Senin, 26 Januari 2009

Cucurbitaceae

MELON
Deskripsi

Tanaman melon mirip sekali dengan semangka, yaitu bercabang banyak, tetapi bulu batang lebih halus. Batang melon lebih pendek daripada semangka. Biji melon terkumpul di tengah dalam rongga buah, sedangkan biji semangka menyebar dalam daging buah. Daun dan batang: Daun melon lebar bercanggap (berlekuk), menjari agak pendek. Batang melon mempunyai alat pemegang (pilin) untuk memanjat. Ada jenis melon yang tepi daunnya bergelombang dan tidak bercanggap. Bunga: Bunga melon berumah satu dan berkelamin tunggal. Bunga yang muncul pertama hingga kelima biasanya bunga jantan. Lebah madu dan lalat hijau berperan dalam penyerbukan bunga ini. Buah: Buah melon umumnya bulat, walaupun ada yang panjang dan tidak banyak mengandung air. Tipe buah melon banyak sekali, di antaranya ada yang berkulit hijau, kuning, dan putih kekuningan. Namun, pada dasarnya ada tiga tipe buah, yakni buah yang kulitnya berjaring (net), kulitnya berjaring tidak jelas, dan berkulit halus tanpa ada tanda jaring. Semua buah melon berbiji banyak, terkumpul dalam rongga buah yang diliputi lendir. Lendir tersebut terasa manis, kenyal (keras), dan tidak banyak mengandung air. Ada jenis melon yang kulitnya berwarna hitam dengan daging kehijauan, misalnya tendral verde. Akar: Tanaman melon tidak jauh berbeda dengan semangka, mempunyai akar tunggang dan akar samping banyak serta agak dalam. Akar samping berupa serabut yang jumlahnya banyak, kuat, dan panjang.

Manfaat

Sebelum tahun 1990, melon masih asing bagi penduduk Indonesia, tetapi kini sudah menjadi buah "pencuci mulut" yang populer. Buah ini sering disuguhkan di tempat-tempat pesta secara sendiri atau bersama dengan semangka, pepaya, dan nanas.

Syarat Tumbuh

Tanaman melon lebih senang tumbuh di dataran menengah yang suhunya agak dingin, yakni pada ketinggian tempat antara 300-l.000 m dpl. Di dataran rendah yang elevasinya kurang dari 300 m dpl, buah melon berukuran lebih kecil dan dagingnya agak kering (kurang berair). Jenis tanah andosol atau tanah berpasir baik untuk pengembangan melon. Tanah ini mempunyai pH 6-7. Daerah yang bertipe iklim kering tidak disenangi oleh tanaman melon. Tanaman ini tidak toleran terhadap tanah asam (pH rendah) seperti pada semangka. Pada tanah yang ber-pH asam, tanaman melon akan tumbuh kerdil. Tanaman melon lebih peka terhadap air tanah yang menggenang atau kondisi aerasi tanah kurang baik daripada tanaman semangka. Di tempat yang kelembapan udaranya rendah (kering) dan ternaungi, tanaman melon enggan berbunga betina. Tanaman ini lebih senang di daerah terbuka, tetapi sinar matahari tidak terlalu terik, cukup dengan penyinaran 70%.

Pedoman Budidaya

Perbanyakan tanaman Tanaman melon diperbanyak dengan biji yang telah diseleksi. Benih ini diproduksi secara khusus dengan mengisolasi tanaman. Tujuannya untuk mencegah terjadinya penyerbukan silang dengan tanaman jantan yang tidak dikehendaki dan mencegah penularan penyakit dari luar kebun pembibitan. Bibit sambungan dengan labu air (Lagenaria sp.) juga dapat dilakukan, tetapi dalam praktek agribisnis melon tidak pernah dilakukan. Semua benih melon yang umumnya berupa benih hibrida, di impor dari Jepang dan Taiwan. Cara menghasilkan benih melon sama dengan semangka, tetapi pada melon tidak perlu menghasilkan benih yang seedless (tidak berbiji). Hal ini disebabkan adanya biji pada buah melon tidak menyulitkan konsumen karena letaknya mengumpul di rongga buah. Budi daya tanaman: Budi daya melon dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan sistem hidroponik (tanpa tanah) dan sistem tanah (lapangan). Sistem hidroponik tidak akan dibahas karena sulit dilakukan oleh petani biasa. Benih melon disemai lebih dulu dalam pot-pot kecil (berdiameter sekitar 4-6 cm). Pot dapat terbuat dari polibag (plastik), daun pisang, atau blok tanah dengan perbandingan tanah dan pupuk kandang 1 : 1. Setiap pot ditanami satu benih melon. Media yang digunakan berupa campuran tanah dan pupuk kandang yang steril dengan perbandingan 1 : 1. Media steril penting sekali karena melon sangat peka terhadap penyaldt akar tular tanah (soil borne disease) seperti Rhizoctonia dan Fusarium. Setelah bibit berumur 2-3 minggu lalu ditanam di kebun. Lubang tanam berukuran 50 cm x 50 cm x 30 cm. Setiap lubang diberi pupuk kandang sebanyak 5-10 kg. Pupuk buatan berupa 100 kg urea, 200 kg TSP (267 kg SP-36), dan 100 kg KCl per hektar. Pupuk diberikan dua kali pada umur dua minggu dan empat minggu setelah tanam. Jarak antarbaris tanam 100 cm, sedangkan jarak antartanaman dalam barisan 50 cm. Lebar selokan 30-4o cm sehingga jarak antarselokan (lebar bedengan) adalah 160-180 cm. Setiap bedengan memuat dua baris tanaman. Tanaman diberi ajir kuat untuk merambatkan batang. Biasanya tanaman dipelihara satu batang (satu buah) atau tiga batang (tiga buah), sedangkan bunga betina (pentil buah) lainnya dibuang. Tanaman mulai berbunga pada umur 30-50 hari setelah tanam. Dalam usaha agribisnis melon berorientasi komersial (pasar supermarket atau mengutamakan mutu), dilakukan seperti pada semangka, yakni menggunakan mulsa plastik hitam. Hal ini untuk mencegah tumbuhnya gulma/rumput.

Pemeliharaan

Pemberian pupuk buatan dan air siraman dilakukan melalui lubang tanam yang dibuat pada plastik mulsa tersebut. Demilaan pula ajir bambu atau besi yang digunakan memanjatkan tanaman melon ditancapkan di lubang tersebut. Pembuangan bunga betina (pentil buah) dilakukan setelah buah terpilih sebesar telur ayam, biasanya pada buah kedua dari bawah. Sementara buah lainnya dibuang. Pada usaha agribisnis melon modern, tanaman ini dipelihara dalam rumah plastik transparan di bawah atap plastik dipasang paranet. Hal ini dilakukan untuk mencegah curah hujan tinggi yang dapat merusak tanaman melon. Selain itu, juga untuk mengatur penyinaran agar tidak terlalu terik. Dengan cara ini, melon dapat ditanam setiap saat dan tidak tergantung musim.

Hama dan Penyakit

Hama yang mengancam tanaman melon adalah kutu kuning (Myzus persicae). Kutu ini menyerang daun melon sehingga bergulung ke bawah, terutama pada musim kemarau. Kutu kuning merupakan vektor virus mosaik yang paling ditakuti petani. Kutu hijau (Aphis gossypii), tungau merah (Tetranychus sp.), dan oteng-oteng (Epilachna sp.) menjadi hama melon seperti pada semangka. Hama-hama ini dapat diatasi dengan semprotan Temaron 0,2%. Penyakit yang menjadi penghambat usaha tani melon yang penting adalah penyakit layu (Erwinia tracheiphila) dan busuk leher akar (Fusarium oxysporum). Kedua penyakit ini menyerang bila kondisi aerasi di selkitar tanaman tidak baik (air tanah menggenang). Penyakit mildu tepung (Erysiphe cichoracearum, mildu embun (Pseudoperospora cubensis), serta bercak buah (Colletrotrichum lagenarium) menyerang tanaman pada saat suhu udara dingin dan lembap. Pada musim hujan, penyakit daun tersebut mengancam serius. Oleh karena itu, dianjurkan bertanam melon pada saat menjelang musim kemarau dan perlu dirawat intensif. Bila belum terlambat, penyakit tersebut dapat dicegah/diatasi dengan disemprot Benlate 0,2%. Penyakit virus mosaik (CMV, cucumber mozaic virus) yang menyerang tanaman semangka dapat pula menyerang tanaman melon. Virus sulit diatasi. Sebaiknya, memberantas vektornya yaitu Myzus persicae secara intensif dengan Kelthane 0,2%. Tanaman melon yang terserang CMV, bila buahnya dipanen maka mutunya rendah (matangnya tidak sempurna).

Panen dan Pasca Panen

Buah melon harus dipanen setelah tua benar karena buah tidak akan matang bila diperam. Tanda-tanda buah telah tua, yaitu kulit tampak licin, mengilap, dan suaranya menggema bila diketuk dengan tangan. Buah matang (tua benar) pada umur 80-100 hari setelah tanam.Produksi dapat mencapai 1-2,5 kg per buah. Pemanenan buah yang terlambat menyebabkan buah retak sehingga tidak dapat dijual.

Justin & Colin's Big

Justin & Colin's Big Gay Hallowe'en!; Throwing a Hallowe'en party?
Sunday Herald, The, Oct 31, 2004 by Compiled by Ali Howard Interview by Peter Ross


JUSTIN: "Colin and I go to town for Hallowe'en parties. This year we are having 25 friends round to our Glasgow house as part of a new show we are doing called Don't Drop The Baby, which is a five-day observation of us and an animatronic baby which is remotely controlled and has poo, vomit and cry buttons. We are having a huge party and we are going to theme it black and orange."

COLIN: "Those are very traditional Hallowe'en colours but I think it's okay to stick with them. It's a good strong theme that everyone recognises. It's possible to be too tasteful, but why not have a bit of humour and fun in there for your guests?"

Most Popular
5 Super Tips To Get Rid Of Your Public Speaking Fear: How To Overcome Public Speaking Anxiety
How To Write A Strategic Plan: A Simple Outline - Doubles As A Grant Writing Tutorial
Five Principles To Improve Your Leadership Skills
The Best Way To Close An Interview
Top 10 Interview Dressing Tips

JUSTIN: "We've just bought two incredible sofas from the new Linda Reid show. They are dark slubby gentleman's grey. We are going to dress them with luscious textural black knitted throws and spangly gorgeous angora cushions in bright orange. We got some from the Conran store and some from Linda Reid. Ikea have got some fantastic products at the moment. They do these great black cushions."

COLIN: "As well as getting the look right, it's important to get the taste and flavour of the evening right. So we are doing mulled wine. We are going to make a really good pumpkin soup and serve it in tiny glasses, so it is like shots. It's a nice little hors d'oevre and will look great."

JUSTIN: "As Colin says, it's good to run with the traditional theme, but we have turned it on its head a little bit. Our waitresses will be dressed as sexy witches. Our witches are wearing spangly orange and black accessories - black witch's hat, black shoes. Their faces will be covered and they will be wearing a short pinafore witch's outfit with black tights. We have taken orange wool and hemmed it down the sides of the tights and made little orange bows on the back of black stilletoes. They are going to have brooms, which we will paint black with orange tips as if they are on fire."

COLIN: "If you're having a party, it's good to set the tone, and candlelight is great for that. It makes it moody and will make people want to tell ghost stories, especially when they've had a few."

JUSTIN: "The best candles in the world, without a shadow of a doubt, are from The Pier. They are just stonkingly good. They've got them in orange and all these great colours and scents."

COLIN: "We usually have scary movies playing as well. I think one of the scariest films is Hallowe'en. Even the daylight scenes are scary."

JUSTIN: "With any party, we try to go for a multi-sensory approach. It shouldn't just look great, it should smell good as well. So, continuing the orange theme, we bake oranges and stud them with cloves.

COLIN: When it comes to food, keep it easy. As host of the party, you should enjoy it as much as your guests. We've got a friend, Grace Drummond, who runs a Glasgow-based company Grace'n'Flavour and she does a funky take on canapes."

JUSTIN: "I like theming, but I don't like gimmicks, so no rubber bats hanging from the ceiling. You're more likely to find big hollowed-out pumpkins with gorgeous lights inside. We might have a turnip lantern for the traditionalists."

COLIN: "Maybe say no to rubber bats but yes to a big bowl of skullcrushers - you know those white chocolate sweeties with red goo in them?"

JUSTIN: "If you've got a fire, light those coals, chuck in the embers, and get it burning up for a lovely mood. We do indoor fireworks, but make sure they are made by good manufacturers. There is no flame involved, but there is a propulsion mechanism at the bottom with a small amount of dynamite."

COLIN: "If you have a garden, you can light a little bonfire and string your garden with fairy lights. I think Au Naturale have got little orange paper lanterns. You can take a black pen and draw teeth and eyes on them. Or use the white ones, and make them into ghosts. You want to get the kids involved it's all very well to go to the shops and buy everything, but it should be creative and fun."

JUSTIN: "We aren't asking our guests to come in costume because that puts too much pressure on people. We have learned how dreadfully wrong it can go. A friend of ours, Lowry Turner, got married several years ago, and the invite said the theme was oriental or black tie. So we decided to make a big statement, and got dolled up as Fu Manchu and the Widow Twanky. We walked in and the whole place went silent. Everyone else had worn a wing collar or little oriental brooch and that was it; we had come as two pantomime dames."

COLIN: "The thing to remember with party planning is it's not how much you spend that's important, it's how you spend it. Ikea is one of our favourite stores. Or, if you want to make your guests feel special, get them an individual bottle of Pommery POP champagne. You tie them around the top with all manner of little sparkly Hallowe'eny gestures, attach a black tag and write on it with an orange pen."

ONE Pumpkin lantern line lights, (pounds) 20, John Lewis TWO Orange potpourri, (pounds) 2, Au Naturale THREE Natura chandelier for candles, (pounds) 20, Ikea FOUR Black oil burner, (pounds) 2, Au Naturale FIVE Black glitter ball, (pounds) 3, Au Naturale SIX Glitig candle holders, 60p each, Ikea SEVEN Harvest pumpkin spice home fragrance, (pounds) 5.95, The Pier. EIGHT Orange Candle Holder, (pounds) 2, Au Naturale NINE Pychedelic spooks napkins, (pounds) 1.65, John Lewis. TEN Black Faux Fur Throw, (pounds) 15, Au Naturale ELEVEN Soup served in shot glasses by Grace'n'Flavour TWELVE Pumpkin basket, (pounds) 4.95, The Pier THIRTEEN Crocodile-effect black cushion, (pounds) 45, John Lewis; rosy orange cushion, (pounds) 15, John Lewis FOURTEEN Pommery Pop Champagne, (pounds) 7, Harvey Nichols FIFTEEN Frankincense candle, (pounds) 5, Au Naturale SIXTEEN Two- tone red-orange vase, (pounds) 8, Au Naturale SEVENTEEN Vinde cushion, (pounds) 5, Ikea EIGHTEEN Harvest pumpkin spice infused colonnade candle, (pounds) 14.95, The Pier NINETEEN Harvest Pumpkin spice duo-core colonnade candle, (pounds) 9.95, The Pier TWENTY Black cat, (pounds) 6, Au Naturale TWENTY-ONE Pumpkins from 99p, Marks & Spencer Stockists: www.aunaturale.co.uk, 0141 5522020; www.grace-n- flavour.co.uk, 07866 459791; www.ikea.co.uk, 0845 3551141; www.johnlewis.com, 02076297711; Harvey Nichols Edinburgh, 0131 524 8322; Marks and Spencer, 0845 302 1234; www.pier.co.uk, 08456091234

Copyright 2004 SMG Sunday Newspapers Ltd.
Provided by ProQuest Information and Learning Company. All rights Reserved.

* 1
* 2
* Next »

Proanthenols

Real Antioxidant Protection with OPC's
Proanthenols contains real antioxidant protection based upon decades of research by Dr Jack Masquelier and Berkem Laboratories in France.

PROANTHENOLS ANTIOXIDANTS Proanthenols is not a pine bark or grape seed product that you can find on a retail shelf but is built upon "Real OPC's," which are concentrated extracts from special grape seeds and certain types of pine bark found in southern France. Real OPC's provide your body with superior antioxidant protection that is 50 times more powerful than vitamin E and 20 times more powerful than vitamin C.

Can you get the same antioxidant value from just eating grapes? Sure, if you're hungry enough! You would have to consume more than 2,500 grape seeds to get the same antioxidant protection as one tablet of Proanthenols.

As an added bonus, Proanthenols, by design, help all other antioxidants (including vitamins C and E) work more efficiently in your body. Real OPC's offer premium protection against free radical attack for your cells and support the collagen structure of all the organs in your body.

Why do we need antioxidants? Cigarette smoke, air pollution, alcohol, drugs, radiation from televisions and computers, chemicals and a busy life generate free radicals, which cause “oxidative stress”. Free radicals attack all your vital cellular structures, such as cell membranes and encourage processes that have been linked to accelerated cellular aging.

Proanthenols and ADHD
There is emerging evidence that Proanthenols may help in the treatment of ADHD.

A US patent was awarded to Dr. Masquelier's important OPC invention for treating Attention Deficit / Hyperactivity Disorder (U.S. Patent #5719178 Date: Feb. 17, 1998)

The time period before noticable results occur can vary based upon the severity of the ADHD. In one case I am aware of it took about 3 months before a change was noticed. There is growing anecdotal evidence showing that Proanthenols have been effective for many ADHD sufferers.

A clue to how Proanthenols help with treating ADHD may be found in this statement by Richard A. Passwater, Ph.D.,("The Antioxidants", 1985) - "Chemical hypersensitivities are often caused by free-radical reactions. Some seemingly inert chemicals can be converted into potent free-radical generators by the action of the body enzymes as they metabolize the foreign chemicals in an attempt to remove them from the body." Perhaps it is the free radical protection of Proanthenols that gets results for many sufferers.

Protect your cells with the powerful effects of Proanthenols

PRODUCT 6190, 50mg 240 Tablets Price $91.50
PRODUCT 6191, 50mg 60 Tablets Price $24.50
PRODUCT 6192, 100mg 60 Tablets Price $45.50

Serving Size - 1 Tablet, Servings per Container - 60

Further detailed information can be found in the Proanthenols Fact Sheet, which is available for download as a free .PDF file from the Life Plus Web-site.

Xtra Antioxidants can be used in conjunction with Proanthenols.

How To Order Proanthenols in the U.S.
1. Online via Internet:
Visit the Life Plus U.S. Web-site for a full product list and secure online ordering.

NOTE: European customers can visit our Life Plus Europe webpage for ordering details. Customers from other countries can visit this Life Plus website to order.

2. By Phone in U.S.:
Business Hours (Central Time)
08:00 AM - 7:00 PM Monday - Friday
Closed Saturday and Sunday
Life Plus USA: 1-800-572-8446
Use Customer Code: 8104540 when calling Life Plus.

Return to the Life Plus Products List

Thank you for your interest. If you have any unanswered questions about Proanthenols, feel free to Contact Us

These statements have not been evaluated by the Food and Drug Administration.
These products are not intended to diagnose, treat, cure or prevent any disease.

Selasa, 20 Januari 2009

Biopori

Alat Lubang Resapan Biopori Didaftarkan Paten

Institut Pertanian Bogor saat ini menempuh proses mendapatkan paten untuk peralatan lubang resapan biopori yang diciptakan Kamir R Brata, pengajar pada Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, pada perguruan tinggi tersebut.

Namun, Kamir tidak menghendaki proses itu nantinya justru menghambat masyarakat untuk memproduksi sendiri peralatan tersebut.

”Sejak awal menemukan peralatan lubang resapan biopori beberapa tahun lalu, saya memang tidak menghendaki patennya. Tetapi, sekarang institusi saya ingin mematenkan alat ini dengan maksud agar masyarakat mengetahui dasar pemikiran yang dilahirkan akademisi,” kata Kamir, Rabu (30/1) di Bogor.

Kamir menjelaskan, lubang resapan biopori di dalam tanah itu menuntut perlakuan dengan pengisian sampah organik ke dalamnya. Sampah-sampah organik itu nantinya akan diuraikan mikroorganisme di dalam tanah.

Organisme itu pun akan membuka pori-pori tanah yang bermanfaat untuk menyerap air.

15 manfaat

Dia mengatakan, sedikitnya ada 15 manfaat dari pembuatan lubang resapan biopori dengan diameter 10-20 sentimeter dan kedalaman 100 sentimeter itu.

Manfaat tersebut meliputi manfaat penampungan sampah organik, menjaga keanekaragaman hayati dalam tanah, menyuburkan tanah, mendukung penghijauan, serta mengurangi emisi gas rumah kaca akibat pelapukan bahan organik.

Kemudian dari aspek sanitasi, untuk menjaga kebersihan akibat daun yang dipangkas atau berguguran, mencegah polusi udara, berfungsi meresapkan air lebih optimal.

Jika biopori tersebut dilakukan secara masif oleh masyarakat, lubang resapan biopori juga akan mampu mencegah banjir dan genangan.

Manfaat lain biopori adalah meningkatkan cadangan air dalam tanah, mencegah keamblasan tanah, menghambat intrusi air laut, dan mengurangi pencemaran air.

”Alat pelubang resapan biopori ini terlalu sederhana sehingga sering dianggap tidak menarik. Tetapi, biopori memang bertujuan untuk menyederhanakan ilmu-ilmu yang terkait tanah,” kata Kamir.

Baik ilmuwan maupun masyarakat awam, menurut Kamir, saat ini mengabaikan adanya kehidupan di dalam tanah yang suatu saat pasti berdampak pada kerusakan tanah.

Keanekaragaman hayati di dalam tanah juga jarang diteliti sehingga kelestariannya tidak pernah dijaga. (NAW)

Sumber: http://www.kompas.com/kompascetak/read.php?cnt=.kompascetak.xml.2008.01.31.02401685&channel=2&mn=4&idx=4

Demam dengue

Dua Abad Tersaput Misteri
Ratusan tahun virus dengue menteror. Belum ada vaksin yang berjaya.

Demam dengue jelas bukan penyakit baru. Entah kebetulan entah tidak, gejala-gejala penyakit ini pertama kali ditemukan di Batavia, Indonesia, dan Kairo, Mesir, pada 1779. Ya, dua abad lebih sudah berlalu, tapi pengetahuan manusia seputar penyakit ini bisa dibilang baru seujung kuku.

Baru pada 1944, virus penyebab demam dengue teridentifikasi oleh ilmuwan Amerika Serikat kelahiran Polandia, Albert Sabin. Dia berhasil mengisolasi virus demam dengue dan memasukkannya ke keluarga virus Flavivirdae—keluarga virus yang suka menumpang pada manusia, hewan primata, atau nyamuk. Sampai sekarang, tercatat lebih dari 70 virus yang tergolong dalam keluarga besar ini, termasuk virus yellow fever dan virus Encephalitis Jepang.

Dengue, nama virus penyebab demam berdarah, hanya bisa ditularkan ke manusia lewat nyamuk kebun Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Tanpa bantuan nyamuk, virus dengue cuma macan kertas. Nyamuk mendapatkan virus dengue dari darah pasien demam berdarah. Jadi, jika tak ada penderita demam berdarah, seratus gigitan nyamuk kebun pun tak berbahaya.

Peningkatan kasus demam dengue terjadi sejak 1945. Diduga lonjakan ini akibat derasnya urbanisasi. Dari waktu ke waktu, virus ini terus berkembang lebih ganas menjadi demam berdarah dengue atau dengue hemorrhagic fever dan dengue shock syndrome. Jenis ganas ini pertama kali menjangkiti anak-anak di kawasan Asia Tenggara.

Saat ini, pakar virus membedakan virus dengue dalam empat serotipe, masing-masing DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4. Bentuk keempat tipe ini sama, tapi antigennya berbeda. Sejarahnya, DEN-2 banyak ditemukan di kawasan Asia Tenggara, sedangkan DEN-3 ditemukan di kawasan Karibia dan DEN-1 di kepulauan Pasifik.

Dari aspek keganasannya, penelitian Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, DEN-2 memicu penyakit yang lebih ganas. Ini misalnya terlihat dari tingkat kebocoran plasma darah pada penderitanya. Implikasi temuan ini, jika DEN-2 mewabah di satu tempat, pemerintah di sana harus lebih waspada. Sistem deteksi dini harus terus siaga. Stok cairan infus pun harus lebih banyak.

Penelitian WHO juga menemukan, sekitar 80 persen pasien demam berdarah menunjukkan peningkatan kadar enzim AST dan ALT—enzim dalam liver yang bisa menjadi indikasi awal seseorang terjangkit dengue. Dengan menguji kadar enzim ini, virus tipe DEN-3 dan DEN-4 diketahui memicu kenaikan enzim yang lebih tinggi. Ini menjadi peringatan tersendiri. Kedua tipe virus ini punya peluang lebih besar untuk berkomplikasi dengan hepatitis. Jika kasusnya sampai tingkat shock, si pasien berpeluang mengalami kegagalan liver. Karena itu, pasien memerlukan pertolongan lebih awal dan pemberian obat seketat mungkin.

Khusus tipe DEN-4 biasanya lebih suka menginfeksi pasien berusia lanjut. Ada dugaan, pasien tua terbebas dari infeksi DEN-4 pada wabah sebelumnya karena tipe ini memang ditemukan lebih anyar. Karena itu, jika virus tipe DEN-4 dominan, orang dewasa sebaiknya lebih waspada.

Virus tipe DEN-1 tidak memiliki karakter khusus. Sejauh ini, belum diketahui dengan penyakit apa virus ini bisa berkomplikasi. Yang diketahui, pasien dengan virus DEN-1 lebih banyak mengalami shock ketimbang pasien tipe virus lainnya. Dari sisi komplikasi, DEN-1 tampaknya menjadi serotipe yang paling ringan. Tapi, jika tak tertolong, peluang pasien mengalami shock tetap tinggi.

Agus Syahrurahman, pakar virus dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa gabungan tipe virus ini bisa ditemukan di satu daerah terjangkit pada waktu bersamaan. Yang membedakan satu musim demam dengan musim demam lainnya, menurut Agus, biasanya hanya soal dominasi virus tertentu. Penelitian di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dan Rumah Sakit Pertamina (1999-2000), misalnya, menemukan tiga tipe virus secara bersamaan, yaitu DEN-1, DEN-2, dan DEN-3.

Tipe virus apa pun yang menginfeksi, menurut Agus, jejak kekebalan sekaligus kerentanannya hampir serupa. Sekali terkena satu tipe virus dengue, si pasien akan punya kekebalan terhadap virus yang sama selama lima tahun. Masalahnya, setelah lewat lima tahun, kekebalan itu berkurang. Lebih runyam, tubuh jadi lebih peka dan rentan terhadap serangan tipe virus lainnya. "Kalau sampai terkena dengue untuk kedua kalinya, risikonya lebih berat," ujar Agus.

Bukan hanya perkenalan manusia dengan virus dengue yang perlu waktu lama. Perkembangan virus ini pun tak bisa diimbangi kemampuan manusia untuk menemukan penangkalnya. Upaya membuat vaksin demam berdarah dimulai pada 1970-an. Tapi perkembangannya sangat tersendat-sendat. Ini antara lain terjadi karena, berbeda dengan yellow fever, demam dengue tak disebabkan oleh virus tunggal. Tugas berat para ilmuwan adalah menemukan satu jenis vaksin yang berlaku untuk menangkal empat tipe virus berbeda ini.

Keganasan virus dengue juga diperkuat oleh kemampuan cepatnya bermutasi. Dengan kemampuan ini, virus yang masuk tubuh begitu keluar dipastikan sudah mengalami mutasi. Akibatnya, para ahli kesulitan membuat vaksin karena tiap saat virus itu sudah berubah.

Di luar segala kesulitan itu, sejumlah prototipe vaksin dengue sebenarnya hampir selesai menjalani uji klinis. Ilmuwan di Universitas Mahidol, Bangkok, Thailand, misalnya, sedang mengembangkan vaksin khusus. Memang masih dalam taraf uji coba, tapi keandalan vaksin ini sudah mencapai 90 persen.

Uji coba vaksin juga sedang berlangsung di Walter Reed Army Institute of Research, Silver Spring, Maryland, Amerika. Lisensi vaksin Walter Reed kini dipegang GlaxoSmithKline Biologicals, Rixensart, Belgia. Dalam waktu dekat, vaksin ini akan diuji coba pada anak-anak.

Kalaupun vaksin dapat dibuat, masalah lain menghadang, yaitu bagaimana menguji vaksin itu pada manusia. Mencoba pada hewan? Ini pun tidak mudah. Sejauh ini, belum ada jenis hewan yang benar-benar pas untuk tes vaksin dengue. Tikus, yang paling sering menjadi obyek penelitian, misalnya, memang bisa terinfeksi virus dengue. Tapi tikus ternyata kebal dan tak bisa sakit dengan virus ini.

Begitu pula percobaan pada monyet, spesies yang secara fisiologis paling mi-rip dengan manusia. Monyet memang memproduksi antibodi pelawan virus dengue. Sesekali monyet pun terjangkit demam. Tapi monyet tak pernah mengalami perdarahan seperti terjadi pada manusia.

Hambatan-hambatan itulah yang membuat ilmuwan belum berani memastikan kapan vaksin demam berdarah bisa dipakai secara massal. "Harapannya sih bisa segera," ujar Agus.

Minggu, 18 Januari 2009

Info & Tips

10 Makanan Rendah Kolesterol
Posted on Jan 08, 2009 10:36:14 by Siti Masudah

Tingginya kadar kolesterol yang dimiliki seseorang kerap menjadi mimpi buruk, berbagai macam cara ditempuh untuk menurunkan kadar kolesterol tersebut. Obat berbahan kimia yang terhitung efektif menurunkan kolesterol menjadi pilihan. Tapi tentu saja setiap bahan kimia pasti memiliki efek samping. Pilihan lain yang menjadi andalan yaitu menurunkan kadar kolesterol dengan cara alami.

Ada sejumlah makanan yang bisa menurunkan kadar Low-Density Lipoproptein (LDL) alias kolesterol jahat yang menyebabkan plak di pembuluh darah, dan meningkatkan High-Density Lipoprotein (HDL) alias kolesterol baik yang bisa dimanfaatkan tubuh untuk mengolah vitamin yang larut di dalam lemak.

Untuk menurunkan kadar LDL, Anda harus mengurangi asupan lemak jenuh. Lemak jenuh biasanya ditemukan di produk hewani, misalnya daging, susu, krim, mentega, dan keju. Ada juga lemak jenuh yang berasal dari nabati misalnya santan, minyak kelapa, dan lemak nabati.

Namun banyak pula terdapat jenis makanan yang mengandung lemak tidak jenuh sehingga sangat efektif menurunkan kadar kolesterol, diantaranya :

1. Kacang kedelai

Kacang kedelai dan turunannya, alias kedelai yang sudah diolah misalnya menjadi tahu, tempe, susu kedelai, dan tepung kedelai mengandung isoflavon, yaitu zat yang bisa menekan LDL.

Tapi ingat, meski nikmat tahu dan tempe bisa tidak efektif menurunkan kolesterol bila diolah dengan sembarangan. Misalnya, digoreng dengan minyak jelantah atau dicampur santan. Sebab, santan dan minyak goreng adalah sumber lemak jenuh.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menganjurkan untuk mengonsumsi sedikitnya 25 gram protein kedelai per hari untuk menurunkan kadar kolesterol.

2. Kacang-kacangan

Kacang adalah sumber serat larut yang sangat tinggi. Mengonsumsi serat larut bisa mengurangi kolesterol. Mengonsumsi kacang seperti buncis, kacang merah, kacang panjang secara teratur selama enam minggu bisa mengurangi kadar kolesterol sebanyak 10%.

3. Ikan Salmon

Ikan salmon sangat baik karena mengandung asam Omega-3 yang bisa menurunkan LDL dan trigiserilda serta meningkatkan HDL. Salmon mengandung EPA dan DHA yang baik untuk kesehatan jantung.

The American Heart Association merekomendasi paling tidak dua porsi per minggu untuk mendapatkan manfaat maksimal. Selain salmon, ikan tuna, trout, sarden, makerel, dan hering juga baik.

4. Alpukat

Alpukat adalah sumber lemak tidak jenuh yang bisa meningkatkan level HDL. Sayangnya, alpukat tinggi kalori, sehingga harus dikombinasikan dengan sayur-sayuran yang bisa menekan kalori.

Satu buah alpukat berukuran sedang mengandung 300 kalori dan 30 gram lemak tidak jenuh sedangkan kebutuhan tubuh manusia normal adalah 1.800 kalori dan 30 gram lemak tidak jenuh per harinya.

5. Bawang Putih

Sejak ribuan tahun lalu, bawang putih sudah dipercaya mengandung banyak zat yang baik untuk kesehatan manusia. Bangsa Mesir Kuno memakai bawang putih untuk meningkatkan stamina.

Di masa modern, bawang putih dipakai untuk menurunkan kolesterol, mencegah pembekuan darah, menurunkan tekanan darah, dan melindungi tubuh dari infeksi.

Hasil penemuan paling mutakhir, bawang putih bisa mencegah partikel kolesterol menempel di dinding pembuluh darah.

6. Bayam

Bayam mengandung banyak lutein. Lutein adalah zat penting yang bisa menjaga kesehatan dan ketajaman fungsi mata. Lutein juga ternyata bisa menjaga kesehatan jantung karena bisa mencegah lemak menempel di pembuluh darah. Dianjurkan, memakan bayam setiap hari sekitar setengah mangkuk untuk hasil maksimal.

7. Margarin

Beberapa jenis margarin bisa menurunkan kadar kolesterol. Misalnya margarin dari minyak biji bunga kanola

8. Mede, Almon, dan Kenari

Lemak tak jenuh tunggal, di dalam kacang mede, almon, dan kenari adalah bahan makanan rendah lemak yang baik untuk kesehatan jantung.

Kacang-kacangan itu juga mengandung vitamin E, magnesium, dan phytochemical yang terkait erat dengan kesehatan jantung. Sayangnya, seperti alpukat, kacang-kacang ini sangat tinggi protein. Jadi, jangan rakus makan kacang agar manfaatnya benar-benar maksimal.

9. Teh

Teh, mau diminum dingin atau panas, sama saja manfaatnya. Teh mengandung antioksidan yang bisa membuat pembuluh darah rileks sehingga terhindar dari pembekuan darah.

Antioksidan di dalam teh, yaitu flavonoid bisa mencegah oksidasi yang menyebabkan LDL menumpuk di pembuluh darah. Menikmati segelas teh setiap hari bisa memenuhi kebutuhan antioksidan.

10. Cokelat

Cokelat ternyata sehat. Tentu saja, cokelat yang dicampur terlalu banyak susu mengandung terlalu banyak lemak. Jadi, pilihlah cokelat hitam atau pahit. Cokelat sehat karena mengandung banyak antioksidan dan flavanoid. Cokelat putih, tidak mengandung zat itu sehingga kurang sehat dikonsumsi.

Kandungan flavanoid cokelat bervariasi tergantung di mana cokelat itu tumbuh dan proses pengolahannya.

sumber : inilah.com

Senin, 12 Januari 2009

Gizi dan HDI

TULISAN Ki Supriyoko (Kompas, 20/7/2004) menyebutkan, dibutuhkan tiga kunci utama untuk meningkatan human development index (HDI) negara Indonesia, yaitu visi, komitmen, dan disiplin. Penulis merinci bagaimana kesuksesan beberapa negara, misalnya Malaysia, Thailand, dan Singapura, mengelola human capital, sehingga secara otomatis HDI negara-negara jiran itu melejit lebih unggul.

Tidak ada yang salah dalam pemikiran itu, jika ditinjau dari sudut pandang Supriyoko yang secara profesional terlibat proses membangun human capital. Dan ketiga prinsip pengelolaan human capital itu mutlak diperlukan, bila Indonesia ingin memperbaiki peringkat HDI yang terpuruk.

Bila modal dasar human capital Indonesia mencukupi, program yang diisyaratkan Supriyoko mudah diimplementasikan. Namun, mental dan etos bangsa yang sudah berpuluh tahun terbentuk oleh rezim yang berkuasa, bukan pekerjaan mudah untuk diubah secara instan.

Oleh karena itu, bila kita ingin meningkatkan kualitas HDI secara signifikan, cara paling tepat adalah meningkatkan mutu pelajar dan siswa SD, yang merupakan faktor penentu HDI Indonesia di massa datang. Itu berarti investasi human capital harus dilaksanakan sesegera mungkin dari sekarang.

Pendidikan atau makanan?

Sudah merupakan keharusan dan kewajaran bagi anak-anak untuk mendapat pendidikan. Sayang, tidak semua anak-anak dapat memenuhi kebutuhan dasar itu.

Jangankan bersekolah, kebutuhan lebih dasar, pangan, belum terpenuhi. Hasil penelitian badan kesehatan dunia WHO 2003 menyebutkan, hampir satu dari lima (17 persen) penduduk dunia, terutama di Benua Asia, adalah masyarakat kurang gizi. Yang mengkhawatirkan, separuh penduduk miskin dunia terdiri dari kanak-kanak.

Di Indonesia, banyak penelitian menunjukkan, puluhan juta penduduk Indonesia tergolong miskin. Ini dihitung berdasarkan jumlah konsumsi makanan harian yang kurang dari 3.000 kalori. Metode ini amat jitu, karena bila pendapatan lebih rendah daripada pengeluaran konsumsi untuk membeli sejumlah kalori minimum yang dibutuhkan tubuh, otomatis seseorang akan kurang gizi.

Kerugian yang disebabkan kerugian gizi pada anak-anak, amat serius bahkan dapat bersifat permanen. Menurut para pakar kesehatan, malnutrisi selama beberapa bulan saja pada usia anak-anak akan mengakibatkan kelumpuhan fungsi otak, yang akhirnya menghambat kemampuan kognitif.

Lebih parah lagi, temuan terbaru para ahli kesehatan ( The Economist, 29 Juli 2004) menunjukkan, perbandingan drastis bagaimana kanak-kanak yang kurang gizi di Korea Utara tumbuh rata-rata 25 sentimeter lebih pendek dari kanak-kanak di Korea Selatan.

Kerugian akibat malnutrisi tidak hanya berdampak secara fisik, tetapi terutama lagi opportunity cost yang amat serius. Termasuk di dalamnya pendidikan yang tidak sempat dinikmati, yang akhirnya harus dibayar seumur hidup. Rendahnya pendidikan mengakibatkan rendahnya tingkat pendapatan, yang terus berlanjut hingga usia tua.

Studi WHO lebih lanjut mengungkapkan, dalam perhitungan kasar, kerugian materi yang diderita tiap anak kurang gizi mencapai 600 dollar AS, tidak jauh berbeda pendapatan rata-rata masyarakat Indonesia. Itu berarti, dengan gizi yang baik, pendapatan Indonesia dapat ditingkatkan dua kali lipat!

Program makanan tambahan

Jelas, kerugian yang terbuang akibat malnutrisi amat signifikan. Lalu bagaimana caranya meningkatkan pembentukan human capital pada masyarakat kurang mampu? Cara paling jitu adalah dengan mengaktifkan pendistribusian makanan suplemen kepada siswa SD, terutama sekali di daerah miskin.

Fakta menunjukkan, sebagian siswa miskin membolos sekolah untuk dapat bekerja sekenanya guna menambah penghasilan. Parahnya, sebagian orangtua menyetujui praktik itu, karena tekanan kemiskinan.

Dengan dijalankannya program makanan tambahan bagi murid, peta perhitungan akan berbalik 180 derajat. Kecenderungan membolos untuk bekerja akan berkurang, karena siswa mendapat makanan di sekolah.

Mereka "terpaksa" membolos karena mau mencari tambahan untuk kebutuhan makan harian. Namun yang lebih penting lagi, gizi yang baik akan meningkatkan daya serap siswa, yang merupakan investasi jangka panjang bagi pembentukan human capital.

Dengan demikian, prioritas mana yang lebih penting bagi masyarakat kurang mampu: makanan atau pendidikan bukan lagi masalah, karena ini dapat diberantas sekali jalan.

Pengalaman negara lain

Tidak ada batasan berapa lama program makanan suplemen harus dijalankan. Namun jika kebiasaan mengonsumsi makanan secara teratur sudah terbentuk, program ini dapat dihapus perlahan, sejalan usia siswa yang juga sudah beranjak dewasa.

Namun, beberapa negara tetap mempertahankan pentingnya budaya makan, bahkan hingga memasuki dunia profesional, contohnya Jepang. Setiap kali jeda makan berlangsung, semua pegawai akan antre makanan.

Uniknya, sudah jadi norma umum, pegawai paling yunior maju lebih dulu, dan yang paling senior paling belakang. Ini mengingatkan tradisi di Jepang, pekerjaan adalah ibarat pasangan hidup, maka biasanya pegawai paling senior juga yang paling tua, dengan sendirinya, yang paling tinggi jabatannya. Jadi tidak ada istilah pimpinan makan lebih dulu. Justru sebaliknya, pekerja yunior, yang diyakini masih dalam proses pembentukan human capital.

Lain halnya dengan pengalaman negara Inggris pada periode 1980-an, saat perang Malvinas (Falkland) berlangsung. Perdana menteri yang berkuasa saat itu dengan penuh tekad memimpin konfrontasi dengan Argentina, meski harus dibayar dengan penghentian program distribusi roti dan susu kepada siswa guna membiayai perang.

Meski akhirnya Inggris memenangi perang, namun di dalam negeri Sang Perdana Menteri mendapat kecaman pedas masyarakat, yang sadar betapa pentingnya tambahan makanan roti dan susu bagi putra-putri mereka. Margareth Tatcher, sang perdana menteri yang dimaksud, mendapat julukan baru, Thatcher, Thatcher, the Milk Snatcher.

Tantangan ke depan

Sebelum ini, beberapa daerah di Indonesia juga pernah menjalankan program pemberian makanan. Sayang, program itu dilakukan secara sporadik, sehingga tidak menghasilkan dampak apa pun, selain promosi dan popularitas pejabat setempat saat pelaksanaan program itu diliput media masa.

Bahkan ada pula oknum yang menodai kepercayaan sehingga akhirnya program dihentikan. Demi kepentingan pribadi, beberapa pejabat terkait mengorupsi sebagian dana dan memberikan makanan yang sudah kedaluwarsa, sehingga anak- didik keracunan dan muntah- muntah.

Sulit membayangkan, bagaimana orang mampu mengorupsi dana yang khusus bagi anak-anak, yang mungkin putra-putri mereka sendiri. Satu-satunya penjelasan yang masuk akal adalah: mereka merasa cemburu, mengapa mereka tidak mendapatkan makanan saat duduk di bangku sekolah dulu.

Kusuma Andrianto Peneliti Human Capital

Pengaruh Obat Pada Janin

Pengaruh Obat Pada Janin
11/11/2008 | Baca : 352 | Komentar : 0

Pengaruh buruk bahan-bahan asing (termasuk obat), terhadap janin di dalam kandungan, dapat terjadi melalui secara langsung ataupun tidak langsung melalui terjadinya gangguan fungsi pada plasenta, uterus atau perubahan-perubahan sistemik seperti keseimbangan hormon dan biokimiawi Ibu.

Hal tersebut tergantung pada sifat masing-masing senyawa asing dan umur kehamilan Ibu. Pengaruh buruk terhadap janin dalam kandungan dapat berupa pengaruh fetal, teratogenik dan toksik. Pengaruh letal yakni terjadinya kematian embrio dalam kandungan. Pengaruh teratogenik terjadi pada dosis sub-letal yakni terjadinya malformasi anatomik pada pertumbuhan organ janin. Pengaruh toksik adalah terjadinya kelainan atau gangguan fisiologik atau biokimiawi dalam berbagai derajat pada janin tanpa disertai malformasi anatomik.

Terjadinya pengaruh buruk senyawa asing, termasuk obat terhadap janin dalam kandungan sangat bergantung pada umur kehamilan atau fase pertumbuhan janin itu sendiri. Pengaruh buruk yang terjadi dapat beragam sesuai dengan masing-masing fase.

Fase implantasi

Pada umur kehamilan kurang dari 3 minggu. Pengaruh buruk yang mungkin timbul menganut pola "all or none", yakni terjadi atau tidak terjadi sama sekali. Bila timbul pengaruh buruk akan mengakibatkan kematian embrio sehingga terjadi abortus.

Fase embrional / organogenesis

Pada umur kehamilan antara 3 -8 minggu. Pada fase ini terjadi diferensisi pertumbuhan untuk pembentukan organ-organ tubuh, sehingga merupakan fase yang paling peka.

Pengaruh buruk yang dapat timbul pada fase ini ada beberapa kemungkinan:

1. Pengaruh letal, terjadinya kematian janin dan abortus.
2. Pengaruh subletal, tidak terjadi kematian janin tetapi terjadi malformasi anatomik (struktur) pertumbuhan organ atau pengaruh teratogenik. Kata teratogenik sendiri berasal dari bahasa yunani yang berarti monster.
3. Gangguan fungsional atau metabolik yang permanen yang baru nampak kemudian, tidak langsung nampak atau timbul pada saat kelahiran.

Fase letal

Pada trimester kedua dan ketiga kehamilan di mana pada fase ini terjadi maturasi dan pertumbuhan lebih lanjut dari janin. Pengaruh buruk senyawa asing terhadap janin pada fase ini tidak berupa malformasi anatomik lagi. Tetapi masing mungkin masih dapat terjadi gangguan pertumbuhan baik terhadap fungsi-fungsi fisiologik atau biokemik organ-organ. Juga pengaruh senyawa asing yang dapat terjadi pada induk, dapat pula terjadi pada janin dalam derajat yang berbeda.

Gelombang Elektromagnetik Ponsel

Pengaruh Gelombang Elektromagnetik Ponsel pada Kesehatan
Banyak kalangan mengklaim bahwa gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh ponsel (telepon seluler) dapat mengganggu kesehatan pengguna dan orang-orang yang berdiri di sekitarnya. Anggapan ini dibenarkan oleh para ahli bidang telekomunikasi, namun tidak sedikit pula bantahan-bantahan oleh beberapa pihak yang menyangkal sebaliknya.

Para ahli mengungkapkan radiasi yang ditimbulkan ponsel tidak seratus persen bisa menyebabkan gangguan kesehatan terhadap manusia, mengingat masih banyak orang yang masih setia menggunakan piranti wireless ini untuk memudahkan aktifitasnya dan tidak terjadi suatu hal apapun bahkan boleh dibilang masih aman-aman saja.


Namun kita juga tidak bisa mengabaikan permasalahan ini, hal ini sudah dibuktikan oleh salah satu negara yang memiliki jumlah pengguna ponsel terbanyak dunia. Peraturannya bisa dikatakan sangat ketat apalagi mengenai efek samping dari radiasi ponsel. Penetapan aturan ambang batas toleransi radiasi ponsel, tentunya dapat menimbulkan banyak perdebatan di kalangan produsen dengan pemerintah setempat.

Banyak banyak peneliti yang mengungkap pengaruh radiasi ponsel terhadap kesehatan manusia menerangkan bahwa seseorang yang banyak terkena radiasi ponsel cepat atau lambat, dapat menyebabkan efek detrimental pada otak, bahkan ada yang berpendapat bahwa penggunaan ponsel secara terus menerus selama lima sampai 18 tahun atau lebih, dapat beresiko lebih tinggi terkena kanker leukemia atau kanker pankreas serta juga dapat menyebabkan penurunan jumlah produksi sperma sampai 80 persen.

Paling tidak sampai sekarang ini masih belum adanya bukti antara radiasi RF (radio frequensi) dengan pengaruhnya terhadap kesehatan manusia, dan orang tidak bisa memastikan bahwa sebuah handset mampu menimbulkan resiko. Kalaupun ada pengaruhnya sangatlah kecil dan diperlukan pengujian terhadap teknologi ini lebih mendalam. Tidak sedikit pula orang beranggapan penggunaan handsfree salah satu alternatif untuk bisa mengurangi pengaruh radiasi gelombang radio yang dipancarkan ponsel terhadap kesehatannya.

Paling tidak kedepan dengan jumlah penduduk Indonesia sekitar 220 juta jiwa dan baru 25 juta pelanggan saja yang sudah menggunakan telepon seluler. Hal ini menunjukkan bahwa industri seluler ditanah air semakin maju. Seiring semakin populernya telepon genggam ini banyak orang sudah mulai mempertanyakan sebenarnya seberapa besar pengaruh radiasi ponsel kepada kesehatan manusia?

Banyak pengguna ponsel yang mungkin tidak mengetahui bahwa ponsel yang mereka gunakan dapat mengirimkan gelombang elektromagnetik ke dalam tubuh mereka.

Sesungguhnya setiap ponsel memiliki spesifikasi ukuran banyaknya energi gelombang mikro yang dapat menembus ke dalam bagian tubuh seseorang tergantung pada seberapa dekat ponsel dengan kepala. Paling tidak kurang lebih sebanyak 60 persen dari radiasi gelombang mikro yang diserap dan menembus daerah sekitar kepala.

Ponsel merupakan alat komunikasi dua arah dengan menggunakan gelombang radio yang juga dikenal dengan radio frequensi (RF), dimanapun kita melakukan panggilan, suara akan ditulis dalam sebuah kode tertentu ke dalam gelombang radio dan selanjutnya diteruskan melalui antena ponsel menuju ke base station terdekat dimana kita melakukan panggilan. Gelombang radio inilah yang menimbulkan radiasi dan banyak kontroversi dari berbagai kalangan tentang keamanan dalam menggunakan ponsel.

Pengukuran kadar radiasi sebuah ponsel umumnya disebut dengan Specific Absorption Rate (SAR). Pengukur energi radio frekuensi atau RF yang diserap oleh jaringan tubuh pengguna ponsel bisa dinyatakan sebagai unit dari watts perkilogram (W/kg). Batas SAR yang ditetapkan oleh International Commission on Non-Ionizing Radiation Protection (ICNIRP) adalah 2.0 W/kg. Sementara The Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) juga telah menetapkan sebuah standar baru yang digunakan oleh negara Amerika dan negara lain termasuk Indonesia dengan menggunakan batas 1.6 W/kg.

Pengujian SAR diadakan dengan menuangkan simulasi jaringan ponsel yang memancarkan radio frekuensi ke dalam sebuah bentuk kepala manusia.

Menempatkan ponsel pada bagian kepala dan dioperasikan dengan full power. Sebuah robot lengan melakukan penyelidikan di dalam jaringan untuk menemukan area dimana terdapat RF (radio frekuensi) yang paling tinggi, serta ingin menemukan dimana proses kandungan SAR ini dilakukan dengan secara perhitungan matematik. Untuk mengetahui lebih dalam lagi, level SAR yang terdaftar dalam grafik berikut menunjukkan level maksimum SAR dengan ponsel di dekat telinga.

Penting untuk diketahui bahwa dalam daftar level radiasi ponsel tersebut tidak menyatakan bahwa menggunakan ponsel berbahaya atau tidak untuk kesehatan. Jadi semua keputusan ada di tangan pengguna ponsel.

Suroso, mahasiswa research student pada Electrical Engineering Department, The University of Tokyo dan staf pengajar di Jurusan Teknik Elektro, Universitas Jenderal Soedirman. Email: suroso@koseki.t.u-tokyo.ac.jp This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

Source : http://www.beritaiptek.com/