Minggu, 05 Desember 2010

Teknologi Bioproses

Perbaikan Manajemen Budidaya Ternak Berwawasan Lingkungan Melalui Penerapan Teknologi Bioproses Limbah Pertanian dan Pemanfaatan Tanaman Berkhasiat Obat di Blora
Tahun: 2007

Kabupaten Blora selain sebagai sumber sapi potong dan ayam buras juga merupakan wilayah hutan jati terluas di Pulau Jawa. Pembudidayaan ternak masih tradisional sehingga produktivitasnya rendah. Masalah kekurangan pakan selalu berulang setiap tahun sehingga penggembalaan ternak di kawasan hutan merupakan solusi termudah bagi masyarakat meskipun berdampak buruk bagi institusi kehutanan. Pembuatan tempat demplot untuk perbaikan manajemen budidaya ternak diharapkan dapat merubah pola budidaya ternak menjadi lebih baik. Kegiatan dilakukan di kelompok Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Rimba Lestari desa Doplang Kecamatan Jati. Metode yang digunakan adalah metode “belajar sambil melaksanakan” dan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama sosialisasi kegiatan yaitu penjelasan manfaat teknologi yang akan diterapkan. Tahap kedua pembuatan bangunan untuk demplot, praktek pembuatan fermentasi jerami padi, inseminasi buatan ayam buras Tahap ketiga pengemasan jerami padi hasil fermentasi (JPF), dan tahap keempat pelakasanaan perbaikan manajemen budidaya ternak sapi dan ayam buras. 15 ekor sapi kooperator dibagi dalam 3 kelompok perlakuan pakan. K1 (kontrol) berada di kandang peternak dengan pakan yang diberikan sesuai dengan kebiasaan peternak. K2 diberi pakan JPF 4 kg + dedak 2 kg dan K3 pakan yang diberikan 4 kg JPF + dedak 1.5 kg + MCPKC 0.5 kg. Pengukuran lingkar dada dan panjang badan sapi dilakukan setiap 2 minggu untuk mengetahui pertambahan bobot badan dengan menggunakan rumus Schrool. Pertambahan bobot hidup kelompok 2 dan 3 terlihat lebih tinggi dari K1, yaitu 259, 337 dan 56 gram. Hasil analisa pupuk organik dari pengolahan kotoran sapi, C/N rasionya memenuhi standar pupuk organik. Sementara itu, pemisahan anak ayam umur 1 hari (day old chik /doc) segera setelah ditetaskan dari induknya mempercepat masa bertelur kembali induk yaitu antara 17 – 19 hari. Diharapkan dalam 1 tahun produktivitas induk dapat ditingkatkan dari 3-4 kali menjadi 5–6 kali. Sedangkan biogas yang dihasilkan sangat bermanfaat bagi pengguna karena dapat mengurangi biaya pembelian bahan bakar, lingkungan rumah menjadi bersih, tidak berbau, pekerjaan didapur lebih singkat dan hemat dalam penggunaan alat dapur. Kegiatan perbaikan manajemen budidaya ternak di kawasan desa hutan dapat meningkatkan produktivitas ternak (sapi dan ayam buras), membantu institusi kehutanan untuk mempercepat keberhasilan reboisasi hutan, menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan pendapatan peternak, namun kegiatan ini masih perlu bimbingan untuk menciptakan kemandirian masyarakat disini dalam membangun usaha agribisnis berbasis budidaya ternak.
Manfaat / Dampak: 1.Penerapan teknologi perbaikan manajemen budidaya ternak sapi melalui perbaikan pemberian pakan mampu meningkatkan produktivitas sapi. Sementara itu, penerapan teknologi perbaikan manajemen budidaya ayam buras melalui pemisahan anak dari induk segera setelah ditetaskan dapat meningkatkan produksi telur, mempercepat induk untuk bertelur kembali ( memperpendek jarak peneluran yang berturutan) menjadi sekitar 17 – 19 hari, mempercepat pertambahan populasi dan kepemilikan ayam
2.Teknologi peningkatan nilai nutrien jerami dapat diterima peternak dan hasilnya JPF dapat diterima sebagai pakan sapi
3.Perbaikan manajemen budidaya ternak berwawasan lingkungan dengan cara mengandangkan ternak secara berkelompok dan pemanfaatan kotoran kandang sebagai pupuk organik secara khusus sangat bermanfaat dan membantu institusi kehutanan dalam pelaksanaan reboisasi, pelestarian tanam jati dan dalam jangka panjang turut membantu mengurangi pemanasan global. Bagi peternak, perbaikan manajemen budidaya selain dapat meningkatkan wawasan, pengetahuan dan teknologi juga membantu menambah pendapatan.
4.Pemanfaatan biogas dapat mengurangi beban pekerjaan didapur, meningkatkan kebersihan ruangan, mengurangi biaya pembelian bahan bakar, mempercepat pekerjaan didapur
5.Pupuk organik yang dihasilkan dari kotoran sapi tidak berbau dan C/N rasio memenuhi standar pupuk organik

Pagu Anggaran: Rp. 99.000.000,-
Hak Cipta © 2005 Program Peningkatan Pendapatan Petani Melalui Inovasi - P4MI
Poor Farmer's Income Improvement Through Innovation Project - PFI3P
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian
Indonesian Agency for Agricultural Research and Development - IAARD
Jl. Ragunan 29 Pasarminggu Jakarta Selatan 12540, Indonesia
Telp. (021) 7818446 Fax. (021) 78838415 e-mail: pfi3p@litbang.deptan.go.id

1 komentar:

omyosa mengatakan...

MARI KITA BUAT PETANI TERSENYUM KETIKA PANEN TIBA
....lanjutan


PUPUK ORGANIK AJAIB SO/AVRON/NASA merupakan pupuk organik lengkap yang memenuhi kebutuhan unsur hara makro dan mikro tanah dengan kandungan asam amino paling tinggi yang penggunaannya sangat mudah,
sedangkan EM16+ merupakan cairan bakteri fermentasi generasi terakhir dari effective microorganism yang sudah sangat dikenal sebagai alat composer terbaik yang mampu mempercepat proses pengomposan dan mampu menyuburkan tanaman dan meremajakan/merehabilitasi tanah rusak akibat penggunan pupuk dan pestisida kimia yang tidak terkendali,
sementara itu yang dimaksud sistem jajar legowo adalah sistem penanaman padi yang diselang legowo/alur/selokan, bisa 2 padi selang 1 legowo atau 4 padi selang 1 legowo dan yang paling penting dalam tani pola gabungan ini adalah relative lebih murah.

CATATAN:
1. Bagi Anda yang bukan petani, tetapi berkeinginan memakmurkan/mensejahterakan petani sekaligus ikut mengurangi tingkat pengangguran dan urbanisasi masyarakat pedesaan, dapat melakukan uji coba secara mandiri system pertanian organik ini pada lahan kecil terbatas di lokasi komunitas petani sebagai contoh (demplot) bagi masyarakat petani dengan tujuan bukan untuk Anda menjadi petani, melainkan untuk meraih tujuan yang lebih besar lagi, yaitu ANDA MENJADI AGEN SOSIAL penyebaran informasi pengembangan system pertanian organik diseluruh wilayah Indonesia.
2. Cara bertani organik tidak saja hanya untuk budidaya tanaman padi sawah, tetapi bisa juga untuk berbagai produk-produk Agro Bisnis yang meliputi pertanian (padi, palawija, buah dan sayuran), perkebunan, perikanan, dan peternakan.

Hasil panen setelah menggunakan Pupuk Ajaib SO
Kesaksian untuk tanaman pertanian tanpa pestisida kimia, dan perangsang tumbuh tambahan lainnya :
* Cabe Organik bias mencapai 6 kg/pohon, dan umur tanaman bisa sampai 3 tahun.
* Padi Organik bias mencapai rata-rata 16—24 ton / hektar.
* Bawang Merah Organik bisa mencapai diatas 24--36 ton / hektar
* Jamur Tiram Organik bisa meningkat 300 % dari biasanya, dan bebas ulat !
* Bawang Daun Organik bisa mencapai rata-rata 1 kg/batang
* Kol Organik bisa mencapai rata-rata 5-8 kg/pohon
* Sawit yg sudah tidak produktif bisa kembali lagi produktif, sedangkan yg diberi pupuk
kimia tidak ada perubahan
Kesaksian untuk hewan dan ikan tanpa vaksin, antibiotik, dan vitamin lainnya :
* Nila 3cm dirawat 2 minggu bisa sebesar umur 2 bulan padahal pakannya hanya
ampas tahu & bekatul.
* Bebek afkir yang biasanya telurnya hanya 10% bisa meningkat jadi 50% lebih.
* Sapi beratnya meningkat di atas 1,5 kg/hari padahal pakannya hanya daun-
daunan saja.
* Broiler bisa panen pada hari ke 28-29 berat 1,5-1,7 kg
* Pembibitan lele angka kematian bisa sampai pada 0%
* Budidaya belut bibit 3 bulan bisa mencapai berat rata-rata 500 gram/ ekor
* Lele 5—7 cm bisa panen dalam waktu 29 hari

Semoga petani kita bisa tersenyum ketika datang musim panen.

AYOOO PARA PETANI DAN SIAPA SAJA YANG PEDULI PETANI!!!! SIAPA YANG AKAN MEMULAI? KALAU TIDAK KITA SIAPA LAGI? KALAU BUKAN SEKARANG KAPAN LAGI?

Anda siap menjadi donatur bagi pekerja sosial agen penyebaran informasi, atau Anda sendiri merangkap sebagai pekerja sosial agen penyebaran informasi itu dilokasi sekitar anda berada, atau pada wilayah yang lebih luas lagi diseluruh Indonesia?

Ditunggu komentarnya di omyosa@gmail.com, atau di 02137878827, 081310104072, atau bisa juga komentar langsung di http://frigiddanlemahsahwat.blogspot.com/2011/07/pertanian-pembangunan-pertanian.html