebih senang tumbuh di dataran menengah yang suhunya agak dingin, yakni pada ketinggian tempat antara 300-l.000 m dpl. Di dataran rendah yang elevasinya kurang dari 300 m dpl, buah melon berukuran lebih kecil dan dagingnya agak kering (kurang berair). Jenis tanah andosol atau tanah berpasir baik untuk pengembangan melon. Tanah ini mempunyai pH 6-7. Daerah yang bertipe iklim kering tidak disenangi oleh tanaman melon. Tanaman ini tidak toleran terhadap tanah asam (pH rendah) seperti pada semangka. Pada tanah yang ber-pH asam, tanaman melon akan tumbuh kerdil. Tanaman melon lebih peka terhadap air tanah yang menggenang atau kondisi aerasi tanah kurang baik daripada tanaman semangka. Di tempat yang kelembapan udaranya rendah (kering) dan ternaungi, tanaman melon enggan berbunga betina. Tanaman ini lebih senang di daerah terbuka, tetapi sinar matahari tidak terlalu terik, cukup dengan penyinaran 70%.

Pedoman Budidaya

Perbanyakan tanaman Tanaman melon diperbanyak dengan biji yang telah diseleksi. Benih ini diproduksi secara khusus dengan mengisolasi tanaman. Tujuannya untuk mencegah terjadinya penyerbukan silang dengan tanaman jantan yang tidak dikehendaki dan mencegah penularan penyakit dari luar kebun pembibitan. Bibit sambungan dengan labu air (Lagenaria sp.) juga dapat dilakukan, tetapi dalam praktek agribisnis melon tidak pernah dilakukan. Semua benih melon yang umumnya berupa benih hibrida, di impor dari Jepang dan Taiwan. Cara menghasilkan benih melon sama dengan semangka, tetapi pada melon tidak perlu menghasilkan benih yang seedless (tidak berbiji). Hal ini disebabkan adanya biji pada buah melon tidak menyulitkan konsumen karena letaknya mengumpul di rongga buah. Budi daya tanaman: Budi daya melon dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan sistem hidroponik (tanpa tanah) dan sistem tanah (lapangan). Sistem hidroponik tidak akan dibahas karena sulit dilakukan oleh petani biasa. Benih melon disemai lebih dulu dalam pot-pot kecil (berdiameter sekitar 4-6 cm). Pot dapat terbuat dari polibag (plastik), daun pisang, atau blok tanah dengan perbandingan tanah dan pupuk kandang 1 : 1. Setiap pot ditanami satu benih melon. Media yang digunakan berupa campuran tanah dan pupuk kandang yang steril dengan perbandingan 1 : 1. Media steril penting sekali karena melon sangat peka terhadap penyaldt akar tular tanah (soil borne disease) seperti Rhizoctonia dan Fusarium. Setelah bibit berumur 2-3 minggu lalu ditanam di kebun. Lubang tanam berukuran 50 cm x 50 cm x 30 cm. Setiap lubang diberi pupuk kandang sebanyak 5-10 kg. Pupuk buatan berupa 100 kg urea, 200 kg TSP (267 kg SP-36), dan 100 kg KCl per hektar. Pupuk diberikan dua kali pada umur dua minggu dan empat minggu setelah tanam. Jarak antarbaris tanam 100 cm, sedangkan jarak antartanaman dalam barisan 50 cm. Lebar selokan 30-4o cm sehingga jarak antarselokan (lebar bedengan) adalah 160-180 cm. Setiap bedengan memuat dua baris tanaman. Tanaman diberi ajir kuat untuk merambatkan batang. Biasanya tanaman dipelihara satu batang (satu buah) atau tiga batang (tiga buah), sedangkan bunga betina (pentil buah) lainnya dibuang. Tanaman mulai berbunga pada umur 30-50 hari setelah tanam. Dalam usaha agribisnis melon berorientasi komersial (pasar supermarket atau mengutamakan mutu), dilakukan seperti pada semangka, yakni menggunakan mulsa plastik hitam. Hal ini untuk mencegah tumbuhnya gulma/rumput.

Pemeliharaan

Pemberian pupuk buatan dan air siraman dilakukan melalui lubang tanam yang dibuat pada plastik mulsa tersebut. Demilaan pula ajir bambu atau besi yang digunakan memanjatkan tanaman melon ditancapkan di lubang tersebut. Pembuangan bunga betina (pentil buah) dilakukan setelah buah terpilih sebesar telur ayam, biasanya pada buah kedua dari bawah. Sementara buah lainnya dibuang. Pada usaha agribisnis melon modern, tanaman ini dipelihara dalam rumah plastik transparan di bawah atap plastik dipasang paranet. Hal ini dilakukan untuk mencegah curah hujan tinggi yang dapat merusak tanaman melon. Selain itu, juga untuk mengatur penyinaran agar tidak terlalu terik. Dengan cara ini, melon dapat ditanam setiap saat dan tidak tergantung musim.

Hama dan Penyakit

Hama yang mengancam tanaman melon adalah kutu kuning (Myzus persicae). Kutu ini menyerang daun melon sehingga bergulung ke bawah, terutama pada musim kemarau. Kutu kuning merupakan vektor virus mosaik yang paling ditakuti petani. Kutu hijau (Aphis gossypii), tungau merah (Tetranychus sp.), dan oteng-oteng (Epilachna sp.) menjadi hama melon seperti pada semangka. Hama-hama ini dapat diatasi dengan semprotan Temaron 0,2%. Penyakit yang menjadi penghambat usaha tani melon yang penting adalah penyakit layu (Erwinia tracheiphila) dan busuk leher akar (Fusarium oxysporum). Kedua penyakit ini menyerang bila kondisi aerasi di selkitar tanaman tidak baik (air tanah menggenang). Penyakit mildu tepung (Erysiphe cichoracearum, mildu embun (Pseudoperospora cubensis), serta bercak buah (Colletrotrichum lagenarium) menyerang tanaman pada saat suhu udara dingin dan lembap. Pada musim hujan, penyakit daun tersebut mengancam serius. Oleh karena itu, dianjurkan bertanam melon pada saat menjelang musim kemarau dan perlu dirawat intensif. Bila belum terlambat, penyakit tersebut dapat dicegah/diatasi dengan disemprot Benlate 0,2%. Penyakit virus mosaik (CMV, cucumber mozaic virus) yang menyerang tanaman semangka dapat pula menyerang tanaman melon. Virus sulit diatasi. Sebaiknya, memberantas vektornya yaitu Myzus persicae secara intensif dengan Kelthane 0,2%. Tanaman melon yang terserang CMV, bila buahnya dipanen maka mutunya rendah (matangnya tidak sempurna).

Panen dan Pasca Panen

Buah melon harus dipanen setelah tua benar karena buah tidak akan matang bila diperam. Tanda-tanda buah telah tua, yaitu kulit tampak licin, mengilap, dan suaranya menggema bila diketuk dengan tangan. Buah matang (tua benar) pada umur 80-100 hari setelah tanam.Produksi dapat mencapai 1-2,5 kg per buah. Pemanenan buah yang terlambat menyebabkan buah retak sehingga tidak dapat dijual.